Image default
Bisnis

Bos BCA Khawatir Terjadi ‘Shortage’ Imbas Virus Corona

Imbas virus corona yang menyebar hampir ke seluruh dunia membuat khawatir para pelaku ekonomi dan bisnis. Tidak terkecuali Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja. Ia mengaku khawatir akan terjadi shortage dampak dari Novel Coronavirus (Covid 19).

Shortage adalah kondisi pada pasar dimana jumlah barang yang diminta (Qd) lebih banyak daripada jumlah barang yang ditawarkan (Qs) sehingga selisih dari Qd Qs tidak dapat dipenuhi oleh sistem pasar. "Menurut saya belum terlalu berpengaruh kalau sampai Maret belum ada kepastian. Kita khawatir akan terjadi shortage karena diluar tidak bisa penuhi kebutuhan bahan baku," kata Jahja dalam paparan kinerja di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (20/2/2020). Jahja mencontoh pasokan tekstil dan garmen terbesar berasal dari China. Dengan adanya pembatasan impor industri akan memunculkan fenomena kekurangan bahan baku.

"Teksil kan harus ada proses dicelup diberikan pewarna. Bahan bahannya itu harus dari China. Saya kira hal ini perlu dilakukan pelonggaran. Beberapa industri banyak bahan baku dari China. Bukan hanya dari faktor bahan baku masalahnya bagaimana kesanggupan daya beli masyarakat," tuturnya. Menurutnya wabah corona yang gempar ini juga karena dipengaruhi media sosial. Jahja bertutur dibandingkan wabah SARS pada tahun 2005 silam memiliki efek yang lebih besar namun eksistensi medsos saat itu belum terjadi.

"Pertama pengaruh besar ini datang dari media sosial dan waktu SARS, China belum sebesar sekarang. Kemudian secara umum kesan utama ternyata peran China cukup besar bukan hanya ke Indonesia tapi ke seluruh dunia," ucapnya. Jahja menambahkan industri di tanah air mempunyai skema penahan atau buffer stock dalam menghadapi momen paling dekat yaitu Lebaran Idul Fitri atau kuartal I 2020. "Kita khawatir ini berlangsung lama. Tapi kita juga boleh bersyukur endemi ini belum terjadi di Indonesia. Tentunya kita harus mengambil langkah antisipasi," ujarnya.

Berita Terkait

Login www.pln.co.id atau Chat WA 08122123123 Cara Mudah Dapat Token Listrik Gratis PLN Bulan Juli

Maya Rosfi'ah

Sri Mulyani Setuju Tarif Iuran BPJS Kesehatan Dikaji Ulang

Maya Rosfi'ah

Apindo Khawatir Perusahaan Besar Terancam Kolaps Upah Buruh Naik Terus

Maya Rosfi'ah

9 Triliun buat Kebutuhan Nasabah Jelang Tahun Baru BNI Siapkan Rp 16

Maya Rosfi'ah

Startup Kecantikan Social Bella Bakal Sumbang 10 Persen Hasil Penjualan buat Penanganan Covid-19

Maya Rosfi'ah

PHE Targetkan Lifting Migas 2020 Sebesar 181.510 BOEPD

Maya Rosfi'ah

Harga Emas Antam Turun Rp 1.000 Jadi Rp 700.000 per Gram

Maya Rosfi'ah

Ini Kata YLKI Driver Ojol Tak Boleh Angkut Penumpang selama PSBB

Maya Rosfi'ah

Generasi Milenial Jadi Target Pasar Pengembang Properti

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment