Image default
Nasional

Ini 5 Poin Penting Isi Pidato Hari Guru Nadiem Makarim 25 November 2019

Hari Guru menjadi hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru. Hari Guru diperingati pada tanggal yang berbeda beda tiap negara. Di Indonesia, Hari Guru diperingati pada tanggal 25 November 2019.

Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hari Guru Nasional bukan merupakan hari libur resmi, namun dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Guru di Indonesia dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Tahun ini, teks pidato Hari Guru Nasional yang dibuat oleh Nadiem Makarim, selaku Menteri Pendidikan yang baru, menjadi viral dan diperbincangkan oleh masyarakat luas. Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dibacakan dalam Peringatan Hari Guru 2019, Senin (25/11/2019). Pemerintah melalui surat edaran (SE) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan tema yang diusung saat Hari Guru Nasional 2019, yaitu Guru Penggerak Indonesia Maju, Rabu (20/11/2019).

Pemerintah juga menghimbau agar memperingati momen Hari Guru Nasional 2019 dengan menyelenggrakan kegiatan untuk mengapresiasi guru. Selain itu, ada beberapa agenda lain yang bisa dilakukan saat Hari Guru Nasional 2019 mulai dari, seminar, talkshow, ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan mempublikasikannya di berbagai media. Kemendikbud juga memberikan berbagai apresiasi terhadap dedikasi para guru.

Satu di antara, bentuk penghargaan tersebut adalah diselenggarakannya upacara bendera. Mendikbud Nadiem Makarim membuat pidato 2 halaman untuk Hari Guru. Banyak warganet membagikan pidato Nadiem karena pidato tersebut dianggap menyentuh dan sesuai dengan kondisi dunia pendidikan saat ini.

Pidato Nadiem itu diunggah secara resmi di laman resmi . Akun Twitter resmi Kemendikbud, @Kemdibud_RI juga membagikan pidato Nadiem pada Sabtu (23/11/2019). Dari isi teks pidato tersebut ada 5 poin penting yang disampaikan, yaitu:

1. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. Dituliskan bahwa diharapkan para guru mampu mengajak para siswa berdikusi bukan hanya sekedar menyampaikan saja. Perlu ada interaksi bukan hanya siswa mendengar ilmu yang disampaikan saja.

2. Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas Maksudnya, beri kesempatan murid atau siswa untuk mengeksplore kemampuannya. Ajaklah pikirannya berkembang, ajarkan agar mereka bisa membagikan ilmu yang telah diajarkan guru kepada orang lain.

3. Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Tumbuhkan jiwa sosial siswa atau murid melalui aksi aksi sosial. Libatkan mereka dalam kegiatan kegiatan sosial, supaya mereka bisa menjadi makhluk sosial yang baik di masyarakat.

4. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri. Tumbuhkan rasa percaya diri siswa supaya mereka bisa mengembangkan bakat terpendamnya. Atur pola belajar mengajar supaya siswa bisa mengembangkan bakat terpendamnya.

5. Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan. Untuk siswa tidak perlu ragu untuk membantu guru bila ada kesulitan. Guru terkadang juga memerlukan bantuan para siswanya, jangan ragu untuk membantunya.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Rahayu, Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua, Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati, Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke,

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit. Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan. Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi. Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi. Saya tidak akan membuat janji janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama. Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri. Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak. Selamat Hari Guru, #merdekabelajar #gurupenggerak Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh Shalom, Om Santi Santi Santi Om, Namo Buddhaya, Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim Pidato dibacakan ketika melakukan upacara bendera diseluruh sekolah di Indonesia pada hari ini, Senin, tanggal 25 November 2019.

Berita Terkait

Habibie Tinggalkan Banyak Warisan untuk Bangsa Indonesia, Mulai Industri Transportasi hingga UU Pers

Maya Rosfi'ah

Hipmi Gelar Musda Secara Virtual Kali Pertama

Maya Rosfi'ah

Terbang menuju Jakarta buat Seleksi CPNS di BKN Ditya Timur Aska

Maya Rosfi'ah

Polri Ungkap Kronologi Bentrok Antar Warga Desa di Buton Sulawesi Tenggara

Maya Rosfi'ah

Jaksa Agung Tidak Tahu Status Kewarganegaraan Djoko Tjandra

Maya Rosfi'ah

Beredar Artikel Hoaks Polisi Akan Menembak Mati Para Perusuh People Power

Maya Rosfi'ah

Presiden Joko Widodo Ingatkan Tentang ‘Kerukunan’ Perayaan Natal 2019

Maya Rosfi'ah

Bukan Obat buat Covid-19 Mereknya Bio Nuswa BPOM Beri Penjelasan soal Klaim Hadi Pranoto

Maya Rosfi'ah

Prabowo Kehilangan Sosok Sahabat & Prajurit yang Hebat Djoko Santoso Meninggal

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment