Image default
Metropolitan

Anies Baswedan Bakal Perbaiki Sistem e-Budgeting yang Dinilainya Banyak Kekurangan

Gubernur DKI Jakarta mengungkapkan ada masalah dalam sistem e Budgeting yang diwariskan oleh Gubernur DKI sebelumnya. Karena itu, dia sedang berusaha memperbaiki sistem tersebut. Hal ini ia lakukan agar gubernur DKI Jakarta yang akan menggantikan dirinya di periode selanjutnya tidak lagi mewariskan sistem tersebut.

Dijelaskan Anies, sejak ia menjabat sebagai orang nomor satu di DKI pada 2017 lalu, sistem peninggalan Gubernur (BTP) alias ini kerap kali menimbulkan angka angka aneh dalam anggaran DKI Jakarta. Sebab, Anies menganggap, sistem e Budgeting ini tidak mampu melakukan verifikasi secara otomatis. "Sistem sekarang ini sudah digital, but not a smart system . Itu hanya digital saja, tapi mengandalkan orang untuk me review ," ujarnya di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

"Itu sudah berjalan bertahun tahun. Karena itu ini akan diubah, tidak akan dibiarkan begitu saja. Let's do it in a smart way ," tambahnya menjelaskan. Menurutnya, sistem baru yang akan dibangun ini, nantinya akan langsung memberikan sinyal peringatan apabila angka yang diinput tidak masuk akal. "Begitu ada masalah langsung menyala. Red light . Begitu ada angka yang tidak masuk akal langsung muncul warning," kata Anies.

Dengan demikian, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini yakin, sistem ini mampu mengatasi permasalahan kejanggalan nilai anggaran yang ditemui dalam setiap pembahasan APBD dalam beberapa tahun belakangan ini. "Jadi begitu banyak algoritma yang harus ada di dalam sistem sehingga digital system is a smart system. Hari ini sistemnya digital tapi it's not a smart system ," tuturnya. Seperti diketahui, e Budgeting sendiri merupakan sistem penganggaran digital peningalan semasa menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2016 lalu.

Budgeting ini adalah sistem penyusunan anggaran yang didalamnya termasuk aplikasi program komputer berbasis web untuk memfasilitasi proses penyusunan anggaran belanja daerah. Saat itu, DKI Jakarta menjadi salah satu daerah yang pertama kali menerapkan sistem penganggaran ini secara penuh. Sistem ini pun diyakini mampu meminimalisasi korupsi dan menghemat anggaran hingga Rp 4 triliun.

Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pun sempat memberikan pujian terhadap sistem yang diwariskan ini lantaran masyarakat bisa ikut melalukan kontrol dan koreksi terhadap anggaran DKI Jakarta.

Berita Terkait

Usai Kerusuhan, Hari Ini Pasar Tanah Abang Beroperasi Normal Lagi

Maya Rosfi'ah

Satu RT di Jakarta Barat Ini Masih Tergenang Enam Hari Pascabanjir

Maya Rosfi'ah

Pelaku Ikat Korban Pakai Tali Plastik Beredar Video Perampokan Toko Emas di Ciledug

Maya Rosfi'ah

Cerita Suami yang Bacok Istri di Tangsel karena Tak Tahan Dengar Pasangannya Selingkuh

Maya Rosfi'ah

Wanita Ditemukan Tewas Tanpa Busana dengan Kaki dan Tangan Terikat di Apartemen, Begini Kronologinya

Maya Rosfi'ah

Tawarkan Layanan Seks Perampokan Bermodus Penyuka Sesama Jenis Cari Mangsa di Medsos

Maya Rosfi'ah

Penembakan di Ruko Royal Gading Square Saksi Dengar Tembakan 3 Kali 1 Pria Tewas BREAKING NEWS

Maya Rosfi'ah

Makan Opor dan Rendang Saat Lebaran, Wanita Ini Bakar Lemak saat Car Free Day

Maya Rosfi'ah

Ini Sebabnya Petugas Ber-APD Malah Diusir & Nyaris Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP Corona yang Kabur

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment