Image default
Metropolitan

Berikut Detik-detik Peristiwanya Tukang Ojek Bakar Rumah Suami Sang Pacar Motif Asmara

Seorang tukang ojek nekat membakar rumah milik Herman, Warga Ciputat, Tangerang Selatan. Tukang ojek bernama Sutanto melakukan aksinya tersebut karena kalut, sang kekasih yang masih berstatus istri dari Herman menghilang entah kemana. Keysha (12), anak Herman mengalami luka berat. 80 persen badannya terbakar dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

"Awalnya jam 11 an saya jemput anak saya yang di rumah kaka saya, suruh tidur kan. Saya masuk saya kunci, saya lihat enggak ada orang kan. Sekitar jam setengah 12 anak saya tidur. Saya pindah dong ke kamar saya," ujar Herman mengawali cerita, di kediaman kakaknya tidak jauh dari rumahnya di bilangan Jalan Punawarman, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (7/8/2020). Setelah terlelap tidur, tiba tiba Nursiyah (62), ibunda Herman berteriak kepanasan. Saat Herman bangun, api sudah menjalar ke kasur tempat ibunya tidur.

Herman langsung mengambil air sebisanya berusaha memadamkan. "Tiba tiba jam duaan saya dengar suara ibu saya teriak kepanasan. Pas saya lihat ada api di kasur ibu saya. Pas saya lihat kamar saya, api sudah besar. Saya ambil air siram ke kasur ibu saya agak padam kan," ujarnya. Satu keluarga panik. Asap semakin membumbung dari dalam rumah.

Sementara api terus menjilat material rumah yang mudah terbakar. "Saya ambil lagi, saya siram ke kamar anak saya, meleduk, apinya meleduk nyiprat ke muka saya. Sesak saya, gelap enggak bisa napas," ujarnya. Herman lari ke dapur dan membuka jendela.

Ia keluar memanjat naik ke genteng dan membobolnya agar asap bisa keluar. "Saya lari ke dapur, kan ada jendela kecil, saya jebol naik tembok sebelah ke genteng saya teriak minta tolong ke tetangga sambil jebol genteng karena asap banyak kan," ujarnya. Dari atas atap, Herman masih bisa mendengar suara anaknya memanggil.

Sementara di depan rumah warga sudah mulai berdatangan memadamkan menggunakan peralatan seadanya. "Dia masih manggil saya tuh anak saya, papah, papah. Saya bilang tunggu sebentar papah mau turun. Warga sudah ramai sambil mencoba mendobrak pintu dan nyiram nyiram," ujarnya. Nafasnya sedikit memburu saat Herman menceritakan akhirnya pintu depan bisa dijebol dan anak serta ibunya berhasil dikeluarkan dari kobaran api.

Meski api hanya menyala 15 menit. Namun bagi Herman, itu 15 menit terberat dalam hidupnya. "Akhirnya turun lewat depan. Enggak lama api padam, anak saya sama ibu saya terselamatkan," ujarnya. Herman minta tolong pamannya untuk membawa anak dan ibunya ke rumah sakit terdekat menggunakan mobil.

"Buru buru digotong ke depan. Saya manggil om saya. Langsung dibawa ke UGD (Rumah Sakit Hermina Ciputat)," ujarnya. Di perjalanan menuju rumah sakit, Keysha tidak henti mengeluhkan rasa sakitnya. Herman hanya bisa menguatkan. "Kondisi anak saya habis terbakar, perih perih. Iya perih luka bakar itu, nangis kesakitan. Karena di rumah sakit Hermina alatnya kurang memadai jadi dioper ke RSPAD, memang khusus spesialis kulit," ujarnya.

Keysha (12) kini terbaring kritis di ruang ICU Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat karena luka bakar yang dideritanya. Keysha menjadi korban pembakaran rumah bersama ayahnya, Herman (38) dan neneknya, Nursiyah (62). Rumah tersebut dibakar oleh seseorang yang belakangan diketahui bernama Sutanto pada Selasa dini hari (5/8/2020).

Ketiganya sedang tidur saat tiba tiba api membesar. Herman yang berusaha menyelamatkan anak dan ibunya sempat kesulitan karena api sukar dipadamkan. 80 persen tubuh Keysha menderita luka bakar.

Herman dan ibunya juga terluka bakar di beberapa bagian, tidak separah Keysha. Setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Hermina Ciputat, Herman dan ibunya sudah kembali pulang, tinggal di rumah saudaranya. Luka bakar yang cukup dalam membuat Keysha harus dibius total selama tiga hari sampai hari ini.

"Sekarang masih dibius biar enggak sadar. Karena dia kan enggak tahan kan dengan sakit itu. Sudah kritis anak saya," ujar Herman, Jumat (7/8/2020). Terbata bata, Herman mengatakan, meski anaknya dibius, namun kakinya tidak berhenti kejang kejang. Wajah Herman yang masih banyak bekas luka bakar terlihat lesu.

"Dibius terus selama tiga hari di ruang ICU. Keadaannya sih dia sekarang lagi kritis. Sudah dibius total, tapi kakinya kejang kejang, karena efek sakitnya itu yang luar biasa," ujarnya. Saat ini, Sumarni, sang mantan istri yang sedang menjaga Keysha di rumah sakit. "Saya bilang gini, itu keadaan sudah darurat sudah gawat. Dari pada kamu nyesal nanti anak kamu kenapa kenapa, tolong datang. Semoga sih mudah mudahan semua sehat sehat saja. Ini anak sehat normal," ujarnya.

Aparat kepolisian mengungkapkan modus yang digunakan Sutanto untuk membakar rumah Herman di bilangan Jalan Purnawarman, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Selasa (5/8/2020) lalu. Kebakaran ulah Sutanto itu menimbulkan korban luka bakar, yakni Herman, ibunya Nursiyah (62) dan anaknya Keysha (12). Yang terparah Keysha, 80 persen tubuh anak itu hangus.

Kanit Reskrim Polsek Ciputat, Iptu Erwin Subekti mengatakan, Sutanto membakar rumah Herman pada pukul 03.00 WIB. Sutanto datang membawa dua jeriken bensin dan menuangkan ke bagian depan rumah Herman. Kemudian, bensin tersebut diarahkan rangkaian korek batang yang diikat sedemikian rupa dengan obat nyamuk.

Obat nyamuk menjadi sumbu yang kemudian membakar korek dan apinya menjalar melalui ceceran bensin yang sudah dituang. "Pentol korek api ini dia taro di obat nyamuk bunder. Kemudian menjalar dan membakar korek ini. Dan menyambar ke bensin. Otomatis ke jeriken yang ada bensinnya. Kan di situ jerikennya terbakar, meledak dan kemudian terkena ke pintu. Dan kena ke bagian yang lain," ujar Erwin saat gelar rilis kasus pembakaran rumah tersebut di Mapolsek Ciputat, Jumat (7/8/2020). Hal itupun dikonfirmasi oleh Sutanto yang diberi kesempatan berbicara kepada awak media.

Sutanto mempelajari cara membakar tersebut secara otodidak. "Sendiri, belajar sendiri, negedadak gitu aja. Karena obat nyamuk kan nyalanya menjalar kena pentol korwk kan juga menyala," ujar Sutanto. Meski Sutanto mengaku hanya berniat memberi peringatan, namun bensin yang digunakannya sangat banyak.

"Dua jeriken ya delapan liter lah kurang lebih," ujarnya. Kasus pembakaran rumah yang mengakibatkan satu keluarga menderita luka bakar parah akhirnya terungkap setelah pelaku, bernama Sutanto, tertangkap. Ketiganya menderita luka bakar, yang terparah Keysha, 80 persen tubuh anak itu hangus.

Bukan tanpa sengaja, ternyata kediaman Herman dibakar oleh pria yang bernama Sutanto itu. Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika, mengungkapkan, motif dari Sutanto membakar rumah Herman karena urusan percintaan. Endy memaparkan, Herman memiliki istri bernama Sumarni. Namun hubungan mereka tidak berjalan baik hingga pisah ranjang dan sudah dalam pengajuan cerai di Pengadilan Agama Tigaraksa.

Sementara, Sutanto adalah teman SMP Sumarni yang pernah cinta monyet dan kembali bertemu pada tahun 2017. Sejak saat itu, hubungan Herman dan Sumarni renggang, Sutanto masuk dan menjalin asmara. Mulai 2017 sampai awal 2020 ini, Sutanto dan Sumarni sempat tinggal satu atap meskipun belum menikah, karena belum ada putusan cerai.

"ST (Sutanto) dan SM (Sumarni) ketemu itu di tahun 2017 kemudian di tahun 2018 bulan Mei mereka hidup bersama sampai bulan Juni 2018. Kemudian SM meninggalkan ST pelaku, kemudian kembali ketemu lagi di 2018 November sampai Januari 2019 itu hidup bersma." "Kemudian Januari SM meninggalkan ST lagi, kembali lagi ketemu di januari 2020, jadi satu tahun dari januari 2019 sampai januari 2020 tidak ketemu, sampai hidup bersama Juni 2020 kemarin," papar Endy saat gelar rilis kasus pembakaran tersebut di Mapolsek Ciputat, Jumat (7/8/2020). Setelah Juni 2020 itu, Sumarni kembali menghilang, Sutanto pun kesulitan mencari.

Pesan singkat dan teleponnya tidak pernah digubris, walaupun Sutanto sudah menyatakan serius mencintai dan akan mengajak Sumarni ke pelaminan usai urusan perceraiannya rampung. Tidak kunjung mendapat jawaban, Sutanto berbuat gila untuk mencari perhatian menunjukkan keseriusannya kepada Sumarni. Pria yang sehari hari bekerja sebagai pengemudi ojek online itu malah melampiaskannya dengan membakar rumah Herman.

"Nah pada akhirnya ST melakukan pengancaman serius untuk hubungan dengan SM, tapi tidak digubris. pada akhirnya ST dongkol melakukan peringatan dengan hanya ingin menurut pengakuan ST bahwa dia tidak main main. Dilakukanlah pembakaran di rumah tersebut (rumah Herman) yang mana seperi kita ketahui itu ada korban di dalamnya," jelasnya. Atas perbuatannya, Sutanto dijerat pasal 187 ayat 1e dan 2e KUHPidana, tentang pembakaran rumah, dan terancam 15 tahun penjara. Pasalnya, kekasih Sutanto, Sumarni, yang merupakan mantan istri Herman, kerap meninggalkan dirinya sejak tinggal bersama pada 2018.

Sutanto mengira Sumarni kembali ke Herman saat melarikan diri itu. Kekesalan akibat asumsi keliru itu yang membuat Sutanto nekat membakar rumah Herman menggunakan bensin sebanyak delapan liter.

Berita Terkait

Polres Jakbar Tangkap 3 Orang terkait Penyelundupan Narkoba Jaringan Malaysia Lewat Riau

Maya Rosfi'ah

Kronologi Pria Bunuh Diri Loncat dari Lantai 6 yang Hebohkan Pengunjung ITC Cempaka Mas

Maya Rosfi'ah

Ratusan Driver Gojek Demo di Depan Kedubes Malaysia, Teriak: Indonesia Bukan Negara Miskin

Maya Rosfi'ah

Aksinya Tuai Pujian Suapi Makan Hingga Rapikan Jilbab Viral Video Pramugara Lion Air Bantu Lansia

Maya Rosfi'ah

Dari Asupan Gizi Hingga Kondisi Ekonomi Keluarga Pacific Place Edukasi Pencegahan Anak Stunting

Maya Rosfi'ah

Bawaslu Kota Bekasi Temukan 12 Baliho Ucapan Selamat Kemenangan Ke Prabowo Sandiaga

Maya Rosfi'ah

Usai Kerusuhan, Hari Ini Pasar Tanah Abang Beroperasi Normal Lagi

Maya Rosfi'ah

Polisi Siap Menindak Pengguna Skuter Listrik yang Langgar Aturan

Maya Rosfi'ah

Begini kisah Saimi Jadi Saksi Kekejaman PKI Turut Bangun Monumen Pancasila Sakti

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment