Image default
Travel

Ini Pilihan Tempat Wisata yang Bisa Traveler Kunjungi Liburan menuju Bangka

Ada berbagai tempat wisata di Bangka yang bisa kamu kunjungi saat liburan ke Bangka. Bangka adalah pulau yang kaya akantimah. Penambangan timah di wilayah ini bahkan sudah dimulai secara tradisional sejak tahun 1700 an.

Sejauh mata memandang, terutama di wilayah pantai, banyak terdapat kapal keruk timah yang beroperasi. Pendapatan dari tambang timah saat ini menopang perekonomian Bangka Belitung hingga 26 persen dari PDB regional wilayah ini. Namun, harga timah dunia sedang goyah lantaran tertekan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

Sehingga, pemerintah provinsi Bangka Belitung berupaya menghidupkan sektor pariwisata untuk menopang perekonomian. Walaupun begitu, Bangka tidak seterkenal Belitung dalam hal pariwisatanya. Berikut sejumlah objekwisatadi Bangka yang bisa Anda nikmati, saat berjalan jalan ke pulau ini.

Untukwisatalaut, kebanyakan berada di daerah Sungailiat, sekitar satu jam dari Pangkal Pinang, ibu kota Provinsi Bangka Belitung. Salah satu destinasi pantai di wilayah ini yakni Pantai Tongaci Sungailiat. Lokasi wisata ini berjarak lebih kurang 30 km dari Bandara Depati Amir Pangkal Pinang.

Memasuki tempat wisata ini, pengunjung dikenakan tarif untuk pengunjung dewasa, sudah termasuk fasilitas parkir gratis bagi kendaraan. Selain sebagai wisata pantai, lokasi ini juga menjadi salah satu lokasi wisata sejarah sebab ada wisata museum, daftar silsilah marga di Bangka, hingga jejak perjalanan Laksamana Cheng Ho di lokasi ini. Laksamana Cheng Ho merupakan pimpinan armada laut kekaisaran China yang pernah mendatangi Kepulauan Nusantara untuk berdiplomasi.

Konon kabarnya, ia pernah singgah di Kepulauan Bangka Belitung. Ada juga pasukan terakota serta kumpulan patung hewan di lokasi ini. Serta ada pula lokasi penangkaran penyu. Wisatalain yang terkait wisata laut yakni site selfie Jembatan Emas.

Jembatan ini jadi ikon Pangkal Pinang. Sayangnya, saat Kompas.com menuju lokasi, Jembatan Emas ini sudah rusak sistem hidroliknya. Saat masih berfungsi, jembatan ini mempercepat jarak dari Pangkal Pinang ke Sungailiat.

Namanya juga daerah tambang timah, maka di Bangka juga banyak terdapat lokasi wisata yang memanfaatkan reklamasi tambang. Misalnya saja Bangka Botanical Garden. Lokasi ini sekitar 20 menit dari Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang.

Di tempat ini selain ada gazebo, juga ada semacam danau, dan sejumlah satwa yang ditangkarkan. Ada juga 11 buaya di lokasi ini. Satwa lain seperti aneka burung hingga owa jawa.

Selain itu, juga ada lokasi tempat pemerahan susu dan para pengunjung pun bisa membeli susu segar dengan harga murah. Selain Bangka Botanical Garden, wisata tambang lain yang terkenal yakni Danau Kaolin di lahan bekas tambang timah di Desa Nibung, Bangka Selatan. Masih di Sungailiat, terdapat wisata reliji berupa bangunan tempat ibadah, yakni Puri Tri Agung.

Puri Tri Agung melambangkan tiga ajaran Tri Darma yang terdiri dari aliran Konfutse, Budhisme, dan Taoisme. Bangunan yang dibangun tahun 2015 ini megah berdiri menghadap ke laut, dan jadi ikon pariwisata di Bangka Belitung. Lokasinya sekitar 20 kilometer dari kota Pangkal Pinang. Destinasi wisata ini gratis, bagi siapa saja yang ingin mengagumi keindahan alam sekitarnya, berdoa, ataupun sekadar selfie.

Kompas.com berkesempatan masuk ke dalam bangunan yang bentuknya membulat, dan terkesan dengan arsitektur serta seni yang ada di dalamnya. Berwisata tak lengkap jika tak kulineran. Nah di Bangka aneka kulinernya kebanyakan merupakan olahan ikan, lantaran wilayah ini merupakan wilayah kepulauan. Misalnya saja kuliner ikan lempah kening, pempek, otak otak, kerupuk ikan dan sebagainya. Kalau mau yang manis atau gurih, ada martabak.

Anda bisa berkunjung ke MuseumTimahuntuk mengetahui sejarah penambangan timah, sejarah perkebunan lada, sejarah kain khas Bangka dan sebagainya. Masuk ke museum ini gratis, asalkan pada jam kerja. Tidak hanya itu, juga ada lokasi wisata Rumah kapitan Lay Nam Sen, yang letaknya tepat berada di depan SwissBell Hotel Pangkal Pinang di Jalan Jenderal Sudirman.

Ceritanya, Lay Nam Sen merupakan salah satu keluarga yang pertama kali bermukim di Pulau Bangka. Rumah ini mulai dibangun setelah masa peralihan VOC ke Pemerintah Belanda. Masuk ke lokasi ini gratis, bahkan untuk sekadar selfi. Jika lelah melihat lihat, di belakang rumah ini digunakan sebagai kafe, La Terasse.

Berita Terkait

Jangan Letakkan Barang di Kantong Belakang Kursi Pesawat Bahaya

Maya Rosfi'ah

Berlaku dari November 2019 Jadwal KA Lodaya & KA Malabar Terbaru

Maya Rosfi'ah

10 Promo Burger King Kupon Maret 2019, Harganya Mulai Rp 20 Ribuan

Maya Rosfi'ah

Warganet Dibuat Heboh, Avril Lavigne Pakai Kerudung Saat Liburan ke Abu Dhabi

Maya Rosfi'ah

Niat Pelesir di Indonesia, Warga Singapura Tewas Tenggelam di Laut Bintan

Maya Rosfi'ah

Ada Tikus hingga Kera Panggang 7 Kuliner Ekstrem di Pasar Tomohon Manado

Maya Rosfi'ah

Bulan September, Dua Jalur Pendakian Gunung Sindoro Ditutup Sementara

Maya Rosfi'ah

6 Makanan Indonesia dengan Nama Unik, Ada Nasi Kentut Hingga Ketela Bajingan, Seperti Apa Wujudnya?

Maya Rosfi'ah

Jangan Pernah Lakukan 6 Kebiasaan Ini saat Liburan menuju Thailand

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment