Image default
Metropolitan

Helm Proyek buat SMP & SMK Rp 34 Miliar Temuan Baru Anggaran Janggal Dinas Pendidikan DKI

Anggota DPRDDKI JakartaFraksiPDI PerjuanganIma Mahdiah, mengungkap temuan baru anggaran janggal di jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Temuan tersebut berupa pengadaan helm proyek senilai Rp 34 miliar. Menurut Ima, helm proyek tersebut tertulis untuk SMP Negeri senilai Rp 32 miliar dan SMK Negeri senilai Rp 1,8 miliar.

"Helm proyek ini disini ditulisnya untuk Biaya Operasional Penyelenggara (BOP) SMP Negeri Rp 32 miliar lalu BOP SMK Negeri Bisnis dan Manajemen itu Rp 1,8 miliar jadi total semua Rp 34 miliar," ungkap Ima dalam tayangan yang diunggah KompasTv, Sabtu (9/11/2019). Ima mengungkapkan anggaran tersebut tertulis program wajib belajar 12 tahun bukan untuk anggaran renovasi. "Disini programnya adalah program wajib belajar 12 tahun, nah pertanyaan kita, helm proyek itu kan biasanya hanya untuk renovasi ya,

Rehab total sekolah sedangkan ini bukan dianggaran rehab total, karena rehab total kita ada lagi dokumennya gitu," jelas Ima. Sebelumnya, Ima menemukan anggaran pengadaan pasir untuk Sekolah Dasar senilai Rp 52 miliar. Menurut Ima, jumlah tersebut dianggap janggal karena anggaran bukan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana atau gedung kantor tetapi untuk alat peraga sekolah.

"Karena kalau kemarin saya lihat dari dokumen data dari KUA PPAS, Itu bukan untuk pemeliharaan sarana prasarana bahkan gedung kantor, bukan." "Tapi disini jatuhnya untuk alat peraga untuk SMP, SMK, Bisnis Manajemen, dan SMK Teknologi,

Itu yang menurut saya janggal, buat apa pasir sebanyak," jelas Ima. Selain itu, ada temuan pembelianpembelian penghapus cair atau tipe ex senilai Rp 31 miliar. Ima Mahdiah menganggap anggaran tersebut terlalu tinggi untuk membeli tipe ex.

"Ada disini contohnya penghapus cair atau tipe ex, itu sekira Rp 31 miliar." "Karena sekolah mana yang akan mau di kasih tipe ex dan sepertinya penganggaran ini terlalu tinggi banget ya Rp 31 miliar," ujar Ima Mahdiah. Ima mengaku memperoleh data anggaran janggal tersebut setelah pembahasan Komisi E dengan Dinas Pendidikan.

"Karena saya ini mendapatkan datanya langsung ketika setelah membahas Komisi E dengan Dinas Pendidikan. Saya minta softcopy nya sampai data komponen, kita bantu menyisir, kita menemukan yang seperti itu," ungkap Ima. Ima menuturkan, awal dari permasalahan anggaran DKI adalah tidak adanya transparansi.

"Nah disini menurut saya awal dari permasalahan adalah tidak adanya transparansi," tutur Ima dalam tayangan yang diunggah YouTube Najwa Shihab, Kamis (7/11/2019). Sebelumnya, Fraksi PDI P hanyadiberi dataformat pdf soal anggaranDKI JakartaRp 95 triliun. Pihak PDI P meminta update terbaru dari anggaran tersebut secara terus menerus hingga pertengahan Oktober.

Namun, sampai saat pembahasan PDI P tak kunjung memperoleh update anggaran terbaru terkait Rp 95 triliun, dengan alasanSatuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) belum siap. "PDI P dikasih pdf, di sini kita hanya di kasih tahu yang kegiatan itu yang Rp 95 triliun, Kita minta terus yang terupdate Rp 95 triliun sampai dengan pertengahan Oktober sampai dengan pembahasan tidak pernah dikasih," ujar Ima.

"Kita sudah tagih terus bahkan Ketua DPRD minta agar dikasih data terbarunya tetapi tidak pernah dikasih denganalasanSKPD belum siap," pungkas Ima.

Berita Terkait

Tutup Hatinya yang Hancur Saat Istrinya Cekoki Anak dengan Air Galon Hingga Tewas Curhat Pilu Bobi

Maya Rosfi'ah

Untung Ada Emergency Button Hampir Jadi Korban Jahat Sopirnya VIRAL Wanita Naik GrabCar Sendirian

Maya Rosfi'ah

Prakiraan Cuaca Bmkg Jakarta Besok Kamis 4 April 2019 Jaksel Jaktim Dan Jakpus Hujan Disertai Petir

Maya Rosfi'ah

Low Explosive Pemilik Mobil yang Jadi Target Mempunyai Perusahaan Swasta UPDATE Ledakan di Menteng

Maya Rosfi'ah

Ada Luka Tusuk Diduga Dibunuh Ayah Sendiri Kasus Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas di Tangerang

Maya Rosfi'ah

Saat Ditanya Dia Mengaku Khilaf Ayah di Depok Rudapaksa Putri Kandungnya Sampai 3 Kali

Maya Rosfi'ah

Ada Pengalihan Arus Lalulintas di Kawasan Senayan

Maya Rosfi'ah

Dishub Segera Tutup Perlintasan Sebidang di Dekat Kantor Imigrasi Jakarta Timur

Maya Rosfi'ah

Rumahnya Terendam Banjir di Tengah Pandemi Corona Derita Buruh Cuci Sri Murti

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment