Image default
Nasional

Geisz Semprot Guntur Romli Katanya Gagal Ungkap Prestasi Anies Baswedan Ngapain PSI Jegal Anies

Gusar dengan kritikan yang terus dilayankan kader PSI, Guntur Romli kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Geisz Chalifah pun memberikan pembelaan. Sebagai aktivis sosial dan komisaris Ancol, Geisz Chalifah menyebut bahwa Anies Baswedan telah banyak memiliki prestasi. Karenanya, Geisz Chalifah pun tampak bersemangat saat mengungkap apa saja prestasi yang sudah diraih oleh Anies Baswedan saat menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Pemaparan itu disampaikan Geisz Chalifah usai mengaku gusar saat mendengar kritikan dari Guntur Romli kepada Anies Baswedan. Dengan nada keras, Geisz Chalifah pun memaparkan prestasi apa yang telah dicapai oleh Anies Baswedan. Hal itu seolah diungkap Geisz Chalifah untuk membungkam kritik Guntur Romli terhadap Anies Baswedan.

Satu di antaranya adalah prestasi Anies Baswedan yang menjadikan DPRD sebagai mitra Pemprov DKI Jakarta. "Anies ini, selain banyak prestasi yang lain, lebih dari 40 prestasi yang dimiliki. Satu prestasi dia yang luar biasa, menjadikan DPRD itu mitra. Menjadikan DPRD itu sekarang bertabat !" ucap Geisz Chalifah. FOLLOW US :

Usai memaparkan hal tersebut, Geisz Chalifah pun menyinggung soal pimpinan DKI Jakarta terdahulu yang membuat citra DPRD rusak. Hal itu diakui Geisz Chalifah berbeda dengan apa yang telah dilakukan Anies Baswedan. "Bagaimana pertarungan antara Pemprov dengan DPRD ? Bagaimana melihat DPRD ? Apa citra DPRD selama ini ? Rusak ! Tapi oleh Anies, dimartabatkan, dijadikan partner. Tidak dikatakan 'nenek lu', tidak dikatakan 'maling'. Setiap kritik dia terima," ungkap Geisz Chalifah.

Lebih lanjut, menyasar pada sosok Guntur Romli, Geisz Chalifah pun tampak gusar. Geisz Chalifah lantas menuding bahwa PSI, partai yang digawangi Guntur Romli itu hobi mem bully Anies Baswedan. "PSI itu setiap hari kerjaannya mem bully Anies. Seolah olah tidak ada masalah lain di republik ini selain Jakarta," kata Geisz Chalifah.

Ya, menurut Geisz Chalifah, Guntur Romli dan rekan rekannya di PSI sangat sering mengkritik Anies Baswedan. Padahal, ada banyak isu misal jembatan kemayoran hingga LRT yang dilakukan oleh pemerintah yang menurut Geisz Chalifah patut untuk dikritisi. Namun diakui Geisz Chalifah, PSI justru hanya diam saja jika isu itu menyangkut pemerintah.

Berbeda halnya jika isu itu menyangkut DKI Jakarta, menurut Geisz Chalifah, PSI akan langsung menyasar Anies Baswedan sebagai target bully. Berkaca pada hal tersebut, Geisz Chalifah pun merasa heran. Dengan nada menyindir, Geisz Chalifah mengaku heran dengan tujuan yang sebenarnya ingin dicapai PSI.

"Yang mereka inginkan itu sebenarnya apa ? Menjadikan negara ini lebih baik atau ingin menghambat warga Jakarta untuk bahagia ? Karena prestasi Anies luar biasa, apa yang tidak luar biasa ?" pungkas Geisz Chalifah. Tak hanya itu, Geisz Chalifah juga balik mengkritik perlakuan yang telah dilayangkan PSI kepada Anies Baswedan. Yakni soal dugaan adanya niat penjegalan PSI kepada Anies Baswedan di Pemilu 2024 mendatang.

Menurut Geisz Chalifah, jika memang PSI menganggap Anies Baswedan Gubernur gagal, mengapa mereka harus bersusah payah menjegal Anies ? "Kita diakui sebagai kota yang grand city, kita dapat penghargaan dari Amerika. Yang dikatakan selalu Anies tidak bekerja, bodoh. Saya ingin bertanya, kalau Anies tidak bekerja, gubernur gagal, ngapain sekjen PSI bikin kampanye jegal Anies ? Kan Gubernur gagal, ntar juga kalah sendiri, logikanya gimana sih ? Takut betul !" tegas Geisz Chalifah.

Ulasan berupa sindiran yang dilayangkan Geisz Chalifah itu tampak ditanggapi santai Guntur Romli. Selama dikritik Geisz Chalifah, Guntur Romli tampak hanya melayangkan senyum hingga tawa kecil. Fraksi Partai Solidaritasi Indonesia DPRD DKI Jakarta kembali mengkritisi kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anggota Fraksi PSI DKI Jakarta Justin Adrian menilai, Anies sama sekali tidak peduli masalah banjir. Belum ada solusi yang efektif untuk menanganinya. "Pak Anies sudah menjadi gubernur hampir 2,5 tahun, tapi program antisipasi banjir hanya jalan di tempat. Pada tahun 2018 sampai 2020, Kementerian PUPR tidak bisa menjalankan normalisasi karena Pemprov DKI tidak mau membebaskan lahan. Tiga tahun terbuang percuma," kata Justin, Minggu malam.

Justin melanjutkan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat terjadi di wilayah Jakarta dan Bekasi. Sementara itu, daerah Bogor dan Depok hanya hujan ringan, sehingga ketinggian pintu air Depok dan Katulampa Bogor berstatus siaga 4 (normal). Namun, Ia heran karena wilayah seperti Menteng, Tebet, dan Kuningan yang sudah lama tidak terjadi banjir harus kembali digenangi.

"Dari data curah hujan dan ketinggian pintu air, jelas sekali bahwa banjir hari ini adalah karena hujan lokal. Oleh karena itu, Pak Gubernur tidak punya alasan untuk menyalahkan hujan di Bogor dan tidak bisa melempar masalah ke pemerintah pusat," ucap Justin. Namun, Ia menyayangkan karena program penanganan banjir seperti naturalisasi dan normalisasi belum berjalan. Bahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum bisa melakukan normalisasi karena lahan yang belum dibebaskan oleh Pemprov DKI.

"Sayangnya, Pak Gubernur tidak memiliki kemauan dan keberanian untuk mengatasi banjir. Bahkan, karena Pemprov DKI lambat membebaskan lahan, masih belum jelas apakah Kementerian PUPR bisa melakukan normalisasi sungai pada 2021," tuturnya.

Berita Terkait

Anggota Komisi IV DPR Ramai-ramai Dukung Edhy Prabowo Terkait Kebijakan Ekspor Benih Lobster

Maya Rosfi'ah

Sebut Pemerintah Buang Waktu & Sepelekan Corona Fadli Zon Kena Tegur Najwa Shihab

Maya Rosfi'ah

Tidak Ada Open House saat Idul Fitri Istana

Maya Rosfi'ah

6 Fakta Hasil Investigasi Polri Soal Insiden Dugaan Salah Tembak 2 Warga Oleh Tim Satgas Tinombala

Maya Rosfi'ah

Sejarah Permainan Tradisional Perahu Jong Belajar dari Rumah TVRI Kelas 4-6 SD Hari Ini

Maya Rosfi'ah

Bedakan Persahabatan & Pencurian Beda Pendapat dengan Prabowo Soal Klaim Natuna Susi Pudjiastuti

Maya Rosfi'ah

Ini Alasan Polri Kabulkan Penangguhan Penahanan Mustofa Nahrawardaya

Maya Rosfi'ah

Ini Bukan Warung Kopi Poyuono Sebut Erick Thohir Dibohongi hingga Debat dengan Arya Karni Ilyas

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment