Image default
Nasional

dari Mendaftar Kader hingga Resmi Jadi Bakal Calon Wali Kota Perjalanan Gibran Menuju Pilkada Solo

Pencalonan diri Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon Wali Kota Solo 2020 2025 mencuri perhatian. Pasalnya, embel embel 'anak presiden' melekat pada dirinya. Ditambah lagi proses pencalonan diri Gibran sangatlah singkat.

Ia baru mendaftar sebagai kader partai pada September 2019 lalu. Kini, ia resmi mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota Solo. Berikut perjalanan Gibran:

Gibran mendatangi rumah Ketua DPC PDIP Surakarta sekaligus Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, Rabu (18/9/2019). Diketahui, kedatangan Gibran untuk bersilaturahmi sekaligus menanyakan mekanisme pemilihan wali kota. Dilansir , Rudy yang juga Ketua DPCPDIPSolo itu langsung bersalaman yang kemudian meminta Gibran untuk duduk dan meminta dia menyampaikan hal yang ingin dia Sampaikan.

"Sini silahkan apa yang mau disampaikan," ucap Rudy. "Mau silaturahmi," kata Gibran sambil tersenyum. Rudy juga tidak mempersilahkan wartawan untuk mendengarkan pembicaraan mereka.

Namun, Gibran meminta untuk berbicara empat mata bersama Wali Kota Solo FXHadiRudyatmo. "Nanti saja akan saya sampaikan, ini sama pak Rudy empat mata dulu," papar Gibran kepada wartawan yang menunggu. Gibran mendatangi Kantor DPC PDI P Kota Surakarta, di Jalan Hasanudin Nomor 26, Purwosari, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Senin (23/9/2019).

Suami Selvi Ananda tersebut datang tidak berselang lama dari kedatangan pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Achmad Purnomo Teguh Prakosa. Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa menyerahkan formulir bekas penugasan untuk maju di Pilwakot 2020. "Kedatangan saya hari ini untuk menyerahkan formulir sekaligus mengambil KTA PDI P. Insya Allah, saya sudah menjadi bagian keluarga besar PDI P," kata Gibran dikutip dari .

Gibran juga memberikan keterangan terkait pencalonan diri di Pilkada Solo. "Dan tadi sudah saya tanyakan masalah formulir pencalonan dan sudah diberi arahan harus ke Pak Putut (Ketua Tim Seleksi dan Rekrutmen Bakalan Wali Kota dan Wakil Wali Kota PDI P)," sambung dia. Gibran menyebut akan mengikuti arahan dan keputusan partai terkait pencalonan dirinya maju di bursa Pilwakot 2020 dari PDIP.

"Saya mengikuti arahan dan tegak lurus pada semua keputusan partai," imbuh dia. Sejak saat itu, kabar pencalonan diri bos katering Chilipari tersebut menjadi wali kota mulai berkembang. Gibran kemudian sowan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Tengku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019).

Dilansir , seusai pertemuan dengan Megawati, Gibran memastikan dirinya tidak maju menjadi calon wali kota Solo dari jalur independen. Gibran menegaskan dirinya berjuang melalui PDIP. "Saya sampaikan keseriusan saya untuk maju (Pilkada Solo). Saya sampaikan juga ke Bu Mega, saya sudah punya KTA PDI P (kartu tanda anggota PDIP) dan saya tidak akan maju lewat independen seperti yang dikatakan di Solo kemarin. Itu tidak benar," kata Gibran.

Gibran resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali kota Solo 2020 2025 melalui jalur DPD PDI Perjuangan. Didampingi ibunda dan sang istri, ia langsung menuju Semarang untuk mendaftarkan diri ke kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Kamis (12/12/2019). Sesampainya di halaman kantor DPD PDIP di Semarang, ia menyampaikan pidato di hadapan para relawan pendukungnya.

Dalam pidatonya, Gibran menegaskan akan mencatat momen tersebut sebagai hutang pertamanya kepada masyarakat. Pemilik Markobar itu juga mengatakan tidak bisa membalas dukungan dari para relawan dengan materi. Gibran menuturkan, ia mengetahui yang diinginkan oleh para relawan bukanlah materi melainkan lompatan dan percepatan agar Solo lebih maju lagi.

Dalam kontestasi Pilkada Solo 2020, Gibran mengusung jargon 'Lompatan untuk Solo.' Hal itulah yang diserukan Gibran dalam pidato pertamanya seusai mendaftar di DPP PDIP Jawa Tengah, dikutip dari Youtube Kompas TV . "Yang bapak ibu inginkan adalah lompatan, percepatan agar Solo lebih maju lagi."

"Saya ulangi sekali lagi, lompatan! Percepatan!" kata Gibran. Sementara itu, Gibran dalam pidato perdananya menegaskan akan mencatat momen tersebut sebagai utang pertamanya kepada masyarakat. Pemilik Markobar itu juga mengatakan, tidak bisa membalas dukungan dari para relawan dengan materi.

Gibran mengetahui yang diinginkan oleh para relawan bukanlah materi melainkan lompatan dan percepatan agar Solo lebih maju lagi. Berikut ini transkrip pidato Gibran, dikutip dari Kompas TV . Merdeka! Merdeka! Merdeka!

Hari ini saya sudah sah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Solo untuk tahun 2020 2025. Terimakasih kepada jajaran pengurus DPD PDIP Solo. Saya sangat berterimakasih sekali kepada teman teman relawan yang sudah mengorbankan waktu kerjanya, meninggalkan keluarga, untuk mengantar saya hari ini untuk mendaftar ke DPD Jawa Tengah.

Mohon maaf saya tidak bisa membalas dengan materi. Hari ini akan saya catat. Hari ini akan saya catat sebagai hutang pertama kepada bapak ibu sekalian.

Dan hutang ini akan saya bayar dengan kebijakan yang menyejahterakan masyarakat Solo. Saya tidak bisa membalas dengan materi, karena saya tahu bukan itu yang bapak ibu inginkan. Yang bapak ibu inginkan adalah lompatan percepatan agar Solo lebih maju lagi.

Saya ulangi sekali lagi, lompatan! Percepatan! Sekali lagi, terimakasih kepada jajaran DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah dan para relawan.

Merdeka! Merdeka! Merderka! Gibran! Gibran! Gibran! ," kata Gibran.

Berita Terkait

Pengacara Rizieq Shihab Sebut Imam Besar FPI Sabtu Ini Tiba di Indonesia demi Reuni PA 212

Maya Rosfi'ah

Presiden Jokowi Dipastikan Tak Menggelar Open House Idul Fitri Besok

Maya Rosfi'ah

Romli Atmasasmita: Kasus yang Melibatkan Individu KPK Harus Dituntaskan

Maya Rosfi'ah

Presiden Jokowi Terbitkan Keppres Pemberhentian Wahyu Setiawan sebagai Anggota KPU

Maya Rosfi'ah

Bukan Obat buat Covid-19 Mereknya Bio Nuswa BPOM Beri Penjelasan soal Klaim Hadi Pranoto

Maya Rosfi'ah

Menjelang Akhir Sebagai Wapres, Jusuf Kalla Bandingkan Bekerja di Era Jokowi dan SBY, Ini Bedanya

Maya Rosfi'ah

Tri Rismaharini Marah Besar Tahu Mobil Bantuan BNPB Dialihkan menuju Kota Lain di Jawa Timur

Maya Rosfi'ah

Bisik-bisik Prabowo Subianto & Ridwan Kamil saat Bertemu di Pernikahan

Maya Rosfi'ah

Isu Korupsi Sudah Muncul Sejak Zaman Pangeran Diponegoro  Sejarawan Peter Carey

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment