Image default
Nasional

Bukan Obat buat Covid-19 Mereknya Bio Nuswa BPOM Beri Penjelasan soal Klaim Hadi Pranoto

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengklarifikasi terkait klaim Hadi Pranoto yang menyebut herbal miliknya telah mengantongi izin dari BPOM. Dalam wawancara dengan wartawan, Hadi menyebut herbal yang ia klaim terbukti efektif menyebuhkan Covid 19 itu sudah memiliki izin dari BPOM. "BPOM nya sudah ada, semua sudah ada. Cuman label tidak dipakai," kata Hadi sebagaimana dikutip dari wawancara dengan KompasTV, Senin (3/8/2020).

Menjawab klaim Hadi tersebut, BPOM memberi penjelasan. Berdasarkan data yang dimiliki BPOM, produk yang disebut Hadi Pranoto telah memiliki izin edar dari BPOM adalah produk obat tradisional yang memiliki merek dagang Bio Nuswa. Dalam data BPOM tersebut, klaim yang disetujui yaitu membantu memelihara daya tahan tubuh bukan menyembuhkan pasien Covid 19.

Produk Bio Nuswa tersebut didaftarkan oleh PT. Saraka Mandiri dengan Nomor Izin Edar POM TR 203 636 031 berlaku mulai 14 April 2020 hingga 14 April 2025. Namun sampai saat ini PT. Saraka Mandiri belum pernah memproduksi produk Bio Nuswa. Badan POM mengimbau masyarakat untuk lebih berhati hati, menggunakan produk herbal secara aman dan tepat dengan cara:

Tidak mempercayai pernyataan seseorang yang menyatakan bahwa obat herbal ampuh mengobati COVID 19, kecuali sudah tervalidasi dengan uji klinik pada manusia. Lakukan Cek KLIK. Pastikan Kemasan dalam kondisi baik, baca seluruh informasi pada Labelnya, pastikan ada Izin edar dari Badan POM, dan pastikan tidak melewati masa Kedaluwarsa. Konsultasi terlebih dahulu ke Dokter apabila memiliki riwayat penyakit tertentu.

Perhatikan peringatan/perhatian yang tercantum pada label. Membaca dengan teliti aturan pakai produk. Keterangan selengkapnya BPOM bisa anda akses di sini:

Sosok Hadi Pranoto menjadi perbincangan setelah video wawancaranya dengan musisi Anji viral. Dalam wawancara tersebut, Hadi mengklaim herbal ramuannya terbukti efektif menjadi obat Covid 19. Terlebih dalam wawacara itu, Anji menyematkan gelar profesor pada Hadi Pranoto.

Selain sebagai profesor, Anji juga memberi atribusi pada Hadi Pranoto sebagai pakar mikrobiologi. Berbagai pihakpun memberi respons atas klaim Hadi Pranoto. Selain meragukan klaim herbal ramuan Hadi Pranoto sebagai obat Covid 19, sejumlah pihak turut mempertanyakan soal latar belakang pendidikan serta metode penelitian yang dipakainya.

Terkait tudingan sejumlah pihak itu, Hadi Pranoto memberi jawaban. Dalam wawancara dengan wartawan, Senin (3/8/2020), Hadi Pranoto menegaskan dirinya bukanlah dokter. Ia juga menyatakan dirinya tidak ada keterkaitan dengan organisasi profesi dokter, Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Kalau masalah IDI, saya memang bukan dokter. Jadi di database nya IDI pasti saya tidak ada karena saya bukan dokter." "Dan saya tidak ada keterikatannya saya dengan IDI. Saya adalah tim riset yang melakukan peneletian untuk kepentingan emergency kemanusiaan Covid 19," kata Hadi Pranoto, dikutip dari tayangan YouTube KompasTV. Hadi Pranoto juga mendapat pertanyaan dari wartawan terkait gelar profesor yang disematkan ke dirinya.

Menjawab hal itu, Hadi tidak menjawab secara gamblang. "Saya sampai saat ini belum men declare saya siapa dan dari mana. Saya di sini men declare sebagai Ketua Tim Riset Covid 19," ujar Hadi. Wartawan yang belum puas pun kembali bertanya soal tidak adanya jurnal ilmiah dan juga latar belakang pendidikan Hadi.

Lagi lagi, Hadi tidak memberi jawaban jelas. "Kita di sini concern pada emergency kemanusiaan. Kalau kita melihat background seseorang, berapa banyak profesor yang ada di Indonesia tapi, mana jurnal ilmiah mereka, mana karya yang dihasilkan untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar dia balik bertanya. Hadi Pranoto juga menanggapi soal videonya dengan Anji yang dihapus oleh pihak YouTube.

Hadi mengaku tidak tahu mengapa videonya dihapus. "Saya tidak tahu kenapa beberapa video saya dihapus di YouTube. Oleh siapa saya tidak tahu. Tapi bagi saya tentunya dengan tim tetap bekerja optimal untuk kepentingan kemanusiaan," kata dia. Dalam program KompasTV Petang, Senin (3/8/2020), Hadi Pranoto ditanya soal latar belakang keilmuannya oleh presenter KompasTV.

Hadi menjawab ia mendalami biologi dalam hal penguraian bakteri. "Jadi saya dengan tim saat ini mendalami biologi untuk penguraian bakteri terutama di situ kita mencari formula untuk pengobatan Covid 19," kata dia sebagaimana dikutip dari YouTube KompasTV. Lebih jauh, Hadi Praboto mengatakan ia mengaku telah lama melakukan riset terkait herbalnya tersebut.

Riset itu telah dilakukan sejak tahun 2000 an. Hadi Pranoto mengatakan ramuanya adalah herbal, bukan obat. Meski demikian, ia tidak menjelaskan bagaimana proses ilmiah pembuatan ramuan tersebut.

Ia hanya mengatakan herbal itu berasal dari gabungan senyawa tumbuhan yang ada di Indonesia. "Proses riset sudah lama sekali, ini buka obat, tapi ini herbal seperti jamu," ujar dia.

Berita Terkait

Daftar Daerah yang Segera Terapkan hingga 60 Mall Dibuka 5 Juni Skenario New Normal oleh Jokowi

Maya Rosfi'ah

5 SR Guncang Sumba Barat Daya NTT Sore Ini Gempa 5

Maya Rosfi'ah

Istri Wali Kota Medan Nonaktif Bungkam Usai Diperiksa KPK Selama 8 Jam

Maya Rosfi'ah

Ini Kata Suami & Pemkab Istri Keguguran & Patah Tulang Viral Kejadian Tertimpa Pohon di Sleman

Maya Rosfi'ah

Peringatan Gelombang Tinggi Jumat 5 Juni 2020 Capai 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia BMKG

Maya Rosfi'ah

Kami Konsisten Dukung Presiden Dan Tak Urus Soal Jabatan Menteri Seknas Jokowi

Maya Rosfi'ah

Hipmi Gelar Musda Secara Virtual Kali Pertama

Maya Rosfi'ah

dari Mendaftar Kader hingga Resmi Jadi Bakal Calon Wali Kota Perjalanan Gibran Menuju Pilkada Solo

Maya Rosfi'ah

Ahmad Sahroni Minta Imigrasi Perbaiki Sistem Cegah Kasus Djoko Tjandra Terulang

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment