Image default
Bisnis

Anak Usaha Pupuk Indonesia capai Sertifikasi Sistem Anti Suap Satu Lagi

PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, salah satu anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), telah resmi mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2016. Sertifikasi tersebut ditetapkan oleh Lembaga Sertifikasi TUV Nord Indonesia pada 15 Juli 2020. Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana mengatakan, sertifikasi Pusri menyusul dua anak usaha Pupuk Indonesia lainnya yang telah lebih dahulu meraih penetapan sertifikat anti penyuapan. Keduanya yakni PT Pupuk Kaltim yang sertifikatnya ditetapkan pada 16 Juni 2020 oleh British Standards Institution dan PT Petrokimia Gresik pada 1 Juli 2020 oleh PT Amerika Sistem Registrasi Internasional (ASRICERT) Indonesia. "Saat ini Kami juga tengah menjalankan proses sertifikasi serupa pada tiga anak perusahaan yang lain, dengan target rampung paling lambat pada Agustus mendatang. Sejauh ini progressnya cukup baik dan lancar, Pupuk Indonesia selaku induk usaha pun secara aktif mengawal setiap tahapan prosesnya," kata Wijaya. Ketiga perusahaan dimaksud yakni PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Rekayasa Industri.

PT Pupuk Indonesia (Persero) sendiri menjadi salah satu BUMN dengan komitmen terdepan dalam meraih sertifikat SMAP. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan berhasilnya Perseroan mendapatkan Sertifikat SMAP SNI ISO 37001:2016 dari Lembaga Sertifikasi PT Amerika Sistem Registrasi Internasional (ASRICERT) Indonesia, pada 28 Oktober 2019 lalu. Wijaya menjelaskan, target sertifikasi anti penyuapan ini sejalan dengan arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendorong seluruh Perusahaan Negara meningkatkan penerapan tata kelola perusahan serta menjunjung budaya anti korupsi melalui sertifikasi SMAP SNI ISO 37001:2016. Hal tersebut tertuang dalam Surat Kementerian BUMN Nomor S 17/S.MBU/02/2020 tanggal 17 Februari 2020. Sertifikasi ini diharapkan dapat mendukung Pupuk Indonesia Group untuk mampu mencegah dan mengendalikan potensi potensi fraud yang sekiranya dapat terjadi. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan bisnis dengan selalu mengedepankan prinsip perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

"Pupuk Indonesia berkomitmen untuk dapat selalu menjalankan aktivitas bisnis yang didukung oleh manajemen risiko, pengendalian internal, serta menjalankan prinsip prinsip GCG secara konsisten,” ujarnya. Selain sertifikasi anti penyuapan Pupuk Indonesia juga telah menerapkan sejumlah program manajemen yang terintegrasi, baik dalam hal pengelolaan risiko dan kepatuhan.

Berita Terkait

Mentan SYL Tantang Eksportir Genjot Ekspor Produk Pertanian hingga 3 Kali Lipat

Maya Rosfi'ah

Tarif Ojol Sebaiknya Tak Turun Lagi

Maya Rosfi'ah

Sentimen Corona Investor Asing Kini Beralih Beli Emas & Yen Indef

Maya Rosfi'ah

Penjualan Motor Anjlok Bebani IHSG Bagaimana Besok

Maya Rosfi'ah

Pemerintah Diminta Segera Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess

Maya Rosfi'ah

Sektor Properti & Tambang Diramal Cuan Saat Tahun Tikus Logam

Maya Rosfi'ah

2 miliar Dolar AS American Airlines Kehilangan 2 Diterpa Pandemi Covid-19

Maya Rosfi'ah

Startup Kecantikan Social Bella Bakal Sumbang 10 Persen Hasil Penjualan buat Penanganan Covid-19

Maya Rosfi'ah

Apindo Khawatir Perusahaan Besar Terancam Kolaps Upah Buruh Naik Terus

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment