Image default
Sport

Anthony Joshua & Tyson Fury Berpeluang Ambil Keuntungan dari Penundaan Jadwal Tinju Dunia

Anthony Joshua dan Tyson Fury berpeluang mengambil keuntungan dari penundaan berbagai jadwal tinju dunia yang disebabkan pandemi Covid 19. Anthony Joshua awalnya dijadwalkan akan menghadapi Kubrat Pulev pada bulan Juni mendatang. Sementara, Tyson Fury juga akan bertanding ulang menghadapi Deontay Wilder pada bulan Juli.

Hanya saja, jadwal kedua petinju dunia tersebut kemungkinan bisa ditangguhkan karena wabah virus corona yang tengah menyerang. Seperti yang diberitakan oleh , Kubrat Pulev telah mengklaim jika pertarungannya menghadapi Joshua akan ditangguhkan hingga akhir tahun ini. Sementara bentrokan Tyson Furry dengan Deontay Wilder juga dapat dibatalkan mengingat belum ada kepastian tanggal dan tempat pelaksanaan kedua petarung tersebut.

Eddie Hearn yang menjadi salah satu promotor tinju dunia mengungkapkan baik Anthony Joshua dan Tyson Furry dapat mengambil keuntungan dari situasi tersebut. Sang promotor mengatakan keduanya justru bisa melakukan pertarungan, apalagi baik Anthony Joshua dan Tyson Furry memiliki reputasi yang cukup baik bagi para penggemar tinju dunia. "Yah saya tiba tiba berpikir, apakah pertarungan Joshua & Fury akan mulai diprioritaskan, apalagi keduanya memiliki reputasi yang melebihi pertarungannya dengan Kubrat Pulev," ujar Dan Hearn.

"Tetapi semuanya serba tidak pasti pada saat ini, sementara berbagai negara dan dunia tengah berusaha melawan pandemi Covid 19 ini," jelasnya. Pertarungan tinju di berbagai belahan dunia kini telah dihentikan utamanya di Inggris. Misalnya, pertarungan antara Josh Kelly lawan David Avenesyan yang dijadwalkan akan digelar 28 Maret terpaksa dibatalkan.

Pertarungan keduanya akan segera dijadwal ulang seusai pandemi Covid 19 telah selesai. Pertarungan Anthony Joshua melawan Kubrat Pulev bisa saja tertunda setelah bermasalah dengan virus corona. Duel yang akan memperebutkan gelar juara dunia kelas berat milik Joshua ini sebenarnya akan dilangsungkan pada 20 Juni 2020 mendatang di Tottenham Hotspur Stadium.

Namun akibat Liga Inggris yang ditangguhkan hingga tanggal 30 April, kemungkinan besar duel tinju kelas berat ini akan mengalami pemunduran jadwal. Hal ini disampaikan oleh promotor pertandingan tersebut Eddie Hearn yang mengatakan kemungkinan jadwal pertandingan akan dimundurkan hingga Juli. "Untuk pertarungan Anthony Joshua, sudah ada kemungkinan rencana untuk memindahkan duel ke Juli."

"Kami sebenarnya sudah memiliki rencana tanggal, namun sekarang, kami masih berharap 20 Juni masih bisa dilaksanakan," terang Hearn dilansir Dirinya pun mengatakan sudah berbicara dengan pihak Tottenham mengenai jadwal penggunaan Stadionnya. Selain itu, Anthony Joshua sendiri ngotot untuk bertanding di Inggris tepatnya di London, karena ingin bermain di tanah kelahirannya sendiri.

Terakhir kali Joshua bertanding di London adalah ketika menang melawan Alexander Povetkin di Stadion Wembley pada September 2018 lalu. "Ini adalah persyaratan dari Anthony di laga selanjutnya, Sebuah keinginan dirinya untuk bertinju di Inggris." "20 Juni masih sedikit lama, ini masih dalam rencana kami, kami juga sudah membicarakan kepada pihak Tottehham sejak lama dan memastikan dua belah pihak akan menemukan kata sepakat," jelas Hearn.

Sedangkan Alasan utama mengenai penundaan duel ini adalah keterbatasan tim medis yang saat ini masih sibuk mengurusi pasien Corona di Inggris. "Apa yang dikatakan pihak Tinju Inggris adalah sulit untuk mengatakan duel, hal ini disebabkan kami akan kesulitan untuk menemukan dokter dan tim medis yang bisa berpartisipasi pada laga nanti." "Takutnya nanti jika ada cedera pada pelaksanaan kami belum mengetahui jika dokter dan tim medis yang tersedira memiliki pengetahuan dan paham mengenai kebutuhan medis," ungkapnya.

Hearn sendiri akan berusaha laga nanti tetap akan disaksikan oleh penonton secara langsung di Stadion. "Saya tidak bisa bayangkan kami akan melakukan pertandingan secara tertutup tanpa penonton." "Bisa anda bayangkan Anthony Joshua berjalan melawan Kubrat Pulev di depan anda saya dan Adam Smith (Kepala divisi Tinju di Sky Sports) ? Itu tidak akan terjadi," jelas Hearn.

Sementara sebelumnya, Anthony Joshua sendiri merasa bersemangat bisa melaksanakan duel di negara asalnya. "Pada 20 Juni saya akan mempertahankan gelar dunia kelas berat yang saya miliki." "Saya kembali ke kota saya setelah waktu yang lama, sebuah Stadion yang spektakuler sudah dibangun di utara London dan saya merasa tersanjung bisa membawa komunitas tinju dari seluruh dunia dan membuat kami mencetak sejarah di sana dengan melangsungkan laga kelas berat dunia pertama," terang Anthony (6/3/2020) lalu.

Joshua sendiri mampu menjadi juara kelas berat dunia untuk sekali lagi usai merebutnya dari Andy Ruiz Jr pada Desember 2019 lalu di Arab Saudi.

Berita Terkait

Simulasi Pertandingan Ala PP Pelti Jadi Contoh buat Penyelenggaraan Tenis di Provinsi

Maya Rosfi'ah

Kembali Takluk Jalan Greysia/Apriyani menuju Semifinal Tertutup Hasil BWF World Tour Finals 2019

Maya Rosfi'ah

Momen Pebasket Naturalisasi Lester Prosper Sapa Penonton melalui Ucapan ‘Apa Kabar’

Maya Rosfi'ah

Link Live Streaming Final Swiss Open 2019 2 Wakil Indonesia Di Fase Puncak, Fajar/Rian Rinov/Pitha

Maya Rosfi'ah

Balapan Indianapolis 500 Ditunda hingga 23 Agustus Akibat Virus Corona Resmi

Maya Rosfi'ah

Proliga 2020 bertabur Bintang Tim Nasional Dimulai Januari ini

Maya Rosfi'ah

Pelari Asal Kenya Juarai Jakarta International 10K

Maya Rosfi'ah

Peluang Jumlah Race MotoGP 2020 Bertambah Sirkuit Le Mans Prancis Minta Dilibatkan

Maya Rosfi'ah

Jadwal Tanding Wakil Indonesia Babak 32 Besar Badminton Asia Championships 2019, Rabu Besok

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment