Image default
Metropolitan

Dari Asupan Gizi Hingga Kondisi Ekonomi Keluarga Pacific Place Edukasi Pencegahan Anak Stunting

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) pada tahun 2018 menyatakan Indonesia menduduki peringkat ke 3 dengan prevalensi stunting tertinggi di Asia Tenggara. Kejadian balita stunting (pendek) merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi Kementerian Kesehatan selama tiga tahun terakhir, pendek memiliki prevalensi tertinggi dibandingkan dengan masalah gizi lainnya seperti gizi kurang, kurus, dan gemuk.

Stunting bukan sekedar perawakan pendek, stunting dapat mengganggu perkembangan otak anak sehingga menurunkan kemampuan kognitifnya. Dilihat dari sisi penyebab, gejala stunting disebabkan oleh beragam faktor. Antara lain, kondisi kesehatan dan gizi ibu sebelum dan saat kehamilan sampai proses persalinan serta kondisi bayi/balita yang dipengaruhi oleh asupan zat gizi.

Pemberian asupan makanan bergizi ke balita mencegah risiko balita mengalami gagal tumbuh (growth faltering). Di sini peran ASI eksklusif dan pemberian makanan pendamping ASI sangat penting, terutama menyangkut kuantitas, kualitas dan keamanan pangannya yang perlu diperhatikan. Kondisi sosial ekonomi dan lingkungan dimana suatu keluarga berada juga ikut berperan mencegah terjadinya anak stunting.

Melihat pentingnya pencegahan anak stunting ini Pacific Place Jakarta bersama BIC Bunda Clinic Pacific Place menggelar edukasi kepada masyarakat melalui event health talk seputar parenting berjudul Awas Gejala Stunting, Jumat, 15 November 2019. Acara yang berlangsung di Mediterania Function Room, Pacific Place Mall tersebut juga digelar untukmemperingati Hari Kesehatan Nasional ke 55 dan diikuti 96 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, yaitu guru guru PAUD Binaan Pacific Place Jakarta, ibu ibu PKK, para karyawan, tenant dan komunitas yang memiliki concern terkait isu parenting. Nanny J. Kurniawan mengungkapkan inisiatif Pacific Place Jakarta tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan menjadi perusahaan ramah anak dan lingkungan.

Nanny menjelaskan, memberantas anak stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke 2. Yaitu, menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Target yang ditetapkan adalah menurunkan angka stunting hingga 40 persen pada tahun 2025.

Berita Terkait

Mobil Disita & Dipenjara Pakai Narkoba Nasib Pengemudi Lamborghini yang Todong Pistol menuju Pelajar

Maya Rosfi'ah

Manajemen Mal Kota Kasablanka Pastikan Hoaks Diisukan Lockdown

Maya Rosfi'ah

Aniaya ART Hingga Tewas karena Masalah Sepele, Majikan: Dia Menyiksa Diri Sendiri

Maya Rosfi'ah

Brigjen Pol. Ir. Hamli Berikan Sosialisai menuju Masyarakat Agar Sama-sama Memahami Apa Itu Terorisme

Maya Rosfi'ah

Polisi Ungkap Efeknya Cairan Kimia yang Disiramkan menuju Pelajar di Jakbar Tergolong Berbahaya

Maya Rosfi'ah

Korban Terkapar Dengan Luka di Perut Pria Tua di Malang Ditikam Orang Misterius di Areal Persawahan

Maya Rosfi'ah

Ini Sebabnya Petugas Ber-APD Malah Diusir & Nyaris Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP Corona yang Kabur

Maya Rosfi'ah

Didominasi Penumpang Musiman KRL Jabodetabek Angkut 83.125 Penumpang di Hari Kedua Lebaran

Maya Rosfi'ah

DPMPTSP Layani Masyarakat di Pameran Pembangunan Dalam Rangka HUT ke-11 Kota Tangsel

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment