Image default
Nasional

Isu Korupsi Sudah Muncul Sejak Zaman Pangeran Diponegoro  Sejarawan Peter Carey

Sejarawan sekaligus penulis buku Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia Peter Carey mengatakan isu korupsi tidak muncul seketika atau begitu saja selepas kemerdekaan Indonesia dan di masa orde baru (Orba). Peter menyebut isu korupsi sendiri sudah muncul sejak zaman Pangeran Diponegoro hidup, tepatnya antara tahun 1785 1855. "Isu korupsi tidak muncul seketika. Ini sudah lama dan orang orang yang hidup di zaman Pangeran Diponegoro dia lahir tahun 1785 dan meninggal di dalam pengasingan 1855 sudah bisa melacak siapa yang korupsi dan tidak korupsi," ujar Peter, dalam diskusi daring 'Refleksi menuju 75 tahun Kemerdekaan Indonesia : Sudahkah Kita Merdeka dari Korupsi dan Dinasti Politik?', Kamis (30/7/2020).

Menurutnya kala itu, seorang kerabat Pangeran Diponegoro dikenal sebagai salah satu pihak yang sangat corrupt. "Itu sudah dilihat didalam keluarga dari ayah mertua Diponegoro. Sebab dia punya paman yang terkenal sangat corrupt sekali di Madiun, yang ambil alih waktu (Raden Ronggo) Prawirodirjo wafat dalam pemberontakan," kata dia. Bahkan, Peter mengungkap salah satu pemicu dari Perang Jawa atau yang lebih dikenal dengan Perang Diponegoro dipicu oleh masalah korupsi yang melanda Keraton Ngayogyakarta.

Dia menceritakan bahwa perubahan pendudukan ke pemerintah kolonial Hindia Belanda yang dipelopori Gubernur Jenderal Belanda Herman Willem Daendels memicu adanya pembukaan ekonomi kepada arus kapital yang datang dari Barat. "Arus kapital yang datang dari barat itu mengincar sewa lahan dengan nila dan kopi. Ada sedikit tembakau, ada sedikit gula, tapi dua hasil yang paling membawa untung adalah nila dan kopi," kata Peter. Korupsi sendiri semakin terjadi lantaran Patih Danurejo membantu dengan membuka pintu lebar kepada pihak asing. Danurejo sendiri memiliki wewenang menyewakan tanah kerajaan yang dimiliki Keraton Ngayogyakarta.

"Jadi dia (Patih Danurejo membantu)dari bagaimana mengelola tanah, bagaimana menyewa tanah, bagaimana untuk menyediakan lahan lahan buat investor dari luar negeri, membuka pintu lebar kepada salah satu arus korupsi di tengah Keraton Ngayogyakarta," kata dia. "Patih (Danurejo) itu seorang yang boleh dikatakan baru. Dia orang Jawa Timur, Mojokerto, dia punya tante dari Sidoarjo yang membawa satu jaringan baru. Dia jelas memperkaya diri dengan mengambil kesempatan untuk menjadi jembatan atau jaga pintu bagi investor dari luar dan menyewa tanah," tandasnya.

Berita Terkait

Ini Plus Minusnya Presiden Jokowi Tolak Saran Jusuf Kalla buat Lockdown Hadapi Virus Corona

Maya Rosfi'ah

Indonesia Tegas Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Dukung Palestina

Maya Rosfi'ah

Jokowi Disarankan Beri Porsi Kewenangan Lebih Besar menuju Ma’ruf Amin Tangani Covid-19

Maya Rosfi'ah

Ini Alasannya Fadli Zon Terang-terangan Sebut Menkes Terawan Angkuh Hadapi Corona Di Mata Najwa

Maya Rosfi'ah

50.114 Pekerja Migran bakal Pulang menuju Indonesia Juli Mendatang Apa Langkah Satgas Covid-19

Maya Rosfi'ah

Dokumenter Weekly Episode 2 SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TVRI kisah Nusantara

Maya Rosfi'ah

dari Pangkat Terendah hingga Jenderal Ini Rincian Gaji Polisi di Indonesia

Maya Rosfi'ah

Daripada Pansos Nggak Jelas Dokter Tirta Ajak Influencer Gabung Jadi Relawan buat Lawan Covid-19

Maya Rosfi'ah

Stafsus Yang Punya Konflik Kepentingan Bisa Mengikuti Jejak Belva Devara Bhima Yudhistira

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment