Image default
Nasional

Dari Nama Pak Haji Hingga Panda 6 Terdakwa Kasus Jiwasraya Gunakan Nama Samaran Saat Berkomunikasi

Keenam terdakwa kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mempunyai kode kode khusus dalam melakukan komunikasi. Jaksa Penuntut Umum mengungkap para terdakwa menggunakan nama samaran. Nama samaran digunakan saat berkomunikasi via aplikasi chatting. Upaya itu dilakukan untuk mengaburkan identitas.

Para terdakwa, yaitu Direktur PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Serta mantan petinggi PT Jiwasraya, yaitu mantan Direktur Utama, Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Hary Prasetyo, dan eks Kepala Divisi Investasi, Syahmirwan. Ardito Muwardi, Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Agung, mengatakan terdakwa Heru Hidayat menyepakati menggunakan nama samaran di setiap komunikasi via WhatsApp, chat ataupun online dalam membahas transaksi jual/beli saham yang akan dilakukan PT AJS.

"Tujuan penggunaan nama samaran (panggilan, red) untuk mengaburkan identitas pada saat melakukan komunikasi via whatsApp, chat ataupun online," kata dia saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2020). Dia menjelaskan nama samaran keenam terdakwa adalah Mahmud untuk Syahmirwan, Rudy untuk Hary Prasetyo, Panda atau Maman untuk Joko Hartono, Pak Haji untuk Heru Hidayat, Chief untuk Hendrisman Rahim, Rieke untuk Agustin. "Nama samaran untuk Syahmirwan adalah 'Mahmud', nama samaran untuk Hary Prasetyo adalah adalah 'Rudy', nama samaran untuk Joko Hartono Tirto adalah 'Panda/Maman', nama samaran untuk Terdakwa Heru Hidayat adalah 'Pak Haji' dan nama samaran untuk Hendrisman Rahim disepakati adalah 'chief', sedangkan untuk Agustin dengan nama samaran 'Rieke'," tambahnya.

Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Agung, Ardito Muwardi, mengumumkan kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencapai Rp 16,8 Triliun. Hal ini diungkap Ardito pada saat membacakan surat dakwaan di ruang sidang Prof DR HM Hatta Ali SH MH, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Rabu (3/6/2020) siang. Upaya merugikan keuangan negara itu dilakukan Direktur PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat; dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Perbuatan itu dilakukan bersama mantan petinggi PT Jiwasraya, yaitu mantan Direktur Utama, Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Hary Prasetyo dan eks Kepala Divisi Investasi, Syahmirwan. Keenam terdakwa diajukan kedepan pengadilan masing masing dengan surat dakwaan tindak pidana korupsi dakwaan primair, Pasal 2 ayat(1) jo. pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. pasal 55 ayat (1) ke–1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP. Subsidiair, Pasal 3 jo. pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. UU Nomor 20 Tahun 201 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sedangkan untuk terdakwa Beny Tjokrosaputro selain didakwa melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan pertama itu diatas, ditambah (komulatif) dengan dakwaan Kedua yaitu: Primair, Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP Subsidair, Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sedangkan, untuk berkas perkara atas nama Heru Hidayat selain didakwa melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan Kesatu ditambah (komulatif) dengan dakwaan Kedua dan dakwaan Ketiga yaitu : Kedua, Pasal 3 ayat (1) huruf c Undang Undang RI Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang Ketiga, Primair, Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP

Subsidiair, Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Berita Terkait

Kemendikbud Minta Guru Tanamkan Soft Skill Kepada Siswa Agar Tidak Tergantikan Teknologi Canggih

Maya Rosfi'ah

Volume Benda Putar 11 Juni 2020 Jawaban Soal TVRI Belajar dari Rumah SMA Kamis Materi Matematika

Maya Rosfi'ah

Sebut Pemerintah Buang Waktu & Sepelekan Corona Fadli Zon Kena Tegur Najwa Shihab

Maya Rosfi'ah

Untuk Pilpres 2024 NasDem Lebih Baik Dorong Anies Baswedan Ketimbang Surya Paloh Pengamat

Maya Rosfi'ah

DPRD DKI Minta Dinkes DKI Tak Abai Soal Ancaman DBD Di Tengah Wabah Corona

Maya Rosfi'ah

Pernah Sodorkan Beberapa Nama 7 Triliun Ngaku ‘Dijebak’ Dulu Maria Pauline Pembobol BNI Rp 1

Maya Rosfi'ah

Polisi Sita Ponsel Hingga Kacamata Perempuan Perekam Video Ancaman Penggal Jokowi

Maya Rosfi'ah

Punya Prinsip & Pekerja Keras Almarhum Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin

Maya Rosfi'ah

Anggota Komisi IV DPR Ramai-ramai Dukung Edhy Prabowo Terkait Kebijakan Ekspor Benih Lobster

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment