Image default
Kesehatan

Benarkah Kecanduan Internet Bisa Turunkan Daya Ingat dan Fungsi Otak? Simak Penjelasannya!

Di zaman sekarang, penggunaan internet nampaknya hal yang nyaris tidak pernah ditinggalkan oleh masyarakat. Bahkan, sebagian besar orang nampaknya tidak bisa hidup tanpa internet. Namun, kabar buruk menerpa pengguna internet.

Terlalu banyak menggunakan internet ternyata dapat mengacaukan otak, terutama ingatan kita. Perilaku kecanduan internet diyakinibisa menurunkan daya ingat dan fungsi otak seseorang. Dilansir Medical Daily , sebuah studi internasional yang diterbitkan dalam World Psychiatry menunjukkan bahwa internet dapat menghasilkan perubahan akut dan berkelanjutan dalam area spesifik kognisi manusia.

Hal ini meliputi proses mental untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman melalui pengalaman dan indera. Perubahan yang berkelanjutan ini mungkin mencerminkan perubahan fisik di otak. Hal ini dapat memengaruhi kapasitas seseorang untuk memperhatikan, memengaruhi proses ingatan, dan memengaruhi interaksi sosial.

Dalam studi pertama ini, para peneliti menyelidiki hipotesis terkemuka tentang bagaimana internet dapat mengubah proses kognitif. Studi ini juga meneliti sejauh mana hipotesis didukung oleh temuan terbaru dari penelitian psikologis, psikiatris dan peneliti pencitraan otak. Laporan ekstensif menggabungkan bukti yang menunjukkan bagaimana internet dapat mempengaruhi struktur otak, fungsi, dan perkembangan kognitif.

"Misalnya, arus informasi yang tak terbatas dari internet mendorong kita untuk terus menerus membagi fokus pada beberapa hal. Kondisi itu kemudian dapat mengurangi kapasitas kita untuk mempertahankan konsentrasi pada satu hal," imbuh Firth. Firth mencatat bahwa dunia online menyajikan fakta dan informasi tak terbatas yang dapat diakses oleh seluruh masyakarat dunia secara konstan. Pola perilaku ini tampaknya berpotensi mengubah cara orang dalam menyimpan dan menghargai fakta dan pengetahuan yang diterima ke otak.

Banyak kekhawatiran yang muncul atas pola perilaku kecanduan internet dan penerimaan informasi oleh otak. Wakil direktur penelitian di NICM Health Research Institute, Western Sydney University sekaligus penulis senior, Prof. Jerome Sarris, melaporkan ledakan rangsangan yang terjadi di otak akibat internet. "Perhatian menjadi terbagi dan menghadirkan sejumlah kekhawatiran," kata Sarris.

Sarris mengkhawatirkan peningkatan penggunaan internet, khususnya Instagram, pada masyarakat. Menurutnya, internet memiliki kemampuan untuk mengubah struktur dan fungsi otak. Selain itu, internet juga berpotensi mengubah tatanan sosial masyarakat.

Sarris mengingatkan agar pengguna internet harus bijak dan berhati hati. Ia berujar, pengguna internet harus mengurangi pekerjaan ganda di dunia maya. Masyarakat juga diharapkan memeriksa aktivitas malam di dunia maya.

Selain itu, interaksi langsung kepada orang lain lebih disarankan daripada berkomunikasi melalui dunia maya. Temuan dari penelitian ini juga menyoroti betapa lebih banyak orang harus belajar tentang dampak dunia digital terhadap kesehatan mental dan kesehatan otak. Tentu saja ada manfaat potensial yang ditemukan untuk beberapa aspek kesehatan.

Namun, masyarakat perlu menyeimbangkannya dengan risiko potensial.

Berita Terkait

Edukasi Gizi yang betul Diperlukan buat Akhiri Polemik Susu Kental Manis

Maya Rosfi'ah

Bisa Lawan Kanker Manfaat Infused Water Mentimun yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Maya Rosfi'ah

5 Inovasi Produk Makanan Terbaik buat Membantu Menanggulangi Stunting & Anemia

Maya Rosfi'ah

Para Diplomat Negara Barat Cemaskan Cara Indonesia Tangani Virus Corona

Maya Rosfi'ah

Makanan Sehari-Hari Ini Bisa Jadi Pemicu Coba Cek Bermasalah dengan Kolesterol

Maya Rosfi'ah

Perubahan Ani Yudhoyono Usai Dijenguk Putra Sulungnya, Annisa Pohan Ungkap Sang Mertua Segar Lagi

Maya Rosfi'ah

Tips Mengatasi Sulit Tidur bagi Ibu Hamil

Maya Rosfi'ah

Diabetes dan Hipertensi Picu Kerusakan Ginjal

Maya Rosfi'ah

dari Gandum Alpukat hingga Bawang Putih Daftar Makanan buat Jaga Kesehatan Jantung

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment