Image default
Regional

Berikut Kronologi Kejadiannya Seorang Pria di Makassar Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda

Seorang pria di Makassar, Sulawesi Selatan menjadi korban pengeroyokan dan penikaman hingga tewas. Peristiwa terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan 6, Lorong 4, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Sabtu (2/5/2020) sekitar pukul 20.10 Wita. Peristiwa bermula saat korban bernama Ihsan Adriansyah alias Aco bersama teman temannya sedang nongkrong di samping warung makan.

Kemudian, sekitar 12 orang pelaku yang terdiri dari gabungan pemuda datang dari Jalan Perintis Kemerdekaan 4 dan Jalan Perintis Kemerdekaan 6 menggunakan sepeda motor. Para Pelaku langsung menganiaya korban dengan menggunakan senjata tajam kemudian meninggalkan lokasi. "Sebelum meninggal, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawa korban tak bisa tertolong," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Kompol Agus Chaerul, Minggu (3/5/2020).

Korban diketahui sebagai warga Kampung Tambasa, Kecamatan Tamalanrea. Korban mengalami luka tusukan pada bagian perut sebelah kanan dan luka terbuka pada bagian kepala. Tidak butuh waktu lama, polisi pun berhasil menangkap tiga orang pelakunya setelah melalui proses penyelidikan di tempat kejadian perkara dilakukan anggota Opsnal Polsek Tamalanrea bersama Unit Jatanras Polrestabes Makassar.

Ketiga Pelaku masing masing atas nama Muh Tarmizi alias Tarmizi (24) warga Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea. Muh Waldi Alias Waldi (16) warga Jalan Perintis Kemerdekaan 6, Kelurahan Talamarea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, dan Firman alias Pitung (30) warga Jalan Perintis Kemerdekaan 4. Ketiga Pelaku diciduk beserta barang bukti, berupa sebilah badik, pisau dapur, topeng, jaket warna hitam dan sepeda motor.

Sementara untuk Pelaku lainnya kini masih dalam pengejaran. Polisi juga sudah mengantongi identitas pelaku. "Kalau tidak menyerahkan diri akan diberi tindakan tegas," kata Agus.

Pelaku Waldi (16) mengaku menusuk perut korban sekali dari arah samping menggunakan pisau dapur. Sementara Firman berperan memukul kepala korban sebanyak satu kali pada saat kejadian. Sedangkan Tarmizi bertugas menjaga lawan menggunakan anak panah busur sehingga korban tidak memiliki bantuan.

"Diduga imbas dari kejadian pada malam sebelumnya, yang mana pemuda dari Tambasa atau sekitar rumah korban menyerang kelompok pemuda di Jalan Perintis Kemerdekaan 6 dan Jalan Perintis Kemerdekaan 4," kata Agus.

Berita Terkait

Kasihan pada Siswa hingga Tolak Dibayar Pemuda Asal Solo Inisiatif Jadi Relawan PPDB Online Jateng

Maya Rosfi'ah

Bima Arya Ungkap Hal yang Dirindukan Saat Dirawat Akibat Corona Imbau Warga Tetap di Rumah

Maya Rosfi'ah

Tabrakan Beruntun 4 Kendaraan dari Bus hingga Truk Kecelakaan Tol Cipali

Maya Rosfi'ah

Diduga Diperkosa Dianiaya hingga Akhirnya Dibunuh Bocah 10 Tahun Tewas Tergantung di Tali Jemuran

Maya Rosfi'ah

Pria Setengah Baya Bacok Seorang Nelayan di Sungai Rotan Sering Dipelototi

Maya Rosfi'ah

Makhluk Itu Punya 5 Cakar Sosok Misterius Pemangsa Hewan Ternak di Taput Penelitian BBKSDA

Maya Rosfi'ah

Oknum Dosen Mengaku Perwira TNI Diamankan Denpom II/3 Lampung Terkait Kasus Penipuan

Maya Rosfi'ah

Mau Mengatakan Lebay Terserah Tuhan Maha Tahu! Soal Risma Sujud & Menangis di Hadapan Dokter

Maya Rosfi'ah

Kejati Jateng Tetapkan Direktur PDAM Kudus Tersangka OTT Kasus Suap

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment