Image default
Metropolitan

Bangsa Indonesia Punya Daya Rekat yang Begitu Kuat Sejak Masa Lalu kata Kiai Maman

Tepat tanggal 10 Ramadan Tahun kedelapan Hijriah, Nabi Muhammad SAW menguasai Mekkah tanpa pertumpahan darah. Peristiwa penting itu menjadi bukti bahwa Islam adalah agama damai yang mencintai kemanusiaan. Momen rekonsiliasi yang disebut Fathul Makkah ini terjadi di bulan rahmah atau kasih sayang, yaitu Ramadan. Karenanya, Ramadan harus menjadi momentum bagi umat Islam, khususnya bangsa Indonesia untuk menguatkan kembali daya rekat persaudaraan sesama anak bangsa pasca berlangsungnya Pemilu 2019 ini.

“Bangsa Indonesia punya daya rekat yang begitu kuat sejak masa lalu. Yaitu ukhuwah atau persaudaraan. Baik persaudaraan sesama umat Islam, sesama anak bangsa dan sesama umat manusia. Inilah modal agar Pemilu ini tidak menyisakan keretakan sosial yang melebar karena perbedaan pilihan politik, utamanya terkait Pilpres,” ungkap Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH. Maman Imanulhaq, Selasa (14/5/2019). Kiai Maman menambahkan bahwa Ramadan adalah madrasah ruhani yang akan mengasah seorang yang aktif dalam semua ritual kesalehannya menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi kehidupan. Mereka menjadi pejuang yang berani hidup. Berbeda dengan seorang teroris yang berani mati karena keyakinan yang salah sehingga membuat keruksakan dan kerugian yang besar kepada orang lain.

Tokoh muda NU ini menegaskan bahwa makna jihad adalah memperjuangkan nilai Islam berupa perdamaian, kesejahteraan dan keadilan sesuai tuntunan Rasulullah. Inilah dakwah yang konstruktif tanpa paksaan dan kekerasan. Bukam dalam bentuk radikalisme, apalagi terorisme. Mengacu pada surat Al Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa bagi orang orang yang beriman, Kiai Maman mengingatkan pentingnya memperkuat nilai keimanan. “Ramadan itu ajakan keimanan. Kekuatan iman akan melahirkan sosok atau pribadi yang amanah dan tidak khianat, termasuk tidak khianat pada komitmen kebangsaan dan kemanusiaan. Orang yang beriman akan selalu berjuang menciptakan rasa aman, tentram pada lingkungan dan pada diri sendiri. Mustahil bagi seorang muslim yang beriman akan berbuat kekerasan, radikalisme, intimidasi, apalagi melakukan aksi terorisme," papar pimpinan Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Majalengka, Jabar ini.

Di akhir uraiannya, Kiai Maman membacakan beberapa hadist dalam Kitab Al Arba'in An Nawawiyah karya Imam Nawawi tentang hakikat niat, hijrah dan karakter orang yang bertakwa. “Orang yang bertakwa memiliki karakter dermawan, sabar, mampu menahan amarah, mudah memaafkan. Bukan orang yang kasar, tukang caci maki, melawan pemerintah dan menyebarkan kebencian,” tuturnya. Menurutnya, karakter takwa ini yang sangat diperlukan dalam menunggu proses Pemilu 2019. Semua pihak diharapkan bersabar dan saling bahu membahu dalam mengantisipasi pernyataan maupun manuver kelompok kelompok tertentu yang ingin membangun persepsi kegentingan atau ketegangan pasca Pemilu 2019.

“Mari kita isi Ramadan ini dengan kedamaian dan rasa syukur. Kita bersyukur kepada Allah karena pemungutan suara berjalan lancar. Terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah membuktikan bahwa demokrasi kita bisa berjalan dengan baik, damai dan aman,” jelas Kiai Maman.

Berita Terkait

Ini Penjelasan Polisi Mayat Pria Ditemukan di Kamar Mandi Toko Kaca di Depok

Maya Rosfi'ah

Yang Ingin Sehat Badannya Bershalawatlah yang Ingin Lancar Rezekinya Pesan Maulid Nabi

Maya Rosfi'ah

Jadi Buronan, Pelaku Begal Payudara di Bintaro Diduga Kabur ke Luar Kota

Maya Rosfi'ah

Jumlah Rombongan Kini Bisa Lebih Dari 5 Orang Anies Ubah Peraturan Gubernur Perjalanan Dinas

Maya Rosfi'ah

Ini Daftarnya 66 RW di Jakarta yang Masuk Zona Merah Covid-19

Maya Rosfi'ah

Alami Luka Robek Akibat Dipukul Pelaku Saat Pertahankan Tas Wanita di Bekasi Jadi Korban Jambret

Maya Rosfi'ah

Pagelaran Seni Budaya Tarian Kolosal Nyimas Melati Gambaran Pejuang Dari Tangerang

Maya Rosfi'ah

Saat Erwin & Vino Menenangkan Jalan Ahmad Dahlan dengan Musik

Maya Rosfi'ah

Sekda DKI Tidak Menggunakan Kata ‘Reklamasi’ Tapi ‘Perluasan Daratan’ Kawasan Ancol

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment