Image default
Metropolitan

Istri Ingin Suaminya Tetap Diproses Hukum Meski Berpotensi Bebas Ditusuk Berkali-kali

Awal Februari 2020, terjadi kasus suami tusuk istriyang membuat lingkungan Cluster Viola Residence, Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel) heboh. Penganiayaan atau kekerasan dalam rumah tangga itu terjadi di kediaman Azwar (35). Pelakunya tak lain Azar sendiri, yang tega menganiaya istrinya, Siska (40) menggunakan pisau dapur.

Siska pun sempat dirawat secara intensif di rumah sakit. Dua pekan berlalu, kondisi Siska telah pulih meski sempat menerima tusukan berkali kali. Siska menderita 15 luka tusukan di sekujur tubuhnya dari kepala hingga kaki.

Ia juga harus ditangani sampai 185 jahitan untuk menutup luka tusukan akibat hujaman suaminya itu. Kapolsek , Kompol Stephanus Luckyto, yang menangani kasus itu, terus memantau perkembangan kondisi Siska. "Istrinya sekarang sedang recovery di Palembang, di kampungnya," ujar Luckyto melalui sambungan telepon, Kamis (20/2/2020).

Luckyto mengatakan, pihaknya sudah menggali keterangan dari Siska. Siska mengalami trauma hebat, usai peristiwa yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya itu. Ia ingin proses hukum yang menjerat suaminya, terus berlanjut.

"Sudah dimintai keterangan, dia cukup trauma. Terus dia ingin proses ini terus berjalan lah," ujarnya. Kendatipun begitu, Luckyto mengatakan, secara status hukum, masih tersangka. Ia dijerat pasal 351 ayat 2 KUHPIdana, tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban luka berat dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Azwar (35), pelaku Siska (40), istrinya sendiri, sampai harus menjalani operasi penyambungan pembuluh darah dan 185 jahitan, berpotensi bebas hukum. Hal itu jika pada proses pemeriksaan psikis yang sedang dijalaninya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, terbukti mengalami gangguan jiwa. Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Muharram Wibisono Adipradono, mengatakan, hasil pemeriksaan psikis itu baru bisa diketahui sekira hari Selasa (18/2/2020).

Muharram mengatakan, bebas pidana itu mengacu pada pasal 44 KUHPidana. "Otomatis nanti kalau itu terbukti secara medis dikeluarkan oleh yang berwenang yaitu dari pihak medis, tentunya proses ini akan dihentikan," ujar Muharram. Muharram mengungkapkan, kelakuan keji juga sudah pernah dilalukan sebelumnya kepada adik kandungnya sendiri.

Tidak disebutkan bentuk penganiayaannya, namun Muharram mengatakan, hal itu bisa menjadi indikasi gangguan jiwa. Terlebih, juga memiliki riwayat menggunakan narkotika sampai harus direhabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) semasa SMA dan kuliah. "Cuma apa bila kita gali lagi dari keterangan saksi, yang bersangkutan inipun punya catatan, dulunya itu pernah melakukan penganiayaan terhadap adik kandungnya sendiri. Nah inilah yang menggerakkan kita untuk mencari tahu apakah memang yang bersangkutan ini dari dulu sudah mengalami gangguan kejiwaan," ujarnya.

Kendatipun begitu, Muharram menegaskan, saat ini status hukum masih tersangka. Ia dijerat pasal 44 Undang undang PKDRT tentang kekerasan dalam rumah tangga. Hal itu karena penganiayaan yang dilakukannya tanpa bantuan orang lain.

Hukuman pasal tersebut adalah penjara paling lama selama lima tahun atau denda paling banyak Rp 15 juta. "Pasalnya yang digunakan adalah 44 ayat 2 Undang undang KDRT. Ini kan karena hubungan suami istri tanpa bantuan orang lain," jelasnya. (35), pelaku (40), istrinya sendiri, di Utara, sudah kembali dibui di Polsek , setelah sebelumnya selama 14 hari menjalani pemeriksaan psikis di , .

Azwar bahkan sempat memecahkan mika pembatas antara warga binaan dan pembesuk di markas Polsek . Saat itu, tiga petugas polisi harus berjibaku menenangkan yang kondisinya masih tidak stabil. Berbeda dengan sebelumnya yang menempatkan di sel khusus seorang diri, kini ditahan bersama warga binaan lainnya selama proses penyidikan berjalan.

Luckyto juga mengatakan, tidak ada petugas khusus yang disediakan untuk memantau . "Sementara ini sudah digabung dengan warga binaan yang lain. Enggak di sel khusus, karena kondisinya sudah cukup stabil," jelasnya. Hasil pemeriksaan psikis, mengatakan mengalami .

Namun Luckyto mengatakan, itu hanya muncul saat kambuh, dan bisa diantisipasi dengan meminum obat penenang yang sudah diberikan dari . Secara status hukum, masih tersangka. Ia dijerat pasal 351 ayat 2 KUHPIdana, tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban luka berat dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

"Statusnya tersangka tetap, proses penyidikan terus berlanjut," ujarnya. Perkara hukumannya, bisa saja bebas hukum ataupun tetap dihukum sesuai jeratan pasal. "Nanti yang berhak punishment nya, apakah direhab, apakah bebas, atau dihukum, itu hakim. Tapi secara proses hukum tetap berlanjut," ujarnya.

Berita Terkait

Ada Putusan Sidang MK, Penumpang KA di Stasiun Gambir Diimbau Berangkat Lebih Awal

Maya Rosfi'ah

Anies Baswedan Tunda Rencana Pembebasan PBB P2 Bagi Warga Yang Bangun Sumur Resapan

Maya Rosfi'ah

Wanita Ditemukan Tewas Tanpa Busana dengan Kaki dan Tangan Terikat di Apartemen, Begini Kronologinya

Maya Rosfi'ah

Begini Komentar Psikologi Forensik Reza Indragiri  VIRAL Aksi Pembegalan Terekam CCTV

Maya Rosfi'ah

Batal Tutup Hasil Sampel Liur Karyawan Diumumkan Pekan Depan Fakta Restoran Amigos Terkait Corona

Maya Rosfi'ah

ABG yang Curi Kotak Amal di Ciater Serpong Diduga Berkomplot dengan Beberapa Orang

Maya Rosfi'ah

Polisi Periksa Kasudin Tata Ruang & Perpajakan Jakarta Barat Ruko Ambruk di Slipi

Maya Rosfi'ah

Bangun Sinergitas buat Generasi yang Unggul Arief

Maya Rosfi'ah

Cerita Suami yang Bacok Istri di Tangsel karena Tak Tahan Dengar Pasangannya Selingkuh

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment