Image default
Nasional

Berharap Dilakukan saat Tangerang Terapkan PSBB Ridwan Kamil Usul Penghentian KRL

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berharapPT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk menghentikan operasional Commuter Line atau KRL. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir pergerakan warga setelah diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bogor, Depok dan Bekasi. Menurutnya penghentian KRL dapat dilakukan setelah Tangerang menetapkan status PSBB, sehingga KRL yang melintasi wilayah Jabodetabek dapat dihentikan operasionalnya.

"Hasil kajian dari KCI kemungkinan akan dilakukan tanggal 18 (April) berbarengan dengan PSBB Tangerang. Kalau sekarang dilakukan, Tangerang belum PSBB, nanti enggak sinkron lagi. Nanti kita lihat hasil evaluasi,' ujarnya dilansir Kompas TV, Jumat (17/4/2020). Ridwan Kamil menjelaskan kewenangan pemberhentian KRL berada ditangan KRI bukan kepala daerah. "Bukan dari saya dari KCI. Dari KCI akan dieksperimenkan untuk dihentikan," imbuhnya.

Seperti diketahui 5 wilayah di Jawa Barat telah melakukan PSBB sejak Rabu (15/4/2020). Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi telah berstatus PSBB menyusul DKI Jakarta yang terlebih dahulu menerapkan PSBB. Pada haripertama penerapan PSBB di wilayah Bodebek (Bogor Depok Bekasi), jumlah penumpang KRL pada pagi hari mengalami penurunan cukup signifikan, yaitu 48.800 orang selama pukul 06.00 09.00.

Sementara itu,Vice President Corporate Communications PT KCI, Anne Purba mengaku belum mengambil keputusan akan usulan penghentian KRL. “Sampai saat ini pembahasan usulan tersebut masih dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT KAI, dan PT KCI,”ungkapnya dikutip dari Ia menambahkan jika PT KCI akan patuh terhadap keputusan bersama antara KCI dengan pemerintah daerah.

“PT KCI sebagai operator KRL yang beroperasi dan melayani masyarakat di tiga provinsi akan patuh terhadap kesepakatan yang dikeluarkan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Kita tunggu keputusannya, ya,”imbuhnya. Usulan penghentian KRL ini ditolak oleh anggota FraksiGolkarDPRDDKIJakartaJudistiraHermawan. Menurutnya, moda transportasi massal itu masih sangat dibutuhkan oleh para pekerja yang perusahaannya masih diizinkan beroperasi.

"Ya jangan (diberhentikan operasionalKRL), karena ada sektor usaha yang berjalan. Jangan jangan yang naik kereta itu yang bekerja di sektor itu, kasihan juga," ucapnya, Kamis (16/4/2020). Dibandingkan menyetop operasional KRL, Judistira menilai, seluruh pemerintah daerah sebaiknya lebih menggiatkan imbauan dan anjuran untuk tidak beraktivitas di luar rumah, kecuali bila ada keperluan mendesak. Dengan demikian, jumlah penggunaKRLdiharapkan bisa semakin ditekan dan penerapan physical distancing dapat berjalan dengan baik.

"Saya pikir mari kita suarakan imbauan lebih keras lagi kepasa masyarakat, aik di daerah penyangga dan di Jakarta untuk tisak bepergian jika tidak ada hal yang esensial," ujarnya dikutip dari Seperti diketahui, wacana penghentian operasionalKRLmulai ramai diperbincangkan beberapa hari belakangan ini. PT KCI sekalu operatorKRLCommuterline sendiri sampai saat ini masih mempertimbangkan opsi penghentian operasi ini.

Sebab, Jakarta dan beberapa wilayah lainnya di sekitarnya telah menerapkan PSBB demi mencegah penyebaran virus corona (Covid 19).

Berita Terkait

Warga Jabar Miliki Kesadaran Paling Rendah akan Bahaya Virus Corona Hasil Survei SMRC

Maya Rosfi'ah

Menkes Terawan Ingatkan agar Waspadai Penyakit Pasca Banjir

Maya Rosfi'ah

dari Mendaftar Kader hingga Resmi Jadi Bakal Calon Wali Kota Perjalanan Gibran Menuju Pilkada Solo

Maya Rosfi'ah

Pemerintah Terus Lakukan Negosiasi Arab Saudi Stop Sementara Jemaah Umrah Jubir Wapres

Maya Rosfi'ah

Imam Nahrawi Divonis Pidana Penjara Selama 7 Tahun BREAKING NEWS

Maya Rosfi'ah

Jokowi : Anak Saya Tak Ada yang Tertarik Politik

Maya Rosfi'ah

1 Juta ASN pada Agustus 2020 Gaji Ke-13 PNS Siap Cair buat 4 Siapa Saja Penerimanya

Maya Rosfi'ah

Fadli Zon Minta Patroli di Laut Natuna Dilengkapi Drone

Maya Rosfi'ah

BPN Minta LPSK Lindungi Saksi, TKN Singgung Kasus Kotawaringin: Awas Rekayasa

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment