Image default
Regional

Anggota DPRD yang Hajar 2 Polisi di Kelab Malam jadi Tersangka Berawal dari Aduan Teman Wanita

Anggota DPRD Sumut ditetapkan jadi tersangka penganiayaan dua personel polisi. Pelaku nekat memukuli korban berawal dari aduan seorang teman wanita. Bahkan video penganiayaan tersebut sempat viral di media sosial.

Anggota DPRD Sumut Kiki Handoko Sembiring (KHS) resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiyaan dua personel polisi di salah satu kelab malam di Medan, Selasa (21/7/2020). Kedua korban tersebut anggota Brimob Kompi 4 Yon C Bripka Karingga Ginting dan personel Ditlantas Polda Sumut Bripka Mario. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko membenarkan bahwa pria berinisial KHS tersebut termasuk dalam 8 orang yang ditetapkan tersangka.

Saat ditanya apakah dari 8 orang tersebut juga terdapat salah satu anggota DPRD Sumut berinisial KHS, Riko membenarkan hal tersebut. "Ada inisial KHS," tuturnya. Kedelapan tersangka tersebut terdiri dari 7 pria dan 1 perempuan. Sementara, untuk 9 orang lainnya masih berstatus saksi. "Untuk 9 orang status masih masih saksi," tambah Riko.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan menerangkan bahwa dari 17 saksi tersebut 7 diantaranya positif narkotika. "Hasil pemeriksaan tengah dilakukan saat ini, yang pasti sudah 17 orang diamankan. Kemudian dari 17 tersebut itu 7 orang positif menggunakan narkotika," ungkapnya. Ia menyebutkan bahwa saat ini kedua oknum tersebut sedang dalam masa perawatan.

"Ada dua anggota kita yang sedang dirawat, ya awalnya mereka ada perselisihan namun merembet ke anggota polisi," tuturnya. Riko beberkan awal mula penyebab terjadinya bentrok antara kelompok oknum anggota DPRD Sumut dengan polisi di salah tempat hiburan malam di Jalan Putri Hijau, Kelurahan Kesawan Medan, Minggu (19/7/2020) dini hari. Awalnya anggota DPRD bernama Kiki Handoko Sembiring menerima pesan dari teman wanitanya yang mengaku dipukul oleh anggota polisi.

"Kronologinya kejadiannya di parkiran gedung kapital. Dari hasil pemeriksaan saudara K menerima WA dari rekan wanitanya bahwa dia dipukul atau apa oleh seseorang yang katanya anggota polisi," tuturnya di RS Bhayangkara Medan, Senin (20/7/2020). Tatan menerangkan penyebab bentrok tersebut akibat masalah sepele. "Masalah senggolan kita sebut seperti itu, sebenarnya masalah sepele senggolan. Kemudian berkembang seperti itu, padahal sudah menyebutkan dia anggota Polri, kemudian tetap mendapatkan perlakuan seperti itu," sebutnya.

Sebanyak 17 orang telah diamankan terkait kasus penganiayaan dua personel polisi yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Sumut di salah tempat hiburan malam di Jalan Putri Hijau, Kelurahan Kesawan Medan, Minggu (19/7/2020) dini hari. Kedua polisi tersebut adalah anggota Brimob Kompi 4 Yon C Bripka KG dan personel Ditlantas Polda Sumut Bripka MA. Dari video rekaman CCTV berdurasi 1.18 detik, terlihat di halaman tersebut dipenuhi sejumlah orang.

Terlihat seorang wanita berdebat dengan seorang pria. Namun tiba tiba seorang pria berpakaian baju merah langsung memukul pria berpakaian hitam yang sedang berdebat yang diduga seorang anggota polisi. Pria yang terkena pukulan itu langsung tersungkur.

Saat mencoba berdiri, pria itu kembali dipukuli oleh sejumlah orang lainnya. Kiki Handoko Sembiring dikenal luas oleh masyarakat karena anak dari pengusahaan ternamaan di Sumut. Oleh karena itu, Kiki Handoko Sembiring bersama belasan anggotanya berani berbuat onar di kelab malam.

Adapun oknum polisi yang semaput dianiayanya adalah anggota Brimob Kompi 4 Yon C Bripka KG. Dan personil Ditlantas Polda Sumut Bripka MA. Dari video berdurasi 1.18 detik, awalnya puluhan orang berkumpul dan terlibat cekcok.

Ada juga satu wanita berdebat dengan seorang pria. Namun tiba tiba seorang pria berpakaian baju merah langsung memukul pria berpakaian hitam yang diduga seorang oknum anggota polisi. Pria itu mencoba untuk bangkit, namun kembali mendapat pukulan.

Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting mengatakan, terkejut saat mengetahui Kiki Handoko Sembiring, menganiaya 2 anggota polisi. Apalagi, Kiki Handoko Sembiring merupakan anggota DPRD Sumut dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). "Saya kaget betul mendengar kabar itu. Saya minta seluruh anggota dewan harus bisa menahan diri. Apalagi situasi seperti ini. Tolong semua menahan diri bekerja untuk rakyat," ujarnya saat dihubungi, Senin (20/7/2020).

Politisi PDIP ini menambahkan, sedang menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian, sehingga tidak bisa memberikan tanggapan dari aspek hukum yang lebih detail. "Kita tunggu saja bagaimana dari Polrestabes. Hal hal seperti itu (mabuk dan melakukan pemukulan) tidak ditolerin. Tunggu dari polisi dulu," katanya. Apakah partai dalam hal PDIP akan melakukan pembelaan hukum terhadap anggota DPRD yang beringas? Misalnya perlindungan hukum? Apalagi, kita paham bahwa PDIP berlandaskan idiologi yang jelas, apa perbuatan ya tidak melenceng?

"Ya saya pun kaget. Perbuatan dia kok seperti itu. Hal hal seperti itu tidak harus dilakukan anggota dewan," ujarnya. Sedangkan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumatra Utara, Mangapul Purba merespons kasus keributan antara oknum anggota DPRD Sumut dengan oknum anggota kepolisian di sebuah tempat hiburan malam. Keributan yang kabarnya melibatkan anggota PDI P tersebut menyebabkan 2 anggota polisi luka luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KS diduga terlibat keributan dengan dua orang personel polisi, masing masing Bripka KG dari Kompi 4 Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut dan Bripka M dari Ditlantas Polda Sumut di Gedung Capital, Jalan Putri Hijau, Kecamatan Medan Barat, Minggu (19/7/2020) dini hari. "Kami masih mempelajari duduk masalahnya dan mencarikan solusi yang terbaik," kata Mangapul saat dikonfirmasi pada Senin (20/7/2020) Mangapul meminta bahwa semua pihak mengedepankan azas praduga tak bersalah dan musyawarah mufakat serta menghormati proses hukum yang ada.

Selanjutnya, Fraksi PDI Perjuangan akan melakukan mekanisme pendampingan dan pembelaan hukum kepada Kiki Handoko Sembiring kalau memang itu diperlukan Disisi lain, Mangapul menyatakan keherannya bahwa peristiwa tersebut terjadi di tempat hiburan. Padahal saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid 19 yang masih memberlakukan protokol kesehatan yaitu social distancing.

“Mengapa dalam situasi sekarang ini tempat tempat hiburan di Medan yang berstatus zona merah Covid 19 tetap buka. Ini perlu juga ditanyakan sama Kadis Pariwisata dan Pemko Medan, dan mereka harus mempertanggungjawabkan ini,” pungkas Mangapul. Dugaan aniaya tersebut terjadi saat Bripka KG mendatangi lokasi sesuai undangan rekannya Bripda MO sekitar pukul 03.00 WIB. Setengah jam kemudian, korban Bripka KG pun tiba dilokasi dan bertemu dengan Bripda MO.

Tak lama berselang, tiba tiba terjadi keributan antara kelompok oknum anggota DPRD dengan kelompok lain. Tak diketahui penyebabnya, keributan tersebut berimbas kepada kedua anggota Polri tersebut. Melihat itu, Bripda MO pun menghindar, namun nasib malang kepada Bripka KG yang menjadi korban kebringasan oknum anggota DPRD Sumut.

Hingga akhirnya, Bripka MA pun tiba dan mencoba melerai pelaku yang telah menganiaya rekanya Bripka KG. Nahas, Bripka MA pun menjadi korban kebringasan pelaku beserta rekannya yang diketahui berjumlah 20 orang. Tak lama berselang, tim Opsnal Intel mendapat informasi tentang kejadian tersebut langsung membawa korban Bripka KG dan Bripka MA menuju Rumah Sakit Materna untuk perawatan dan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Informasi lain yang berhasil didapat, Bripka KG mengalami luka di kepala dengan empat jahitan, tengkorak kepala agak legok ke dalam akibat pukulan yang diduga benda tumpul. Ruas jari telunjuk sebelah kiri mengalami pergeseran dan luka lecet dan lebam di wajah. Sementara Bripka MA mengalami luka di kepala sebelah kanan, luka dan lebam di wajah dan tulang rusuk sebelah kiri sakit.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko yang dikonfirmasi awak media mengatakan, korban sudah membuat laporan ke Polrestabes. "Petugas reskrim polrestabes medan lagi melakukan penyelidikan ke lokasi," katanya singkat. Tak lama kemudian Polisi telah menahan empat orang terduga pelaku.

Di antaranya adalah Kiki Handoko Sembiring. Foto Kiki bahkan beredar di linimasa media sosial. Kiki difoto layaknya seorang tahanan yang baru saja ditangkap.

Ia mengatakan bahwa hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Betul (kabar diamankannya empat orang). Saat ini sedang kita tangani, perkembangan akan kami sampaikan ke rekan rekan media," ujarnya dengan singkat, Senin (20/7/2020). Profil singkat Kiki Handoko Sembiring, anggota DPRD Sumut dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sebelumnya Kiki Handoko Sembiring terpilih sebagai anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Sumut 3 yang meliputi Deliserdang. Meski berada dinomor urut 10 tetapi Kiki Handoko Sembiring berhasil duduk sebagai wakil rakyat. Bahkan, ia berhasil mengalahkan suara Soetarto yang menjabat sebagai Plt Ketua DPC PDIP Deliserdang sekaligus Sekretaris DPD PDIP Sumut.

Kiki Handoko Sembiring berhasil menjadi anggota dewan di dapil itu bersama Ruben Tarigan. Lantas bagaimana bisa anak muda mengalahkan politisi senior? Keberhasilan Kiki Handoko Sembiring sebagai anggota DPRD Sumut tidak lepas dari peran orangtuanya.

Apalagi, Sumbul Sembiring Brahmana dikenal sebagai pengusaha ternamaan di Sumut. Sebagai pengusaha Sumbul Sembiring Brahmana punya berbagai jenis usaha. Satu di antaranya adalah PT Alam Jaya.

Besar dugaan dan disebut sebut mereka banyak memegang usaha galian C di Sumut terkhusus wilayah Kabupaten Deliserdang.

Berita Terkait

Ini Kronologi Lengkapnya Heboh Gadis 12 Tahun di Probolinggo Hidup Kembali Saat Dimandikan

Maya Rosfi'ah

Cara Gibran Beri Pengertian Jan Ethes agar Tak Keluar Rumah ‘Nanti Dikejar Monster Corona’

Maya Rosfi'ah

Kepala Dusun & Anggota BPD Ditangkap Gara-gara Potong BLT Warga yang Terdampak Covid-19

Maya Rosfi'ah

Kepala Lapas Agam Sumbar Dilaporkan menuju Ombudsman Nasi Bungkus Disita & Napi Mengaku Dapat Ancaman

Maya Rosfi'ah

Unair Telah Hubungi Pelaku & Pastikan akan Menindak Tegas VIRAL Predator Fetish Kain Jarik

Maya Rosfi'ah

Sanksi dari Berlaku pada Sistem Ganjil Genap di 25 Titik di Jakarta

Maya Rosfi'ah

110 Orang Dinyatakan Reaktif Wartawan & PNS di Magetan Jalani Rapid Test

Maya Rosfi'ah

Waspada Potensi Tinggi Gelombang Capai 2 Meter Info BMKG Peringatan Dini Rabu 3 Juni 2020 di Lombok

Maya Rosfi'ah

Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 21 2 Hari setelah Lebaran

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment