Image default
Nasional

Anggota Komisi IV DPR Ramai-ramai Dukung Edhy Prabowo Terkait Kebijakan Ekspor Benih Lobster

Dalam Rapat Kerja (raker) Komisi IV DPR bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, sejumlah anggota dewan memberikan dukungan kepada menteri asal Partai Gerindra itu. Anggota Komisi IV DPR RI fraksi Gerindra Darori Wonodipuro menyebut, polemik ekpor benih lobster yang kini ramai diperbincangkan masyarakat tidak lepas dari upaya campur tangan menteri kelautan dan perikanan yang lama. Menurut Darori, menteri sebelumnya seolah belum rela melepaskan jabatannya karena tidak lagi menjadi menteri kelautan dan perikanan di periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ada mantan menteri belum rela melepaskan jabatannya. Kok yang direcokin lobster?" ujar Darori dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan Edhy Prabowo, Jakarta, Senin (6/7/2020). Senada dengan Darori, pimpinan Komisi IV DPR RI dari fraksi Nasdem Hasan Aminuddin mengatakan, Menteri Edhy Prabowo sebaiknya tetap fokus pada kebijakan yang diambilnya tanpa mendengarkan celotehan pihak luar. Sebab, menurut Hasan, celotehan dari Menteri KKP lama itu justru semakin mempublikasikan kinerja baik dari Menteri Kelautan dan Perikanan sekarang.

"Pak Edhy tidak usah mendengarkan Bu Susi yang sedang nyanyi di luar panggung. Biarin aja. Semakin dia kenceng, semakin terpublikasi dengan baik kinerja Pak Edhy kan gitulah. Tingkatkan harkat dan martabat rakyat," ucapnya. Anggota Komisi IV DPR RI yang lain, Ahmad Ali menyatakan dukungan terhadap kebijakan ekspor benih lobster yang diteken Edhy Prabowo. Namun, ia menyarankan agar KKP memperbaiki narasi ekspor benih lobster itu agar dipahami masyarakat dan tidak menimbulkan kontroversi.

Ahmad Ali juga meminta Edhy Prabowo untuk tidak terpengaruh dengan kebijakan menteri yang lama. Ia pun berharap kepada masyarakat untuk memberikan kesempatan Menteri asal Gerindra itu untuk menunjukkan kinerja. "Jangan menari di atas panggung mantan menteri KKP deh. Pak Edhy yang punya kebijakan ini bahwa ini kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, jalan tanpa perlu memperdulikan narasi narasi yang ada di luar. Hari ini Edhy Prabowo jadi Menteri KKP, izinkan dia untuk melaksanakan program ini sampai selesai," katanya.

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mendukung kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang membuka ekspor benih lobster. Sebelumnya, ekspor benur itu dilarang pada era Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya, Susi Pudjiastuti. Sebagai orang yang hidup dari keluarga pesisir di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Fahri mengaku menyadari betul ekonomi sulit dialami para nelayan saat pelarangan ekspor benih lobster tersebut.

"Lima tahun terakhir itu memang mereka (nelayan) terpukul sekali oleh larangan larangan yang dibuat pemerintah. Padahal itu sudah hidup mereka aelama ini," kata Fahri dalam live IG Viva bertajuk 'Indonesia di Mata Fahri Hamzah', Senin (6/7/2020). "Akhirnya para pembeli pembeli liar dan penyelundup itulah yang datang ke mereka, terpaksalah mereka jual karena itu menyangkut hidup mereka hari itu, tidak jual lobster hari itu, tudak makan, anak mereka tidak sekolah dan seterusnya. Akhirnya mereka redup, dan begitu Pak Edhy membuka mereka pesta dan mereka senang," imbuhnya. Fahri mengatakan kebijakan Menteri Edhy itu disambut baik para nelayan di wilayah pesisir.

Sebab, menurutya kebijakan itu satu di antara cara mengentaskan kemiskinan warga pesisir. Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu juga menjelaskan bahwa hasil laut mudah atau rawan mati hingga busuk. Apalagi benur yang bentuknya hampir tak kasat mata, jika tak cepat dibawa dan dijual maka benih lobster itu akan mati.

"Kalau benih lobster ini tidak ada yang membeli itu juga mati, juga kalau tidak diangkut dari laut itu benur, kan karena kecil itu jadi pakan ikan di dalam. Sehingga dalam penelitiannya dari 100 persen kelahiran hanya 0,2 persen yang akhirnya hidup, 99,08 persen itu mati karena tidak survive karena mereka sangat kecil sekali atau dimakan seperti plankton plankton juga di dasar laut kita oleh ikan," ujarnya. Ketika ditanya perihal kepemilikan perusahaan di bidang benih lobster, Fahri mengaku diajak oleh para teman temannya yang terlebih dahulu menggeluti usaha itu.

Selain juga dirinya memang hidup dari keluarga yang bermukim di wilayah pesisir dan banyak sanak saudaranya yang mendirikan usaha bidang petambak. "Nereka tentu mengajak saya 'bang ayolah kita bareng bareng'," pungkas Fahri.

Berita Terkait

Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia di RS Mulia Bogor BREAKING NEWS

Maya Rosfi'ah

hingga SMA/SMK SMP SD 15 Mei 2020 buat PAUD Jadwal TVRI Belajar dari Rumah Jumat

Maya Rosfi'ah

Nama Sestama BNPB Dicatut Waspada Penipuan Berkedok Donasi Penanganan Corona

Maya Rosfi'ah

Ini 5 Poin Penting Isi Pidato Hari Guru Nadiem Makarim 25 November 2019

Maya Rosfi'ah

Peringatan Dini Senin 29 Juni 2020 Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Info BMKG

Maya Rosfi'ah

Novel Baswedan Heran Ada Jenderal Polisi Bintang 2 Ikut Membela Terdakwa

Maya Rosfi'ah

Dua Polisi Aktif Diduga Pelaku Penyiram Air Keras Terhadap Novel Baswedan Jadi Tersangka

Maya Rosfi'ah

Priska Madelyn Harapkan Pandemi Segera Berakhir! Ulang Tahun ke-17

Maya Rosfi'ah

Beredar Artikel Hoaks Polisi Akan Menembak Mati Para Perusuh People Power

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment