Image default
Nasional

Berkas Penyidikan Segera Rampung, Penyuap Romahurmuziy Sebentar Lagi Disidang

KPK sedang melakukan finalisasi penyidikan terhadap tersangka kasus suap seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS). Keduanya diduga berperan memberikan suap kepada tersangka penerima suap Muhammad Romahurmuziy untuk mendapatkan jabatan. Romahurmuziy diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta, dengan rincian Rp 50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp 250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Usai finalisasi, KPK akan menyerahkan berkas penyidikan ke pengadilan. "Penyidikan untuk HRS dan MFQ sedang kami finalisasi semoga dalam waktu yang tidak lama penyidikan selesai dan akan dilanjutkan pada proses berikutnya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019). Adapun, dalam tahap finalisasi ini, KPK memeriksa Sekretaris Jenderal Kemenag Nur Kholis Setiawan.

KPK mendalami proses pengisian jabatan di Kemenag itu. "Ada beberapa hal yang cukup detail yang perlu kami klarifikasi terkait proes seleksi itu sendiri. baik proses yang berjalan di pansel atau jika ada upaya pihak lain untuk mempengaruhi proses seleksi tersebut sampai tiga nama diusulkan ke menag," ungkap Febri. KPK dalam perkara ini menetapkan Romy sebagai tersangka bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanudin.

Romy diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta, dengan rincian Rp 50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp 250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. KPK yakin menang melawan tersangka suap mantan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy atau Romy dalam sidang praperadilan besok. Direncanakan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan segera memutus gugatan praperadilan Romahurmuziy terhadap KPK.

Sidang akan digelar Selasa 14 Mei 2019. "Ketika KPK maju ke penyidikan, pasti KPK sudah yakin dengan bukti bukti yang ada, bahwa ada pihak lain yang mengajukan praperadilan adalah hak mereka dan kami pasti hadapi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019). Febri Diansyah menjelaskan, KPK sudah melakukan semua rangkaian proses persidangan.

Seperti dari membaca permohonan yang diajukan Romahurmuziy. "KPK juga sudah menjawab mengajukan bukti bukti yang dibutuhkan dan relevan sampai pada kesimpulan. Tinggal kita tunggu besok putusan bagaimana," jelasnya. "Yang pasti KPK sebagai insititusi Gakkum (Penegakan Hukum) tentu berangkat dari posisi percaya dan menghargai pengadilan yang independen dan imparsial. Nadi kita tunggu hasilnya, dan proses penyidikan tetap berjalan seperti biasa," imbuh Febri.

Sebelumnya, dalam permohonannya, pengacara Romahurmuziy, Maqdir Ismail menuding, penyidik KPK melakukan tindakan ilegal karena menyadap dan merekam pembicaraan tanpa didasari surat perintah penyelidikan. Selain itu, Maqdir menilai KPK tidak berwenang untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana korupsi Romahurmuziy karena nilai kerugian kurang dari Rp 1 miliar. Berdasarkan surat tanda penerimaan uang/barang No. STPD.EK 226/22/03/2019 Tanggal 15 Maret 2019, yang dibuat dan ditanda tangani oleh penyelidik KPK uang yang dianggap berasal dari Muhammaf Muafaq Wirahadi jumlahnya Rp 50.000.000.

Maqdir juga menganggap, pasal yang disangkakan ke kliennya tidak sesuai lantaran perbuatan menerima hadiah atau janji tidak mengakibatkan timbulnya kerugian negara, dan perbuatan tersebut tidak berhubungan dengan penyalahgunaan kekuasaan atau kewenangan.

Berita Terkait

Ini Alasan Polri Kabulkan Penangguhan Penahanan Mustofa Nahrawardaya

Maya Rosfi'ah

Hujan Lebat & Angin di Sejumlah Daerah Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Minggu 7 Juni 2020

Maya Rosfi'ah

NTB Jawa Timur Jawa Tengah Daftar UMK di 6 Provinsi Besar DKI Jakarta Mana yang Paling Besar

Maya Rosfi'ah

Soal TPS buat UTBK SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah SMA

Maya Rosfi'ah

Daftar Daerah yang Segera Terapkan hingga 60 Mall Dibuka 5 Juni Skenario New Normal oleh Jokowi

Maya Rosfi'ah

dari Pangkat Terendah hingga Jenderal Ini Rincian Gaji Polisi di Indonesia

Maya Rosfi'ah

Merauke Rabu 10 Juni 2020 Jadwal Belajar dari Rumah TVRI SD Kelas 4-6 Papua Anak Seribu Pulau

Maya Rosfi'ah

Kompolnas Tanggapi Terpilihnya Iwan Bule sebagai Ketua Umum PSSI

Maya Rosfi'ah

Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Petir Prakiraan Cuaca BMKG di 34 Kota Rabu 29 April 2020

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment