Image default
Nasional

Abu Janda Simak Sambil Manggut-manggut Kiai Tanggapi Pernyataan Permadi Arya Soal Cadar

"Tidak ada di Al Quran itu 'tutuplah sampai kelihatan mata doang', itu enggak ada," Ucapan Permadi Arya alias Abu Janda seorang Pegiat Media Sosial soal cadar dalam islam itu menuai beragam komentar dari publik. Karenanya, kala mendengar ucapan tersebut, Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis pun ikut menanggapi pernyataan dari Permadi Arya.

Tak hanya itu, sang kiai pun langsung menjabarkan panjang lebar seraya membantah ucapan dari Permadi Arya soal cadar dan syariat. Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan ukuran ketakwaan seseorang tidak bisa diukur dari pakaian yang dikenakannya. Pernyataan tersebut ia lontarkan untuk menjawab soal wacana pelarangan aparatur sipil negara (ASN) mengenakan cadar atau niqab dan celana cingkrang.

Melihat komentar sang Menteri, Permadi Arya pun ikut menyuarakan pendapatnya. Dalam tayanan tersebut, Permadi Arya menjelaskan soal perintah menutup aurat bagi kaum muslimin dalam Al Quran. "Kalau saya salah koreksi. Memang di Al Quran itu mengenai ayat yang mengatur soal hijab itu Al Azhab 59 dan An Nur 31. Di An Nur 31 itu spesifik menyebut kerudungkanlah kepala sampai menutup dada, itu perintah Al Quran untuk memakai hijab jenis syar'i," pungkas Permadi Arya.

Melanjutkan ucapannya, Permadi Arya lantas mengutip pernyataan dari seorang pria yang ia sebut sebagai dekan Universitas Al Azhar. Permadi Arya mengutip soal anggapan bahwa cadar itu bukan syariat agama. "Dekan Universitas Al Azhar dari Mesir, Prof Anma Nasir, itu pernah menyatakan cadar itu bukan syariat islam, cadar ini adalah tradisi Yahudi," kata Permadi Arya.

Usai mendengar ucapan Permadi Arya, Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis pun langsung menanggapinya. Sambil menjelaskan dengan nada tenang, KH Cholil Nafis membantah ucapan dari Permadi Arya soal cadar bukan syariat Islam. Menurut KH Cholil Nafis, penggunaan cadar itu ada di dalam hukum Islam.

"Kalau dibilang bukan syariat itu juga tidak benar. Kenapa ? Karena cadar itu memang ada yang dalam hukum islam ada yang mansus ada yang namanya ijtihadi," ucap KH Cholil Nafis. Lebih lanjut, KH Cholil Nafis pun menjelaskan soal hukum penggunaan cadar dalam islam. KH Cholil Nafis bahkan menjabarkan soal pandangan dari beberapa Imam Besar dalam Islam terkait cadar.

"Seperti Imam Syafi'i, Imam Ahmad mengatakan pakai cadar itu hukumnya wajib. Sementara menurut Imam Malik dan Imam Ahmad itu hukumnya tidak wajib tapi sunnah, bahkan menjadi wajib kalau itu takut fitnah. Fitnah itu menimbulkan kerusakan," pungkas KH Cholil Nafis. Mendengar penuturan dari sang kiai, Permadi Arya alias Abu Janda pun menyimaknya. Bahkan kala mendengar penuturan KH Cholil Nafis, Abu Janda tampak manggut manggut.

Melanjutkan penjelasannya, KH Cholil Nafis pun mengungkap perihal pendapat soal adanya kemungkinan pelarangan penggunaan cadar di kalangan instansi. Namun, KH Cholil Nafis dengan tegas membantah jika ada anggapan bahwa cadar itu bukan syariat. "Sekarang yang terjadi sebaliknya, orang pakai cadar menimbulkan fitnah. Sehingga ketika itu secara sosiologis menimbulkan kerusakan ya bisa saja (jika) diminta untuk membuka wajah,"

"Tetapi kalau bicara bukan syariat itu salah. Itu adalah syariat karena ada dalam islam yang sifatnya ijtihadi, ada ulama yang mengatakan itu wajib," imbuh KH Cholil Nafis. KH Cholil Nafis pun mengingatkan kepada pemerintah jika ingin mewujudkan wacana soal pelarangan penggunaan cadar. Yakni soal komunikasi kepada masyarakat yang perlu diperbaiki.

"Komunikasi yang perlu diperbaiki, jangan sampai isu radikalisme 'menganggap orang yang bercadar itu salah'. Bahwa orang bercingkrang anti dengan pancasila," ungkap KH Cholil Nafis. Tak hanya itu, KH Cholil Nafis juga menanggapi soal pernyataan Menteri Agama soal cadar bukan ukuran ketakwaan. KH Cholil Nafis bergumam bahwa ketakwaan sesungguhnya berasal dari hati.

"Percaya kalau itu bukan indikator ketakwaan dalam arti yang bercadar akan lebih bertakwa daripada orang yang pakai kerudung. Karena takwa adanya di hati dan ketaatan," ucap KH Cholil Nafis. Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan ukuran ketakwaan seseorang tidak bisa diukur dari pakaian yang dikenakannya. Pernyataan tersebut ia lontarkan untuk menjawab soal wacana pelarangan aparatur sipil negara (ASN) mengenakan cadar atau niqab dan celana cingkrang.

"Wah itu (cadar dan celana cingkrang), itu bukan ukuran ketaqwaan ya itu jelas itu," ucap Fachrul Razi usai ibadah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2019). Lebih lanjut, Mantan Wakil Panglima TNI ini menekankan bahwa setiap kementerian atau instansi punya regulasinya masing masing. "Kalau di pegawai jelas ada aturannya kan, ada aturan masing masing," ucap Fachrul Razi.

Sebelumnya, Menag Fachrul Razi mengatakan berencana melarang pengguna niqab atau cadar untuk masuk ke instansi milik pemerintah. Hal itu ia katakan karena alasan keamanan usai penusukan mantan Menkopolhukam Wiranto. Fachrul mengatakan rencana itu masih dalam kajian. Namun aturan itu sangat mungkin direkomendasikan Kemenag atas dasar alasan keamanan.

"Memang nantinya bisa saja ada langkah langkah lebih jauh, tapi kita tidak melarang niqab, tapi melarang untuk masuk instansi instansi pemerintah, demi alasan keamanan. Apalagi kejadian Pak Wiranto yang lalu," kata Fachrul dalam Lokakarya Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid di Hotel Best Western, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Namun pernyataan tersebut ia ralat sehari setelahnya, pada Kamis (31/10/2019) malam. Dirinya membantah telah melakukan pelarangan penggunaan cadar di lingkungan instansi pemerintah.

"Enggak ada, enggak ada (saya melarang), kami tidak pegang aturannya, larangannya juga tidak ada," ujar Fachrul Razi di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Berita Terkait

Ini Pemenang Tender Proyek Pengembangan Bandara Komodo Labuan Bajo

Maya Rosfi'ah

Hipmi Gelar Musda Secara Virtual Kali Pertama

Maya Rosfi'ah

Polisi Amankan 95 Travel Gelap Pembawa Pemudik dalam Waktu 4 Jam Gelar Operasi

Maya Rosfi'ah

Indonesia Tegas Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Dukung Palestina

Maya Rosfi'ah

Waspada Cuaca Ekstrem di 26 Wilayah Peringatan Dini BMKG Senin 22 Juni 2020

Maya Rosfi'ah

Diundang Sidang MPR, Sandiaga Uno Masuk dari Pintu Belakang, Indiarto Priadi: Gebrak Meja Kalau Saya

Maya Rosfi'ah

Daripada Pansos Nggak Jelas Dokter Tirta Ajak Influencer Gabung Jadi Relawan buat Lawan Covid-19

Maya Rosfi'ah

Jangan Sampai Ada Klaster Baru dari Penyelenggaraan Salat Idul Adha Menko PMK

Maya Rosfi'ah

Bisik-bisik Prabowo Subianto & Ridwan Kamil saat Bertemu di Pernikahan

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment