Image default
Regional

15 di Antaranya Teman Dekat Korban Polisi Sudah Periksa 60 Saksi Terkait Kasus Kematian Anjanii Bee

Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 teman dakat Intan Marwah Sofiyah alias Anjanii Bee (20), korban pembunuhan, untuk pengungkapan kasusnya. Anjanii Bee merupakan wanita bertato burung hantu yang mayatnya ditemukan di selokan atau saluran air pinggir Jalan Raya Bandung Lembang atau Jalan Setiabudi dan hingga saat ini pelaku pembunuhnya masih misterius. Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan, untuk mengungkap pelaku pembunuhan atas wanita asal Kampung Karajan, Desa Karang Hegar, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang tersebut.

Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, hingga saat ini total saksi yang telah diperiksa itu sebanyak 60 dan 15 saksi di antaranya merupakan teman dekat korban. "Orang dekat atau teman teman korban yang sudah diperiksa ada 15 orang, baik yang ada di Subang, Bandung maupun daerah Karawang," ujar Yoris saat ditemui di SPN Polda Jabar, Cisarua, Selasa (24/3/2020). Namun, dari semua saksi yang sudah diperiksa termasuk 15 teman dekat korban itu, tidak ada saksi yang mengetahui kasus pembunuhan tersebut dan tidak ada yang mengetahui dengan siapa terakhir kali korban pergi sebelum akhirnya ditemukan tewas.

"Sampai sekarang kita masih mematahkan alibi orang orang yang dekat dengan korban. Misalnya saat diperiksa di mengaku ada di tempat ini, nah kita pastikan benar atau enggak poisinya di situ," ucapnya. Untuk saat ini pihaknya masih mencari keterangan saksi yang mengetahui aksi penganiayaan tersebut, sehingga jika sudah menemukan, pelaku pembunuhan tersebut akan segera terungkap. "Kalau misalnya ada saksi yang tahu kejadiannya di sini, enak kita. Makanya kami masih mematahkan semua keterangan keterangan yang ada," ucapnya.

Anjani Bee merupakan wanita bertato burung hantu yang mayatnya ditemukan di selokan Jalan Raya Lembang, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan kondisi tubuh penuh luka, pada Kamis (5/3/2020). Sebelumnya, perempuan muda diduga korban penganiayaan yang ditemukan tewas di depan sebuah hotel berbintang di perbatasan Bandung dan Lembang, diketahui bernama Intan Marwah Sofiah. Berita penemuan mayat Intan Marwah Sofiah dengan ciri ciri luka di leher dan sejumlah tatto di tubuh itu tak hanya menghebohkan Bandung, tapi juga Kabupaten Subang.

Rupanya, mayat wanita bertato burung hantu dan tulisan kalimat "f*** my life" di tangannya tinggal di Kabupaten Subang. Intan Marwah Sofiah adalah warga Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang. Kakek Intan, Burhan, mengaku sudah lama tinggal bersama Intan.

Dari mulutnya muncul cerita mengharukan. Ternyata Intan Marwah Sofiah sudah lama menjadi yatim karena ayahnya, Eep setahun lalu meninggal dunia. Sementara ibunya tinggal di kampung lain, Kampung Bakan Pintu.

Kabar kematian Intan Marwah Sofiah yang tak wajar itu tentu membuatnya berduka. Dia tak menyangka cucunya bakal menemui ajal dengan cara yang menyedihkan. Diceritakan Burhan, Intan Marwah Sofiah menceritakan kepadanya, akan berlibur ke Bandung bersama pacarnya.

"Nah kemarin itu, dia bilang mau ke Bandung dengan pacarnya, katanya untuk refreshing," kata Burhan. Intan tinggal di Bekasi. Di sana, dia bekerja di sebuah rumah makan. Burhan pun gagal bertemu dengan curunya. Kabar duka datang dari anaknya, ibu Intan.

Nita, ibu Intan mengetahui anaknya meninggal dunia dari jejaring media sosial Facebook. Duka tak bisa dibendung. Burhan dan keluarga datang ke RSHS Bandung memastikan kabar yang menyayat hati itu. Kabar duka itu ternyata benar. Mayat perempuan bertatto yang ditemukan di selokan depan hotel di Lembang itu adalah cucunya.

Polisi memastikan, saat ini identitas wanita bertato Burung Hantu yang ditemukan di Jalan Raya Lembang, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah diketahui. Saat ditemukan pada Kamis (6/3/2020), kondisi mayat wanita itu terbalut seprai dan terbungkus plastik hitam serta terdapat luka bekas hantaman senjata tajam pada leher, kepala, dan wajah korban. Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki, mengatakan untuk mengungkap kasus ini pihaknya langsung membentuk tim khusus penyelidikan dan tim sidik.

"Alhamdulillah upaya dari kami bisa berhasil mengetahui identitas. Korban sudah diautopsi dan dikembalikan ke keluarganya untuk dimakamkan di Subang," ujarnya saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jumat (6/3/2020). Namun, Yoris belum bisa menjelaskan detil identitas mayat wanita tersebut karena masih dalam penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembunuhan ini. "Kalau motifnya belum tahu, tapi yang jelas terkait hal ini merupakan kasus pembunuhan," katanya.

Mayat tersebut pun ditemukan tanpa busana. Saat itu, hanya celana dalam yang masih terpasang di tubuh jenazah. Bahkan, Ada plastik hitam yang menutupi bagian kepada jenazah, dan kain seprai berwarna hijau yang dibalutkan di bagian dada korban.

"Usianya diperkirakan di bawah 20 tahun, tinggi badan kira kira 150 cm," kata Yoris.

Berita Terkait

Pembeli Panik Tahu Kasir Meninggal Positif Covid-19 Nekat Belanja Baju Lebaran Berjubel di Mal

Maya Rosfi'ah

Pelaku Sempat Kabur Setelah Diamuk Massa Ayah Tega Setubuhi Dua Anak Tirinya hingga Hamil

Maya Rosfi'ah

Masih Ada Tali Pusar Tiba-tiba Temukan Bayi di Pemakaman Warga Dengar Tangisan

Maya Rosfi'ah

Sapi Milik Warga di Aceh Besar Tersengat Kabel Listrik yang Bergelantungan Akibat Diterpa Hujan

Maya Rosfi'ah

Gubernur Edy Rahmayadi Minta Maaf Jumlah Tamu Dibatasi Gelar Pernikahan sang Anak di Tengah Pandemi

Maya Rosfi'ah

Pemerintah Terus Dorong Pembangunan Infrastruktur & SDM di Papua

Maya Rosfi'ah

Bantuan Sembako Diganti Bandeng Ikan Tongkol Diduga Bikin 19 Warga di Kabupaten Batang Keracunan

Maya Rosfi'ah

Petugas Haji di Pamekasan Terjangkit Covid-19

Maya Rosfi'ah

Setelah Pakai Hand Sanitizer Dari Orang Tak Dikenal Wanita Ini Tak Sadar Tiba-tiba Berada di Masjid

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment