Image default
Internasional

Fakta Mundurnya Perdana Menteri Inggris Theresa May, Penyebab hingga Reaksi Warga Inggris

Theresa May, Perdana Menteri Inggris mengumumkan mundur dari jabatannya pada Jumat (24/5/2019) kemarin. Terkait pengunduran diri May, Partai Konservatif akan menggelar pemilihan pemimpin baru pada pekan setelah May resmi mundur. "Saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif dan Unionis pada Jumat, 7 Juni, dan seorang pengganti dapat dipilih," ungkap May.

"Saya melakukannya tanpa niat buruk, tapi dengan rasa terima kasih yang besar dan abadi atas kesempatan untuk mengabdi pada negara yang saya cintai," tutupnya. Pengunduran diri May sebagai Perdana Menteri Inggris tak lepas dari persoalan Brexit atau Britain Exit yang tak kunjung selesai. Sebelum memutuskan mundur, May memang tengah menghadapi tekanan dari Partai Konservatif setelah kesepakatan Brexit ditolak tiga kali oleh Parlemen Inggris.

Penolakan tersebut menyebabkan molornya Brexit. Inggris semula dijadwalkan akan keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret 2019 dan terpaksa ditunda hingga 31 Oktober 2019. May sempat lolos dari mosi tidak percaya internal yang diajukan partainya pada Januari 2019 lalu.

Tapi, posisinya terus terancam lantaran adanya ancaman mosi tidak percaya putaran kedua yang bertujuan untuk menggulingkannya. Sebelum memutuskan mundur sebagai Perdana Menteri Inggris, May lebih dulu ditinggal oleh para menteri di kabinetnya. Tercatat, ada 36 menteri di kabinet May yang memutuskan mundur dengan alasan perbedaan pandangan.

Hal ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah pemerintahan Inggris. Dua dari 36 menteri yang mundur tersebut adalah Menteri Brexit David Davis dan Menteri Luar Negeri Boris Johnson. Diketahui, David Davis hengkang dari kabinet pada Minggu (8/7/2018), diikuti Boris Johnson di hari berikutnya.

Pada Sabtu (25/3/2019), dua bulan sebelum Perdana Menteri Theresa May mengundurkan diri, sekitar satu juta warga Ingggris memadati jalanan London. Mereka menentang keputusan Inggris yang akan keluar dari Uni Eropa. Mengenakan sederatan simbol anti Brexit dan bendera Uni Eropa, massa pertama kali berkumpul di Hyde Park sebelum akhirnya berjalan sekitar 3 km ke Westminster.

Tak hanya warga, aksi unjuk rasa ini juga diikuti oleh Menteri Utama Skotlandia Nicola Sturgeon, Wali Kota London Sadiq Khan, dan wakil pemimpin Partai Buruh Tim Watson.

Berita Terkait

8 Juta Yen Per Tahun Gaji Rata-rata Ninja Jepang Mencapai 2

Maya Rosfi'ah

Tempat Duduk Penobatan Kaisar Baru Jepang Boleh Dilihat buat Umum dari Hari Ini Takamikura

Maya Rosfi'ah

Warga Malaysia yang Ingin Pulang Kampung wajib Daftar menuju Polisi dari 25 April 2020

Maya Rosfi'ah

Dr Toru Kakuta dari Jepang Ungkap Pemeriksaan Air Liur Lebih Akurat Dibanding Lendir Hidung

Maya Rosfi'ah

Toyota Jepang Kerahkan Mobil Khusus Untuk di Bulan Mulai Dioperasikan 2029

Maya Rosfi'ah

Tayang di Bioskop Trans TV Pukul 23.00 WIB Misteri Lukisan Monalisa dalam Film The Da Vinci Code

Maya Rosfi'ah

Qatar Tuan Rumah 7th Gopac Global Conference

Maya Rosfi'ah

Video Tewasnya Algojo ISIS Emwazi akan Dipublikasikan, Terlacak dari Jenggot dan Caranya Berjalan

Maya Rosfi'ah

DK PBB Keluarkan Status Ilegal Terkait Pemukiman Israel di Palestina Usai Didesak Indonesia

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment