Image default
Superskor

CEO PSIS Semarang dari Pikirkan Pemasukan Tim Liga 1 Dilanjutkan Bulan Oktober

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mulai pikirkan pemasukan tim setelah mendengar kompetisi Liga 1 dilanjutkan. Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 musim ini akan segera kembali bergulir setelah ditangguhkan akibat pandemi corona. PSSI telah memutuskan bahwa Liga 1 2020 akan segera dilanjutkan pada bulan Oktober mendatang dan akan digelar tanpa penonton.

Dengan keputusan itu, tentu saja tak hanya tim berjulukan Laskar Mahesa yang harus memutar otak tetapi juga klub klub peserta lainnya. Menurut Yoyok Sukawi dengan digelarnya kompetisi tanpa penonton tentu saja ada beban berat untuk klub. Apalagi sebagian besar klub sepak bola di Indonesia bergantung dari tiket penonton selama ini.

“Kami cuma bergantung dari hak komersial saja. Karena pendapatan tiket dipastikan minus, padahal PSIS itu kekuatannya dari tiket penonton,” kata Yoyok Sukawi kepada BolaSport.com, Sabtu (1/8/2020). “Pendapatan kami itu dari tiket penonton dan dari situ totalnya 70 persen,” ucap pria yang juga menjabat sebagai komite eksekutif (Exco) PSSI. Tak ada penonton tentu penghasilan yang masuk ke klub minus.

Oleh karena itu mau tidak mau klub mulai bertumpu pada sponsor. Seperti Persib Bandung menyatakan bakal bergantung dengan sponsor, berbeda dengan klub seperti Bhayangkara FC dan juga PSIS. Jika Bhayangkara FC menyatakan sponsor pada menarik diri, PSIS mengatakan tidak bisa lagi menggantungkan diri kepada sponsor karena yang mereka dapatkan sudah habis.

“Kalau untuk sponsor lokal, kami masih jalan, namun sudah habis untuk persiapan awal dan operasional,” ujarnya. “Jadi perlu diingat ya kami musim 2020 ini kan start persiapan dari bulan Desember 2019 hingga sekarang ya. Sekarang kami masih membayar gaji pemain dan ofisial kan,” kata Yoyok. Oleh karena itu, PSIS Semarang untuk lanjutan Liga 1 2020 ini hanya tinggal bergantung dengan hak komersial dan sokongan subsidi dari PT LIB.

Bantuan subsidi dari PT LIB untuk klub pada lanjutan Liga 1 2020 ini sebesar Rp800 juta. Meski mendapatkan sebesar itu, klub klub menilai masih kurang karena akan digunakan untuk biaya operasional dan yang lainnya. “Iya. Makanya itu kan sangat berat untuk klub,” tuturnya.

Meski begitu, Yoyok menegaskan di situasi pandemi Covid 19 ini untuk pemegang saham memang mau tidak mau harus siap tombok.

Berita Terkait

Permainan Apik Evan Dimas Buat Legenda Persija Jakarta Kepincut

Maya Rosfi'ah

Tonton Pukul 02.15 WIB di Sini! Live Streaming TV Online Arsenal vs Leicester Liga Inggris

Maya Rosfi'ah

PSSI Resmi Lanjutkan Liga 1 & Liga 2 2020 BREAKING NEWS

Maya Rosfi'ah

Gelandang Asing Persija Lebih Percaya Diri Bermain di Lapangan Pakai Nomor Keberuntungan

Maya Rosfi'ah

Gowes jadi Alternatif Keluh Kesah Winger Persebaya Bayu Nugroho soal Tempat Latihan

Maya Rosfi'ah

Pukul 00.30 WIB Akses di Sini Live Streaming Granada vs Getafe di Liga Spanyol

Maya Rosfi'ah

Sbobet Merupakan Provider Judi Online Kebanggaan Asia 

Maya Rosfi'ah

Harry Kane Diminta Dimitiar Berbatov Segera Bergabung menuju Manchester United

Maya Rosfi'ah

PSMS Medan Terapkan Protokol Kesehatan di Kamp Pelatihan Kembali Gelar Latihan

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment