Image default
Bisnis

Benarkah Pembatasan Pembelian Gas LPG 3 Kg Bakal Rugikan UMKM

Rencana pemerintah untuk membatasi penyaluran dan penyesuaian harga LPG 3 kilogram (kg) dinilai akan merugikan pelaku usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM). Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan, banyak pelaku usaha kecil masih mengandalkan LPG 3 kg sebagai modal untuk mengembangkan bisnisnya. Oleh karenanya, rencana pembatasan LPG 3 kg ia sebut tidak mendukung keberlangsungan UMKM.

"Kebijakan ini sangat tidak berpihak kepada UMKM. Karena tabung 3 kg dipake selain UMKM yang begitu banyak, juga digunakan masyarakat kecil, yang kira kira mengharapkan subsidi pemerintah," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (16/1/2020). Menurutnya, pembatasan ini juga bertolak dengan wacana pemerintah untuk memaksimalkan potensi UMKM. Padahal, saat ini pemerintah tengah fokus merancang peraturan omnibus law tentang pemberdayaan UMKM.

Ikhsan pun meyakini bahwa dengan dibatasinya pembelian LPG 3 kg, banyak UMKM yang terpaksa menaikan biaya porduksi. Hal tersebut kemudian akan berimpilikasi kepada naiknya harga jual. "Berarti dia bisa berdampak ke kerugian. Apalagi sekarang kondisi ekonomi sedang kurang baik dengan daya beli yang menurun," katanya. Sebagai informasi, Pemerintah berencana akan menyalurkan gas LPG 3 kilogram dengan skema tertutup kepada masyarakat kurang mampu pada pertengahan tahun ini.

Wacananya, tabung gas 3 kilogram hanya dapat dibeli sebanyak tiga kali dalam sebulan. Bukan hanya itu, pemerintah juga berencana menyesuaikan harga jual LPG 3 kg dengan harga pasar.

Berita Terkait

BPJS Ungkap Ada 12 Kasus Fraud Selamatkan Kebocoran Rp1 Triliun

Maya Rosfi'ah

Ini Rinci Harga Baru Eceran Kabar Duka Perokok! Harga Rokok Naik 35 Persen Hari Ini 1 Januari 2020

Maya Rosfi'ah

Startup Kecantikan Social Bella Bakal Sumbang 10 Persen Hasil Penjualan buat Penanganan Covid-19

Maya Rosfi'ah

2 miliar Dolar AS American Airlines Kehilangan 2 Diterpa Pandemi Covid-19

Maya Rosfi'ah

Zilingo Ikuti Pameran Tekstil Terbesar di Indonesia

Maya Rosfi'ah

Putuskan Tak Perpanjang Kontrak hingga Bantah Berhenti Beroperasi Lion Air Pangkas 2.600 Karyawan

Maya Rosfi'ah

Tantangan Startup ‘Gurem’ Lebih Besar Ketimbang Unicorn Soal IPO

Maya Rosfi'ah

4 Instrumen Investasi yang Layak Koleksi Saat Resesi

Maya Rosfi'ah

Pemerintah Diminta Segera Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment