Image default
Internasional

Fakta Resesi Singapura | Pedofilia Prancis Bunuh Diri Disorot Media Asing POPULER Internasional

Warga Prancis yang menjadi tersangka pencabulan anak, Francois Camille Abello (65) ditemukan tidak bernyawa di selnya, Kamis (9/7/2020). Diberitakan sebelumnya, Abello diduga telah melecehkan sebanyak 305 anak. Lalu pada Kamis (9/7/2020), petugas menemukan Frans dalam keadaan lehernya terlilit kabel.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan bahwa kabel sudah terikat di leher namun tidak tergantung. Kematian Frans ini mendapat sorotan dari berbagai media asing. Menurut laporan , Frans masih bernapas ketika para petugas menemukannya.

Pria itu segera dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Setelah dirawat selama tiga hari, Frans menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (12/7/2020). Saat ditemukan, tubuh Frans menempel ke tembok sel tahanannya.

Yusri menjelaskan kabel yang digunakan Frans memang sudah ada di dalam sel tahanan. Namun keberadaan kabel tersebut dirasa cukup tinggi sehingga sedikit sulit digapai. "Berupaya untuk membebankan dengan berat badannya di tembok ada percobaan bunuh diri," jelas Yusri.

"Kabel itu sudah ada di dalam sel tahanan, cukup tinggi sebenarnya tetapi dengan tinggi yang bersangkutan bisa meraih dengan menaiki tembok kamar mandi," sambungnya. Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan bahwa para petugas tahanan telah dimintai keterangan dan diperiksa untuk mengusut kematian predator seksual tersebut. Melaporkan tenaga medis Rumah Sakit Polri, Umar Shahab mengatakan bahwa Frans mengalami patah tulang leher sehingga dia tidak bisa bernapas.

Warga negara Prancis itu ditangkap bulan lalu di sebuah hotel di bilangan Jakarta. Saat penangkapan, polisi mendapati Frans sedang berada dengan dua gadis di bawah umur. Setelah itu polisi menemukan video tindakan asusila kepada anak anak.

Video itu membuktikan bahwa Frans telah melancarkan aksi bejatnya kepada lebih dari 300 anak berusia 10 hingga 17 tahun. Menurut polisi, Frans menargetkan anak anak jalanan dengan mengiming imingi akan dipromosikan menjadi model dan diberi uang. Anak anak yang menolak akan dipukuli, jelas polisi.

Menurut polisi, pria kewarganegaraan Prancis ini beberapa kali masuk ke Indonesia dengan visa turis dalam lima tahun terakhir. Sampai Senin (13/7/2020), Yusri mengatakan masih 19 korban yang sejauh ini sudah diidentifikasi. "Penyidik mengalami kesulitan mengidentifikasi semua korban," katanya.

Polisi juga memperkirakan ada lebih banyak korban di luar video video di laptop pelaku. Frans terancam hukuman pidana mati jika terbukti bersalah.

Berita Terkait

Sayatan Benang Layangan di Leher Tewaskan Bocah Perempuan Berusia 4 Tahun

Maya Rosfi'ah

Amanda Eller Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Minggu Hilang di Hutan Hawaii

Maya Rosfi'ah

Salatlah Kalian di Rumah Viral Video Muadzin Menahan Tangis Saat Kumandangkan Adzan di Kuwait

Maya Rosfi'ah

Becak dari Yogyakarta Jadi Tambahan Koleksi Museum Ketimuran di Moskow

Maya Rosfi'ah

Ketika Mahathir Mohamad Mendapat Pelukan Dari Sang Istri Usai Dirinya Beri Keterangan Pers

Maya Rosfi'ah

Juri The Voice, Blake Shelton Tanggapi Lagu BTS

Maya Rosfi'ah

Mahfud MD Tegaskan Tidak Perlu Kerja Sama dengan Amerika Serikat Soal Konflik Laut Natuna

Maya Rosfi'ah

Endingnya Amat Tragis Awalnya Bikin Laris Pramusaji di Resto Ini Semuanya hanya Bercelana Dalam

Maya Rosfi'ah

Buka Kembali Bisnis & Sekolah New York Isyaratkan Bakal Cabut Lockdown COVID-19

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment