Image default
Internasional

Bandar Casino di Makau Rugi Besar Sejak Mewabahnya Viruss Corona

Beberapa perusahaan kasino di Makau telah merinci kerugian yang mereka alami pasca menutup sementara kasinonya selama mewabahnya virus corona di China. Kasino SJM Holdings Ltd. pun memastikan bahwa krisis memang tengah dihadapi pusat perjudian terbesar di dunia itu. Karena perusahaan ini telah menutup kasinonya selama 15 hari untuk menahan penyebaran virus corona.

Sementara Wynn Resorts Ltd. mengatakan pada 6 Februari lalu bahwa kasino mereka di Makau yang biasa menyumbang sekitar 75 persen dari total pemasukannya, turun USD 2,5 juta dalam sehari. Sedangkan Melco Resorts & Entertainment Ltd. menyampaikan bahwa mereka akan mundur dari kesepakatan senilai USD 1,2 miliar untuk mengambil 20 persen saham di Crown Resorts Ltd. Australia dan akan meninjau kembali semua investasi non inti tahun ini. Dikutip dari laman Bloomberg, Senin (10/2/2020), secara keseluruhan, Fitch Ratings memprediksi bahwa krisis tersebut dapat menghapus aliran kas sebesar USD 3,3 miliar untuk enam operator Kasino di Makau ini.

Termasuk Wynn, Melco dan dua perusahaan yang terdaftar di Amerika Serikat (AS), serta bisnis yang berada di wilayah China, tepatnya di seberang Hong Kong yakni Las Vegas Sands Corp. dan MGM Resorts International. Namun demikian, berapa besar kerugian yang dialami perusahaan perusahaan kasino tersebut tergantung pada berapa lama waktu yang dibutuhkan pemerintah China mengendalikan virus mematikan itu. Pemasukan USD 36 miliar di Makau selama ini sangat bergantung pada pengunjung China.

Perlu diketahui, selama liburan Tahun Baru Imlek pada awal 2020, industri pariwisata di Makau pun mengalami penurunan drastis sekitar 80 persen dan angka ini belum termasuk penutupan sementara kasino kasino itu. Seperti yang disampaikan Pendiri Pacific Intermediary Co., U lo Hung. Pacific Intermediary Co., merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan jasa pengaturan perjalanan wisata, penyediaan kredit, serta permainan judi tingkat tinggi di China.

"Sangat menyakitkan mengetahui bahwa kita masih perlu membayar staf dan biaya tetap lainnya, meskipun kasino sedang tutup sementara," kata Hung. Ia pun menjelaskan bahwa dirinya tengah sibuk membatalkan reservasi hotel dan tiket untuk para kliennya, akibat mewabahnya virus ini. "Satu satunya pekerjaan yang telah saya lakukan belakangan ini adalah terus membatalkan pemesanan hotel dan penerbangan klien saya," jelas Hung.

Hingga kini belum jelas kapan kasino kasino tersebut akan kembali beroperasi. Namun Fitch Solutions Macro Research memperingatkan dalam sebuah laporannya yang diterbitkan pada 5 Februari lalu bahwa para penjudi China harus mempertimbangkana rencana mereka untuk pelesiran dan memutar uang secara besar di Makau. Karena saat ini situasi sangat berisiko dan hampir semua elemen pendukung sektor ekonomi terpukul atas mewabahnya virus corona.

Sehingga hal ini tentunya membuat semua orang harus menahan diri dan memperketat pengeluaran mereka. Dalam laporannya, Fitch mencatat 'risiko signifikan' dari perpanjangan penutupan kasino itu dan meramalkan ekonomi Makau akan menyusut 3,8 persen pada tahun ini setelah mengalami 'kontraksi 3,2 persen pada periode yang sama di tahun 2019. Operator kasino Makau yang tengah terkepung ini berharap Tahun Tikus akan membawa keberuntungan bagi mereka.

Para pengusaha pusat perjudian ini tengah berusaha mencari celah dari kebuntuan perdagangan antara AS China agar bisa membangkitkan kembali para pengunjung di daratan China. Resor pun telah memulai proyek yang bernilai miliaran dolar AS, termasuk pembangunan tahapan baru resor Galaxy Entertainment Group Ltd. di Jalur Cotai dan Sands China Ltd. yang memulai debutnya dengan membangun resor bertema Inggris 'Londoner'. Selain itu, Makau pun tengah berharap untuk terealisasinya proyek bernilai 39 miliar dollar Hong Kong atau setara USD 5 miliar dari miliarder SJM Stanley Ho yang tertunda sejak lama.

Saat ini, dengan terhentinya perjalanan di sekitar wilayah Macau, tidak jelas kapan kembalinya para pekerja migran yang bekerja pada proyek proyek konstruksi itu. Renovasi dan proyek pengembangan memang sangat penting bagi Makau untuk menciptakan kembali kota yang menawarkan wisata lebih ramah kepada kalangan menengah. Turis dan penjudi pun untuk kali pertama telah menyumbang lebih dari setengah pendapatan permainan judi Makau pada tahun lalu.

Sementara kasino kasino tengah bersemangat untuk terus memperluas daya tarik mereka. Kasino Las Vegas misalnya, sekitar dua pertiga dari pendapatannya berasal dari sumber non judi, seperti kuliner, hiburan dan ritel. Sektor itu menyumbang sekitar 10 persen dari pendapatan mereka di Makau.

Namun untuk saat ini, hanya sedikit yang bisa dilakukan oleh operator kasino. Monorel kosong, beberapa toko dan restoran pun beroperasi hanya beberapa jam saja. Reruntuhan di Gereja Santo Paulus yang terkenal di Macau yang biasanya dipenuhi turis, kini sepi.

Pada pengumuman hasil pendapatannya pada 29 Januari lalu, Presiden Las Vegas Sands Robert G Goldstrein pun mencoba optimis. "Akan ada banyak orang di kasino kami, setelah virus itu berhasil diatasi. Kami dengan senang hati akan melayani dan menyambut kembalinya mereka," kata Goldstrein.

Berita Terkait

Flu yang Mengerikan Aktris & Komedian Ali Wentworth Bagikan Pengalamannya sebagai Pasien Covid-19

Maya Rosfi'ah

Gempa Magnitudo 8.0 Guncang Wilayah Hutan Amazon Peru, Getaran Terasa Hingga 3 Negara Tetangga

Maya Rosfi'ah

Ibu ini Viral Setelah Mengantarkan GrabFood, Si Pelanggan Juga Terkejut Ketika Pesanannya Sampai

Maya Rosfi'ah

Alami ‘Mata Malas’, Bocah Usia 4 tahun Harus Jalani Operasi Mata Karena Kecanduan Gadget

Maya Rosfi'ah

Pejabat di Seoul Sebut Kim Jong Un Tampaknya Tak Jalani Operasi Jantung BREAKING NEWS

Maya Rosfi'ah

VIRAL! Tanpa Takut Buaya Pria Ini Selamatkan Bayi umur 45 Hari Dengan Baskom Dari Kepungan Banjir

Maya Rosfi'ah

Mulai Hari Ini 70 Masjid di Singapura Ditutup Selama 5 Hari

Maya Rosfi'ah

di Inggris Ada 6 Kasus yang Dilaporkan dalam 24 Jam Virus Corona Semakin Menyebar

Maya Rosfi'ah

S 400, Rudal Super Canggih Buatan Rusia Yang Bikin Turki Berpaling Dari Amerika Serikat

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment