Image default
Nasional

Istri Wali Kota Medan Nonaktif Bungkam Usai Diperiksa KPK Selama 8 Jam

Rita Maharani Dzulmi Eldin, istri dari Wali Kota Medan nonaktif Tengku Dzulmi Eldin, usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (11/11/2019) petang. Rita diperiksa dalam kasus dugaan suap proyek dan jabatan di Pemerintah Kota Medan tahun 2019 yang menjerat suaminya sebagai tersangka. Setelah diperiksa tim penyidik KPK selama 8 jam, Rita yang keluar dari dalam Gedung Merah Putih KPK Jakarta pukul 19.43 WIB enggan berkomentar.

Meski terus diberondong awak media dengan berbagai macam pertanyaan, Rita memilih tutup mulut. Ia kemudian meninggalkan gedung KPK dengan menumpangi mobil berpelat nomor B 1578 RFN. Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK Chrystelina G Sitompul menyampaikan, tim penyidik mencecar Rita soal perjalanannya bersama sang suami dan keluarga ke Jepang.

Keterangan Rita digunakan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan Kadis PUPR nonaktif Kota Medan Isa Ansyari yang juga menyandang status tersangka dalam kasus ini. "Penyidik mendalami informasi seputar perjalanan dinas ke Jepang yang diikuti saksi," kata Chrystelina di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019). Tim penyidik KPK juga mendalami pihak pihak yang membiayai perjalanan Dzulmi Eldin sekeluarga ke Jepang.

"Siapa siapa saja pihak yang membiayai perjalanan dinas tersebut," kata dia. Dalam perkara ini, Dzulmi Eldin diduga menerima sejumlah uang dari Kadis PUPR Isa Ansyari. Pertama, Isa memberikan uang tunai sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret Juni 2019.

Pada 18 September 2019, Isa juga memberikan uang senilai Rp50 juta kepada Dzulmi. Pemberian pertama terkait suap jabatan lantaran Dzulmi Eldin telah mengangkat Isa sebagai kepala dinas. Pemberian kedua terkait perjalanan dinas Dzulmi Eldin ke Jepang yang juga membawa keluarganya.

Pada Juli 2019, Dzulmi Eldin melakukan perjalanan dinas ke Jepang didampingi beberapa kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Perjalanan dinas dilakukan dalam rangka kerja sama 'sister city' antara Kota Medan dan Kota Ichikawa di Jepang. Dalam perjalanan dinas tersebut, di luar rombongan Pemerintah Kota Medan, Dzulmi Eldin mengajak serta istri, dua anak, dan beberapa orang lainnya yang tidak berkepentingan.

Keluarga Dzulmi Eldin bahkan memperpanjang waktu tinggal di Jepang selama tiga hari di luar waktu perjalanan dinas. Selama masa perpanjangan tersebut, mereka didampingi Kasubbag Protokol Pemerintah Kota Medan Syamsul Fitri Siregar, yang juga ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Berita Terkait

Dokumenter Weekly Episode 2 SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TVRI kisah Nusantara

Maya Rosfi'ah

Ini Plus Minusnya Presiden Jokowi Tolak Saran Jusuf Kalla buat Lockdown Hadapi Virus Corona

Maya Rosfi'ah

Soal TPS buat UTBK SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah SMA

Maya Rosfi'ah

Agak Aneh Anggaran Bawaslu Lebih Besar Daripada KPU Logikanya Dimana Pengamat

Maya Rosfi'ah

Ustaz Abdul Somad Buka Suara setelah Namanya Dicatut Akun Said Didu yang Diretas

Maya Rosfi'ah

Harus Ada Laporan dari Korban Usut Penyebaran Data Pribadi Pasien Corona Polri

Maya Rosfi'ah

Presiden Jokowi Terbitkan Keppres Pemberhentian Wahyu Setiawan sebagai Anggota KPU

Maya Rosfi'ah

Pemerintah Wajib Tegas Terhadap FPI Sekjen Bamusi

Maya Rosfi'ah

Novel Baswedan Heran Ada Jenderal Polisi Bintang 2 Ikut Membela Terdakwa

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment