Image default
Seleb

Berapapun Nominalnya Tak Sebanding dengan Keselamatan Cut Tary Tinggalkan Syuting Sementara

Sempat ingin terus syuting menghibur penonton melalui layar kaca, aktris dan presenter Cut Tary memutuskan untuk tak melanjutkan kegiatannya. Awalnya ia memang ingin tetap bekerja, namun mengingat banyaknya orang yang telah terinveksi wabah, membuatnya mengurungkan niat. Menurutnya, nominal gaji yang ia terima tak sebanding dengan keselamatan jiwanya di tengah wabah seperti ini.

Apalagi sejumlah artis dan public figure telah dinyatakan positif corona. Berikut postingan Cut Tary yang ia unggah di Instagram, "Tadinya saya mau posting ini dengan maksud menyemangati diri sendiri

Untuk tetap melaksanakan kewajiban perkerjaan saya Yang tidak mungkin saya lakukan secara #workfromhome . Tapi perhari ini saya memutuskan untuk memberhentikan sementara

Segala aktivitas apapun demi sepenuhnya mengikuti ‘self quarantine’ atau karantina diri di rumah. Saya berpikir berapapun nominal tidak akan sebanding dengan keselamatan jiwa saya. Menjaga diri sendiri sama dengan artinya kita menjaga keluarga dan orang sekitar kita,

Dengan berusaha memutuskan mata rantai virus covid 19 ini. Situasi ini bukan main main dan bukan bahan canda’an, Ini situasi yang benar benar darurat yang bisa membahayakan keluarga kalian.

Kita relakan kebebasan diri kita demi kebaikan bersama. Dan saya sangat berterima kasih kepada tim medis Yang sudah berjuang untuk kita semua.

Mari bantu mereka, salah satu caranya dengan kita berdiam diri di rumah. Tertibkan diri, Ayo disiplinkan diri kita. Lewat Instagramnya, aktris yang merupakan istri dari Ganindra Bimo ini menyampaikan pesannya untuk masyarakat.

Seperti diketahui, Andrea memiliki gaya hidup sehat dan aktif berolahraga. "Siapapun bisa kena. Aku masih muda dan sehat. Rajin olah raga , Gak tau bagaimana virus Corona ini bisa ada di tubuh aku.

Jadi buat teman teman di luar sana, please #DiRumahAja. Jaga jarak. Karantina diri. Kalau kita disiplin, kita akan lebih cepat melalui ini semua. Kalau enggak, akan sangat berisiko untuk kita dan orang orang terdekat kita bisa terinfeksi.

Aku semangat dan berusaha menjalankannya. Berada di Rumah Sakit aku bisa saksikan bagaimana sulitnya situasi ini Dihadapi oleh para dokter dan perawat.

Bantu mereka bekerja, sayangi orang terdekat kalian dengan menjaga diri, Bertahan dengan sabar di rumah masing masing," tulis Andrea di keterangan fotonya. Sebelumnya, Andrea menjelaskan kronologinya sebelum dinyatakan positif Covid 19.

"Aku positif terinfeksi COVID 19. Melalui pesan ini aku pengen orang orang terdekatku yang aku sayangi, dan orang orang yang belakangan bertemu aku, bisa aware dan melakukan tindakan tindakan pencegahan sebelum virus ini makin menyebar. Don’t worry, I’m okay. Awalnya aku demam tanggal 13 Maret dan langsung dibawa ke RS Swasta. Di sana aku didiagnosis Demam Berdarah dan langsung opname. Tanggal 15 aku udah mulai fit. Tapi karena khawatir aku diminta untuk cek thorax. Hasilnya bagus. Cek influenza, hasilnya negative. Dan waktu scan paru, ada flek di kanan dan kiri. Karena ada flek maka besoknya tanggal 16 Maret aku cek swab untuk tes apakah aku terinfeksi virus Covid 19 apa tidak. Baru tanggal 18 Maret aku dikasih kabar kalo aku positif Covid 19.

Malem itu juga aku dipindahkan ke RS yang dirujuk pemeritah untuk aku diisolasi. Aku punya kondisi auto immune yang mana membuat aku punya tuntutan tertentu untuk menjaga kondisi immune ku. Aku sekarang ada di sebuah ruangan bersama 5 pasien positif lainnya dengan kondisi berbeda. Aku sehat dan tidak ada keluhan apapun. Tapi di ruangan ini beberapa temen tidak dengan kondisi sebaik aku. Perawat dan dokter di sini sangat ramah dan membantu. Tapi aku lihat sendiri bagaimana mereka sangat kuwalahan menghadapi banyaknya pasien, baik yang positif maupun yang suspect. Aku cukup beruntung mendapatkan tempat tidur, walau fasilitas kamar yang seadanya. Tapi di luar masih banyak yang tidak dapat tempat istirahat yang layak. Beberapa pasien bilang ada yang tidur di bangsal, bahkan di konteiner. Bila ada pihak yang berwenang membaca pesanku ini, mohon lebih diperhatikan lagi para tenaga medis ini, fasilitas dan penangan pasien yang diisolasi seperti hal – hal dasar; sanitizer, tissue, sabun, air minum, kami kekurangan. Yang juga penting adalah penanganan pasien yang membludak. Kami semua, baik pasien atau tenaga kesehatan di sini butuh pertolongan. Butuh peralatan yang layak dan system yang jelas," tulisnya,

Berita Terkait

Kini umur Kandungannya Sudah 8 Bulan Zaskia Mecca Sempat Ingin Gugurkan Saat Tau Hamil Anak ke-5

Maya Rosfi'ah

Jauh Kalau Bicara Sudah Ikhlas Senyum BCL dari Hari Pertama Ashraf Meninggal Pakar Ekspresi

Maya Rosfi'ah

Desainer Samuel Wongso Akui Lebih Repot Sibuk Traveling Penuhi Pesanan di Daerah

Maya Rosfi'ah

Gitu Aja Kok Repot Curhatan Azriel Hermansyah Jadi Sorotan Raul Lemos Pamer Kebahagiaan

Maya Rosfi'ah

Ada yang Sudah Meninggal 5 Artis Tanah Air Ini Pernah Jalin Hubungan dengan Pemain Sepak Bola

Maya Rosfi'ah

Proses Hukumnya Tetap Jalan Dwi Sasono Bakal Jalani Rehabilitasi

Maya Rosfi'ah

YaAllah Nikita Mirzani Bagikan Makan Sahur Nangis Dengar Pengakuan Keluarga Tidur di Pinggir Jalan

Maya Rosfi'ah

Iya Ngaku Bintitan Sampai di Rawat di Luar Negeri Operasi Kelopak Mata Lucinta Luna Ngaku

Maya Rosfi'ah

Lain kisah Bila Sosok Menantu Konglomerat Ini Setrika Sendiri Setrika Baju Hal Biasa Bagi Wanita

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment