Image default
Sains

Ini Cara Kenali Permintaan Tak Wajar saat Terapi Sejumlah Klien Ngaku Dilecehkan Doktor Psikologi

Seseorang yang mengaku Doktor Psikologi, berinisial DS, semakin ramai diperbincangkan masyarakat. Diketahui, DS mulai menjadi sorotan publik setelah selebgram Revina VT mengungkapkan kejanggalaan yang ia temukan saat akan memenuhi ajakan DS untuk berkolaborasi membuat sebuah konten Youtube. Sebelum memenuhi tawaran DS, Revina sempat menelusuri nama DS dalam daftar tenaga medis di Sistem Informasi Keanggotaan (SIK) Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) namun ia tak menemukannya.

Kemudian sejumlah orangbermunculan mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan DS. Seperti yang ada dalam unggahanakun Instagram pribadi selebgram Revina VT, @revinavt, seorang korban menunjukkan isi pesan DS yang mengajaknya melakukan terapi di kamar hotel. Menanggapi hal itu,Psikolog di Yayasan Praktek Psikolog Indonesia, Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi., menyebutkan seorang psikolog tak mungkin mengajak kliennya melakukan terapi di kamar hotel.

Menurut Adib, hal ini juga dapat menjadi patokan untuk menghindari pelecehan seksual. "Untuk menghindari pelecehan, pastikan terapi tidak di hotel," kata Adib. Selain itu, untuk menghindari pelecehan, seseorangdapat memberitahu dari awal bahwa dirinya tidak ingin ada sentuhan selama terapi berjalan.

"Lebih baik dari awal ngomong, 'saya nggak mau terapi yang sifatnya sentuhan' . "Nah kalau pun ada sentuhan, pastikan jenis kelaminnya sama," kata Adib. "Itu bisa dibicarakan dari awal, masyarakat harus tahu," sambungnya.

Adib menjelaskan, memang terdapat sejumlah metode terapi yang menerapkan sentuhan fisik. Namun, metode sentuhan tersebut tetap tergantung atas persetujuan klien. Kendati demikian, Adib merasa kurang cocok dengan metode terapi yang menggunakan sentuhan.

"Kalau udah ada sentuhan rasanya kurang tepat walaupun dalam metode metode tertentu memang ada sentuhan," tutur psikolog dari www.praktekpsikolog.com yang berkantor di Bintaro, Jakarta Selatan. "Tapi saya sarankan kalau ada sentuhan, antara klien dan psikolog itu jenis kelaminnya sama," sambungnya. Sementara itu, Adib juga menerangkan mengenai bagaimana cara mengenali permintaan tak wajar saat sedang dalam sesi training atau konseling bersama psikolog.

Sentuhan dalam sesi terapi dapat disebut tak wajar apabila mulai menyentuh bagian bagian tubuh selain tangan, kaki, dan kepala. "Yang jelas kalau dia mau menyentuh selain tangan, selain kaki, kepala, itu kemungkinan besar nggak wajar, itu bisa aja terjadi pelecehan," terangnya. Kalaupun akan melakukan sentuhan, Adib menuturkan, seorang psikolog pasti akan memberi penjelasan sebelum terapi dimulai.

"Dia akan menjelaskan kalau nanti ada sentuhan begini, begini, gitu," jelas Adib. "Sebelum ada terapi, ada kesepakatan dulu," lanjutnya. Semenjak dugaan pelecehan seksual yang dilakukan DS merebak, tak sedikit masyarakat yang menjadi khawatir untuk melakukan konsultasi kepada psikolog.

Adib mengatakan terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk memilih psikolog yang tepat. Berikut cara memilih psikolog yang tepat: Adib menegaskan bahwa seluruh psikolog di Indonesia dipastikan memiliki lisensi dari HIMPSI.

Menurut Adib, sangat penting bagi masyarakat untuk memastikan bahwa dirinya sudah ditangani oleh psikolog yang tepat. Pasalnya, Adib mengatakan, sebuah kalimat saja dapat dipahami dengan makna yang berbeda beda, tergantung dengan ilmu, persepsi, dan pemahaman yang dimiliki. Dengan konteks ilmu yang berbeda, pemahaman dari apa yang disampaikan orang lain pun akan berbeda.

Seseorang yang tidak benar benar tersertifikasi sebagai psikolog diragukan memahami bahwa konteks masalah klien harus dilihat dengan sangat individual. "Misal seseorang cerita tentang kasusnya,itukonteksnya harus ditetapkan, masalahnya apa," terang Adib. Adib menerangkan,dalam menangani kliennya, psikolog memahami bagaimana memetakan kondisi psikis seseorang.

"Nggak bisa dipukul rata kondisinya, misalkan 'wah semua terkena mental blok', kan nggak semua masalah mental block," jelas Adib. "Misal klien ini sembuh, klien ini lama, makanya perlu psikolog yang menangani," sambungnya. Adib menuturkan, seorang psikolog semestinya telah mengambil pendidikan profesi psikologi pada jenjang S 2.

"Di situ (S 2 Psikologi) sudah dipelajari bagaimana aspek aspek manusia, bagaimana menghadapi seseorang yang trauma, bagaimana menghadapi seseorang yang tidak mau berbicara, bagaimana menghadapi orang yang paranoid, moody, benci orang tua. Soal benci saja bermacam macam," tutur Adib. Menurut psikolog dari www.praktekpsikolog.com yang berkantor di Bintaro, Jakarta Selatan ini, seorang psikolog tidak mungkin mengajak kliennya menjalankan terapi maupun konseling di hotel.

Adib mengatakan, seorang psikolog basanya menjalankan terapi di tempat prakteknya, baik tempat praktek pribadi maupun tempat praktek psikolog. Menurut Adib, masyarakat juga perlu memilih psikolog yang tidak terlalu sosmed oriented . Dikhawatirkan, psikolog tersebut memiliki maksud maksud tertentu sehingga ia menyebarkan apa yang diceritakan oleh kliennya.

Adib menegaskan, psikolog tentu mengerti bahwa apa yang disampaikan oleh klien bersifat sangat rahasia. "Jadi kalau ada psikolog yang suka mengumbar ngumbarsesuatu di media sosial, mending jangan ke situ. Kenapa? Karena dikhawatirkan rahasia klien tidak dijaga dengan baik, padahal itu sesuatu yang sifatnya harus dirahasiakan sampai kapan pun," terang Adib.

Adib juga menyarankan masyarakat untuk tidak tergiur tawaran terapi gratis. "Jangan sampai ada yang gratis gratisan, kita kannggak pernah tahuapa maksud orang," kata dia. Adib menambahkan, untuk menghindari praktek psikolog abal abal, perlu diketahui bahwa terdapat sejumlah surat yang harus dimiliki psikolog klinis.

Surat tersebut di antaranya: 1. Ijazah S1 Psikologi dan S2 Psikologi 2. Surat Izin Praktek Psikologi (SIPP)

3. Surat Sebutan Psikolog 4. Sertifikat Sumpah Profesi Psikolog Klinis 5. Surat Tanda Registrasi (STR), hanya dimiliki psikolog klinis

6. Hasil Uji Kredensial 7. Surat Izin Praktik Psikolog Klinis (SIPPK) Adib mengatakan, yang paling wajib dimiliki psikolog yaitu Ijazah S 1 Psikologi, Ijazah S 2 Psikologi, dan SIPP.

Sementara, psikolog yang menangani klien di Rumah Sakit bersama psikiater harus memiliki lima surat lainnya yang terdapat dalam daftar di atas.

Berita Terkait

Kabar Terkini ‘Titanic’, Kapal Legendaris yang Habis Dimakan Bakteri Laut

Maya Rosfi'ah

Garam Industri & Drone Elang Hitam BPPT Akan Jadi Prioritas Pengembangan Inovasi Nasional

Maya Rosfi'ah

Berikut Perbedaan Ular Kobra & King Cobra Sama-sama Punya Bisa Mematikan

Maya Rosfi'ah

Ini 7 Fakta Lumba-lumba yang Jarang Diketahui kisah Selamatkan 12 Pemancing di Tengah Laut

Maya Rosfi'ah

Sesaat Apa yang wajib Dilakukan Sebelum & Sesudah Gempa Bumi

Maya Rosfi'ah

Alat Penghilang Sinyal di HP Mengenal Islamic Jammer

Maya Rosfi'ah

Aplikasi Servis Berbasis Cloud Terbaru buat Kurangi Downtime pada Infrastruktur penting Sistem Pompa

Maya Rosfi'ah

Ini Penjelasan Ilmiahnya Renggut Nyawa Warga Klaten Seganas Apa Tawon Ndas

Maya Rosfi'ah

Pemerintah Segera Terbitkan Perpres Audit Teknologi, Ini Antisipasi Kemenristekdikti

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment