Image default
Corona

Ini Baru Presiden! Sujiwo Tejo Salut Jokowi Resmi Melarang Mudik buat Cegah Penyebaran Covid-19

Budayawan Sujiwo Tejo mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang mudik lebaran tahun 2020. Ia bahkan mengaku salut dengan keputusan Jokowi tersebut. Diketahui, pemerintah resmi melarang mudik untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid 19.

Larangan ini disampaikan langsung oleh Jokowi dalam rapat terbatas melalui video conference , Selasa (21/4/2020). "Pada rapat hari ini, saya ingin menyampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang," kata Presiden Jokowi, seperti dilansir dari . Kepala Negara meminta jajarannya segera mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan larangan mudik ini.

Mengetahui keputusan Jokowi, Sujiwo Tejo pun mengaku salut. Lewat akun Twitter @sudjiwotedjo , ia mengomentari sebuah pemberitaan di media online. Dengan singkat dan tegas, Sujiwo Tejo memberikan apresiasi terhadap langkah Jokowi.

"INI BARU PRESIDEN!!!! Salut ," cuitnya. Dalam rapat sebelumnya, pemerintah belum melarang mudik bagi masyarakat umum. Pemerintah hanya menyampaikan imbauan agar masyarakat tak pulang ke kampung halaman.

Larangan mudik sebelumnya hanya berlaku bagi ASN, TNI, Polri dan Pegawai BUMN. Namun Kepala Negara menyebutkan, berdasarkan survei, masih ada 24 persen masyarakat yang bersikeras akan mudik. "Artinya masih ada angka yang sangat besar," kata dia.

Dengan demikian, perlu adanya kebijakan yang lebih tegas agar masyarakat tidak mudik sehingga penyebaran virus corona di Indonesia dapat dicegah. Melansir , Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB)TjahjoKumolomemastikan akan memberi sanksi bagi aparatur sipil negara (ASN) yang nekat mudik di tengah pandemi virus corona. Tjahjo mengatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2020 tentang disiplin PNS, sanksi dapat diberikan berdasar pada kategori pelanggaran, yakni ringan, sedang, dan berat.

"Nekat mudik menurut hemat kami masuk kategori sedang," kata Tjahjo kepada wartawan, Kamis (9/4/2020). "Sanksi untuk pelanggaran disiplin sedang yaitu, penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 tahun, penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun, penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 tahun," kata Tjahjo. Kemudian, jika PNS atauASNyang nekat mudik itu terbukti positif Covid 19, maka yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi disiplin berat karena membahayakan orang lain.

Sanksi berat yakni penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun, penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pencopotan dari jabatan, pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri, hingga pemberhentian tidak dengan hormat. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan skema dan aturan pelaksanaan larangan mudik tersebut. Adapun skema yang disiapkan adalah pembatasan lalu lintas. Angkutan umum dan kendaraan pribadi dilarang untuk keluar dari zona merah Covid 19.

“Kendaraan angkutan umum, kendaraan pribadi, sepeda motor tidak boleh keluar masuk zona merah,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Selasa, dilansir dari . Lebih lanjut, Budi menegaskan pihaknya tidak akan menutup akses jalan antar wilayah, sebab pemerintah tidak melarang angkutan barang dan logistik untuk beroperasi. "Skenario yang disiapkan jika mudik dilarang adalah berupa pembatasan lalu lintas pada jalan akses keluar masuk wilayah, bukan penutupan jalan," ujar Budi.

Dengan demikian, nantinya di setiap akses keluar masuk wilayah akan dipersiapkan check point untuk memeriksa setiap orang yang akan keluar masuk Jabodetabek. “Dalam melaksanakan pembatasan lalu lintas tentunya diperlukan kerja sama dengan banyak pihak, terutama jajaran kepolisian sebagai garda terdepan,” tuturnya. Kementerian Perhubungan disebut sudah memiliki sanksi bagi masyarakat yang nekat mudik.

Menurut Budi, sanksi tersebut bisa diterapkan mengacu pada UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. “Sanksi yang paling ringan bisa dengan dikembalikan saja kendaraan tersebut untuk tidak melanjutkan perjalanan mudik,” ucapnya.

Berita Terkait

Per 9 April 2020 Total Lebih dari 16.500 Spesimen Telah Diperiksa Deteksi Covid-19

Maya Rosfi'ah

Jokowi Minta Jajarannya Siapkan Terobosan Baru buat Penanganan Covid-19 Setelah Marah-marah

Maya Rosfi'ah

Juli Diharapkan Kita Bisa Mengawali Hidup Normal Doni Monardo

Maya Rosfi'ah

Zona Hijau Terserah Pemda Zona Merah Jangan Terapkan New Normal

Maya Rosfi'ah

Bertambah 32 Pasien Meninggal Total Kematian 1.883 Orang Update Corona Indonesia 8 Juni

Maya Rosfi'ah

Bupati Bekasi Terima Donasi 2.000 Masker Kain Non Medis dari Tribunnews & Cardinal

Maya Rosfi'ah

Kisah Cewek Kirgizstan ‘Cinlok’ dengan Pria Lampung di Tengah Pandemi Corona

Maya Rosfi'ah

77 Anak di NTB Positif Covid-19 Dibiarkan Orangtuanya Tak Pakai Masker Saat Berkeliaran di Jalan

Maya Rosfi'ah

Kisah Tung Desem Bantu Tenaga Medis Saat Dirawat sebagai Pasien Covid-19

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment