Image default
Nasional

BPN Minta LPSK Lindungi Saksi, TKN Singgung Kasus Kotawaringin: Awas Rekayasa

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi Ma'ruf, Arsul Sani mengaku kagum dengan usaha pembuatan narasi atau opini publik kubu Prabowo Sandi. Pernyataan Arsul tersebut terkait dengan permintaan tim hukum Prabowo Sandi agar para saksi mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) karena khawatir mendapat ancaman atau intervensi. "Ya kan memang salah satu yang harus kita kagumi dari tim hukum 02 adalah ikhtiar menciptakan narasi atau opini publik, apakah faktanya demikian kan belum jelas. Karena mereka engga pernah menyampaikan apakah ada seorang saksi yang dibeginikan, katakanlah oleh aparatur dari lembaga ini, itu kan belum pernah dijelaskan. jadi kan selalu membuat lontaran dan narasi yang itu engga jelas," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin,(17/6/2019).

Meskipin demikian menurut Arsul, TKN menyerahkan sepenuhnya kepada LPSK dan MK apakah akan memberikan perlindungan kepada saksi atau tidak. Hanya saja saja yang perlu digaris bawah adalah perlindungan terhadap saksi tersebut tidak boleh menabrak undang undang. "Biarkan dikaji berdasarkan perundang undangan, saksi dan korban yang memenuhi syarat atau tidak. Karena dalam UU nomor 13 tahun 2006 tentang perlindungan saksi dan korban, itu terkait saksi dalam perkara pidana. Tapi ini kan perkara kepemiluan, apakah kemudian akan diterima atau tidak oleh LPSK atau MK, ya silahkan diputuskan, TKN tak dalam posisi menentang atau tak menentang itu," katanya.

Hanya saja Arsul mengingatkan bahwa saksi yang dihadirkan nanti bukan hasil rekayasa seperti kasus sidang sengketa Pilkada di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 2010. Untuk diketahui Dalam kasus sengketa Pilkada di MK tersebut, BW ditetapkan sebagai tersangka karena dituduh menyuruh saksi memberikan keterangan palsu. Hanya saja kasus itu tidak berlanjut karena Jaksa Agung HM Prasetyo mengeluarkan deponering.

"Kami hanya mengingatkan saja agar kasus Pilkada Kotawaringin Barat tak terulang, saksinya direkayasa. Apalagi (bila) saksi yang dimintakan perlindungan itu (nanti) sesungguhnya kalau benar itu saksi yang direkayasa terus minta memberikan perlindungan, maka kami akan memproses hukum selanjutnya, maupun saksi atau orang yang merekayasa," pungkasnya.

Berita Terkait

287 Anggota DPR Tidak Hadiri Rapat Paripurna Soal RAPBN 2021

Maya Rosfi'ah

Kemenaker Berencana Buka Pengiriman PMI menuju Hong Kong & Taiwan

Maya Rosfi'ah

Soal TPS buat UTBK SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah SMA

Maya Rosfi'ah

Soal & Rangkuman Materi Tingkat SMP ‘Situs Batu Berak’ Belajar dari Rumah TVRI Jumat 24 April 2020

Maya Rosfi'ah

Ozi Syahputra Muncul dengan Peran Beda Legenda Hantu Si Manis Jembatan Ancol Kembali menuju Layar Lebar

Maya Rosfi'ah

Sebut Pemerintah Buang Waktu & Sepelekan Corona Fadli Zon Kena Tegur Najwa Shihab

Maya Rosfi'ah

Pemerintah Terus Lakukan Negosiasi Arab Saudi Stop Sementara Jemaah Umrah Jubir Wapres

Maya Rosfi'ah

Minggu Ini & Dua Minggu menuju Depan Pemerintah Tetap akan Larang Mudik Presiden

Maya Rosfi'ah

Berikut Daftarnya 77 Pati Polri Termasuk Kepala BNPT Terima Kenaikan Pangkat dari Kapolri

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment