Image default
Travel

Ditemukan Tanpa Sengaja oleh Penyelam Asal Belanda Fakta Unik Raja Ampat

Bagian timur Indonesia memang memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Satu di antaranya adalah Raja Ampat. Terletak di Papua Barat, Raja Ampat merupakan satu kekayaan alam kelautan Indonesia yang wajib terus dilestarikan meski sudah menjadi destinasi yang mendunia.

Sekitar tahun 1990, seorang penyelam asal Belanda bernama Max Ammer mengunjungi area ini. Tujuan awalnya hanyalah untuk menelusuri keberadaan kapal dan pesawat Perang Dunia II yang dicurigai tenggelam di kawasan Raja Ampat. Saat menyelam, Max Ammer terkesima dengan keberagaman biota laut di Raja Ampat.

Nama Raja Ampat berarti Empat Raja. Ada legenda yang mengisahkan adanya empat raja di kawasan ini. Alkisah, ada sepasang suami istri yang menemukan enam telur naga.

Lima dari enam telur naga itu pun menetaskan lima manusia; empat laki laki dan satu perempuan. Si perempuan dibunuh oleh keempat laki laki itu yang kemudian menjadi raja di kepulauan Raja Ampat. Nama ini direpresentasikan pada nama nama pulau terbesar di kawasannya.

Yakni, Salawati, Batanta, Waigeo, dan Misool. Ada beberapa public figure dunia yang pernah mengunjungi Raja Ampat. Satu di antaranya adalah CEO Google, Sergey Brin.

Sergey mengklaim, ia sangat menikmati keindahan alam Papua. Jumlah kunjungan wisatawan di Raja Ampat sangat dibatasi, terutama pada waktu waktu tertentu. Kecintaan terhadap lingkungan dari masyarakat sekitar adalah alasannya.

Mereka siap melakukan apa saja, termasuk membatasi pengunjung yang ingin mengunjungi Raja Ampat. Pengunjung terbanyak di pulau Raja Ampat adalah turis asing. Tidak heran, sebab Raja Ampat dikenal sebagai salah satu dari sepuluh tempat menyelam terbaik di dunia.

Bahkan Kabupaten Raja Ampat dikenal sebagai kekuatan alam tropis terkaya di dunia. Faktanya, Raja Ampat adalah bagian dari Kabupaten Sorong di masa lalu. Namun, Raja Ampat menjadi distrik baru sejak tahun 2003 dan menawarkan pesona wisata yang berbeda.

Menurut penduduk setempat, ada sekitar 30.000 orang yang tinggal di wilayah itu dengan budaya dan makanan lokal yang unik. Selain 4 pulau besar itu, ada sekitar 610 lebih pulau kecil. Namun, hanya 35 dari ratusan pulau itu yang dihuni.

Berita Terkait

Kuliner Khas Makassar yang Dimakan Pakai Sambal hanya 25 Menit Jadi 38 Buah Apa itu Jalangkote

Maya Rosfi'ah

Selain Waroeng Klangenan yang Dikunjungi Jokowi, Ini 6 Angkringan Modern di Jogja

Maya Rosfi'ah

Ada Peralatan Makan dari Tengkorak Manusia 7 Hal Aneh yang Ditemukan dalam Gua

Maya Rosfi'ah

Dari yang Murah hingga Mewah, 9 Hotel di Banyuwangi Ini Cocok Jadi Alternatif Menginap

Maya Rosfi'ah

Rekomendasi 4 Hotel di Surabaya yang Tawarkan Paket Spesial Tahun Baru 2020

Maya Rosfi'ah

7 Maskapai Ini Batalkan Penerbangan menuju Korea Selatan karena Wabah Virus Corona

Maya Rosfi'ah

Simak Rincian Lengkapnya KRL Beroperasi Secara Terbatas Selama Hari Raya Idul Fitri 2020

Maya Rosfi'ah

3 Fakta Menarik Tentang Hari Raya Waisak

Maya Rosfi'ah

Pengunjung Savana Propok Lombok Berpesta dengan Pengeras Suara Viral di Medsos

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment