Image default
Nasional

Berikut Penjelasan Moeldoko Pemerintah Sering Dianggap Mencla-mencle Dalam Penanganan Covid-19

Pemerintah sering dianggap mencla mencle dalam menangani pencegahan wabah virus corona atau Covid 19 di Indonesia. Tak sedikit yang menilaiinformasi yang diberikan pemerintah antara satu pihak dengan pihak yang lain berbeda. Rupanya, hal ini memang diakui oleh pihak istana sendiri.

Mereka mengakui,komunikasisejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju terkait penanganan wabahvirus corona(Covid 19) di Indonesia, belum optimal. Masih ada pembantu presiden yang tak bisa memilah milah mana informasi yang masih dalam tahap kajian dan yang sudah keputusan final. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Staf KepresidenanMoeldoko.

"Ada yang padahal (informasi) itu untuk diskusi di dalam. Tapi keluar," ujar Moeldoko saat berbincang dengan Kompas.com di Kantor KSP Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2020). Akibatnya, informasi tersebut menjadi narasi publik. Sehingga seolah olah itu menjadi keputusan pemerintah. Padahal, belum tentu menjadi keputusan karena mesti dikaji terlebih dahulu.

Selain itu, ada pula pembantu presiden yang tidak mampu menjelaskan programnya secara komprehensif dan lugas. Hal itu seringkali terjadi dan menyebabkan mispersepsi di publik. Mantan Panglima TNI itu juga menyinggung Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang dinilai sempat offside dalam menyampaikan pernyataan.

"Beliau kan sempat mengatakan bahwa (pesawat komersial diperbolehkan) untuk pebisnis." "Nah, kata kata itu tidak ada sama sekali di sidang kabinet sebelumnya," ujar Moeldoko. "Yang ada itu adalah orang dengan kepentingan khusus, kebutuhan khusus."

"Ada syaratnya itu lengkap dan jelas," lanjut dia. Secara pribadi, Moeldoko memaklumi hal itu. Sebab, Budi Karya baru saja sembuh dari Covid 19.

Selama menjalani proses perawatan intensif, Budi Karya pun tidak mengikuti dinamika penanganan virus corona di Indonesia sehingga wajar apabila ada selip lidah satu dua kata. "Jadi begitu sembuh, masuk, aktif langsung situasinya seperti ini." "Nah, beliau enggak mengikuti proses panjang sebelumnya," ujar Moeldoko. Pola komunikasi publik para pembantu presiden ini semakin ruwet karena belum seluruh dari mereka memiliki tim internal yang mapan, terutama tim komunikasi publik.

Pemerintahan Joko Widodo Ma'ruf Amin periode 2019 2024 ini diketahui baru berjalan sekitar enam bulan sebelum wabah virus corona menerjang pada Maret 2020. Konsolidasi internal kementerian belum sepenuhnya optimal. "Sehingga seolah olah, ini piye toh karep nyapemerintah? Mencla mencle , enggak konsisten."

"Satu sisi menyelenggarakan PSBB, pada sisi yang lain membuka transportasi. Padahal tidak begitu," ujar Moeldoko. "Padahal PSBB masih sama. Enggak ada yang berubah ya PSBB. Mudik dilarang, aktivitas dibatasi," lanjut dia. Ia pun menegaskan, pada dasarnya hal hal itu bukanlah menjadi suatu alasan yang bisa dimaklumi.

Pemerintah, lanjut Moeldoko, terus melakukan perbaikan supaya penanganan wabah virus corona dapat optimal. Sosialisasi pencegahan Covid 19 terus digencarkan. Penerapan PSBB diklaim tak kendor sedikit pun.

Begitu juga penelusuran terhadap pasien positif baru sekaligus perawatan pasien di rumah sakit. Semuanya masih terus dilakukan. Kasus virus corona di Indonesia sendiri, hingga Rabu, masih terus bertambah.

Data yang dipaparkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid 19 Achmad Yurianto menunjukkan, terdapat penambahan kasus sebanyak 689 dibandingkan Selasa kemarin. Dengan demikian total kasus Covid 19 di Tanah Air mencapai 15.438. Dari jumlah itu, 1.028 orang meninggal dunia dan 3.287 orang dinyatakan sembuh.

Berita Terkait

Jawaban TVRI SD Jika Edo Berlari Mengelilingi Lapangan Sebanyak 5 Kali Berapa Meter Edo Berlari

Maya Rosfi'ah

Sido Muncul Sumbang 4 Ribu Botol Kapsul JSH menuju RSPAD Gatot Soebroto

Maya Rosfi'ah

77 Triliun Cair 15 Mei 2020 THR ASN Senilai Rp 6 Kabar Gembira

Maya Rosfi'ah

LPSK Kabulkan Permohonan Perlindungan Terhadap 14 ABK Korban Praktik Perbudakan di Kapal Ikan China

Maya Rosfi'ah

Beredar Artikel Hoaks Polisi Akan Menembak Mati Para Perusuh People Power

Maya Rosfi'ah

Stafsus Yang Punya Konflik Kepentingan Bisa Mengikuti Jejak Belva Devara Bhima Yudhistira

Maya Rosfi'ah

Prabowo Megawati Bertemu, Jimly: Itu Sinyal Move On

Maya Rosfi'ah

12 Wilayah Potensi Hujan Lebat & Angin Kencang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Kamis 23 Juli

Maya Rosfi'ah

Presiden Jokowi Terbitkan Keppres Pemberhentian Wahyu Setiawan sebagai Anggota KPU

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment