Image default
Internasional

Brenton Tarrant, Teroris Penembak Masjid di Selandia Baru Bakal Jalani Tes Kejiwaan

Persidangan kedua terhadap teroris penembakan masjid di Selandia Baru bakal menjalani persidangan Jumat ini (5/4/2019). Namun sebelum sidang sebagaimana diwartakan BBC, teroris bernama Brenton Tarrant itu bakal menjalani pemeriksaan kejiwaan sebelum hadir di sidang. Dalam keterangan Hakim Tinggi Cameron Mander, pakar bakal menyimpulkan apakah dia dinyatakan sehat secara psikologi ataukah dianggap gila.

Saat Hakim Mander memerintahkan pemeriksaan itu, Tarrant dilaporkan hanya mendengarkan dan tidak mengucapkan sepatah kata pun. Diberitakan The Guardian, perintah pemeriksaan itu merupakan hal umum di pengadilan Selandia Baru sebelum kasus terdakwa diproses lebih lanjut. Adapun Tarrant tidak hadir secara langsung karena persidangan itu digelar via panggilan video di mana si teroris masih berada dalam penahanan.

Dia ditahan di penjara berkeamanan khusus Auckland yang berlokasi 1.000 kilometer dari utara Christchurch yang menjadi lokasi kejadian. Meski begitu, ruang Pengadilan Tinggi Christchurch penuh sesak dengan puluhan keluarga maupun rekan korban penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood. Teroris berkebangsaan Australia itu total dijerat dengan 89 dakwaan. Yakni 50 dakwaan pembunuhan, dan 39 dakwaan upaya pembunuhan.

Meski sudah menyatakan bakal membela dirinya sendiri, dua pengacara Auckland Jonathan Hudson dan Shane Tait mengonfirmasi bakal tetap mewakili si teroris. Tarrant ditangkap ketika melancarkan serangan ke Al Noor dan Linwood tatkala jamaah tengah melaksanakan Shalat Jumat pada 15 Maret lalu. 50 jemaah tewas dan sekitar 40 lainnya terluka. Saat ditangkap, Tarrant dalam manifestonya dia mengklaim sebagai supremasi kulit putih.

Berita Terkait

Video Tewasnya Algojo ISIS Emwazi akan Dipublikasikan, Terlacak dari Jenggot dan Caranya Berjalan

Maya Rosfi'ah

DK PBB Keluarkan Status Ilegal Terkait Pemukiman Israel di Palestina Usai Didesak Indonesia

Maya Rosfi'ah

Vaksin Oxford Corona Menuju Produksi Massal di India Terbukti Efektif saat Digunakan Pada Monyet

Maya Rosfi'ah

Mahfud MD Tegaskan Tidak Perlu Kerja Sama dengan Amerika Serikat Soal Konflik Laut Natuna

Maya Rosfi'ah

Donald Trump Ingin Pecat Menteri Pertahanan Amerika

Maya Rosfi'ah

40 Negara dengan Jumlah Kasus Terbanyak Indonesia Berada di Urutan 38 Update Corona 6 April 2020

Maya Rosfi'ah

Dituntut 8 Tahun Penjara Instruktur Gym Kunci Pintu Lakukan Pelecehan Pijat Seorang Wanita

Maya Rosfi'ah

Gadis Ini Disebut Pahlawan Tembak 2 Militan Taliban Pakai AK-47 karena Orang Tuanya Dibunuh

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment