Image default
Bisnis

Bisnis Obat Resep DVL Tumbuh 31 Persen di Tengah Pandemi Covid-19

Bisnis Obat Resep PT Darya Varia Laboratoria Tbk tumbuh secara signifikan sebesar 31 persen dibandingkan kinerja pada kwartal yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja produk produk dalam kategori general medicine, critical care, dan skin care. “Kami bersyukur di tengah pandemi Covid 19 dan kondisi ekonomi global yang menantang, kinerja perusahaan mampu tumbuh lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut merupakan hasil dari upaya dan strategi bisnis yang tepat,” kata Widya Olivia Tobing Head of Legal & Corporate Secretary DVL, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta,Sabtu (6/6/2020). Pertumbuhan itu didorong oleh permintaan terhadap kategori produk suplemen, terutama Enervon C dan Enervon Active, mendorong pertumbuhan Divisi Consumer Health Perseroan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan produk suplemen di masa pandemik. Di sisi lain, peningkatan penjualan produk produk suplemen tersebut tidak cukup untuk mengkompensasi penurunan konsumsi terhadap produk produk personal care yang bersamaan dengan menurunnya prioritas konsumen akan kebutuhan produk produk “non esensial” dalam kondisi saat ini.

Bisnis ekspor, terutama ekspor kepada pihak afiliasi Perseroan, mencatatkan penurunan sejalan dengan strategi manufaktur Grup, perusahaan afiliasi Perseroan di Filipina, yang telah resmi menjalakan operasional pabrik soft gel baru di tahun ini. Permintaan ekspor yang menurun juga merefleksikan tantangan bisnis yang dihadapi oleh para pelanggan pihak ketiga Perseroan. Laba periode berjalan antara Q1 2019 dan Q1 2020 mencatatkan penurunan sebesar 32% (atau sebesar Rp 26,7 Miliar), terutama dikarenakan oleh penurunan marjin laba bruto, peningkatan biaya penjualan dan pemasaran, yang sebagian diimbangi oleh kinerja valuta asing yang lebih menguntungkan.

Penurunan pada marjin laba bruto disebabkan oleh produk mix misalnya penjualan yang lebih tinggi atas produk produk dengan marjin yang lebih rendah, sementara biaya penjualan dan pemasaran meningkat didorong oleh adanya launching produk bisnis Obat Resep (Roswin), investasi terhadap produk produk Consumer Health Perseroan yang terus dilakukan untuk memperkuat ekuitas merek dan relevansi selama situasi Covid 19, dan meningkatnya pelaksanaan Program Ilmiah dan Pendidikan untuk membantu dan mempertajam pengetahuan para tenaga kesehatan mitra Perseroan.

Ditengah kinerja kwartal pertama dan ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemik Covid 19, Managemen Perseroan tetap percaya diri akan kemampuannya dalam mencapai rencana Perseroan di tahun 2020, dan tumbuh diatas rata rata pertumbuhan industri.

Berita Terkait

Penjelasan kenapa BHIT dan BMTR Tidak Bagi Dividen Tahun Ini

Maya Rosfi'ah

BNI Sekuritas Gandeng Global Wakaf Hadirkan Layanan Wakaf Saham

Maya Rosfi'ah

Ada Pengaruh Sentimen Negatif Jumat 3 Juli 2020 Rupiah Tembus Rp 14.468 per Dolar AS Melemah

Maya Rosfi'ah

Jamkrindo Permudah Akses UMKM Dapatkan Kredit Usaha Rakyat

Maya Rosfi'ah

Astra International Akan Kembangkan 750 Desa Sejahtera di Seluruh Indonesia

Maya Rosfi'ah

Tawarkan Cashback Hingga Rp100 juta & Promo Khusus Festival Properti Indonesia 2019 Digelar

Maya Rosfi'ah

Tak Perlu Proteksi Erick Thohir Dirut PTBA Sebut Bisnis BUMN Bisa Jalan Sendiri

Maya Rosfi'ah

Ongkos Kirim Ke Taiwan, Tips Kirim Barang ke Luar Negeri

Maya Rosfi'ah

Menko Luhut Tegaskan Belum Ada Kerja Sama Antara Ping An Insurance dengan BPJS Kesehatan

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment