Image default
Metropolitan

Kalimat Pamitan Driver Ojol pada Calon Istri Sebelum Hilang & Membusuk di Jalan Tol ‘Sudah ya Ma!’

Kisah viral hari ini driver ojol ini menghilang jelang pernikahannya, tahu tahu ditemukan membusuk di jalan tol. Sempat pamit, 'Sudah ya ma!' Driver taksi online ini mendadak menghilang sejak Senin kemarin, mendadak ditemukan membusuk di tol, sempat pamit pada calon istri yang akan dinikahi. Rusdianto (41) ditemukan meninggal dunia dan dalam keadaan yang sudah busuk.

Lokasi penemuan mayat ini ada di pinggir Tol Malang Pandaan, tepatnya di Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur. Kondisinya cukup mengenaskan dengan kepala yang terbungkus kain putih dan leher yang terikat tali. Sebelumnya korban sudah dilaporkan hilang sejak Senin (21/10/2019).

Berdasarkan hasil penyelidikan, warga Bendul Merisi, Gang Besar Timur, Kecmatan Wonocolo, Surabaya itu menghilang saat sedang melaksanakan orderan taksi online. Tercatat, order taksi online terakhirnya dipesan dengan tujuan Pandaan, Pasuruan. Pemesan order taksi online tersebut adalah Gianto (36), warga babatan, Wiyung, Surabaya.

Saat di tengah jalan, penumpang meminta korban menghentikan mobilnya. Spontan korban menuruti permintaan Giant. Korban spontan menghentikan laju mobil Suzuki Ertiga W 1979 NK yang dikemudikannya.

Tak disadari korban, di situ adalah tempat tersangka menghabisinya," ungkap Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima YP, mengutip Surya. Seusai membunuh, Gianto langsung membuang jasad korban di pinggir jalan tol. Setelah dibuang jenazah Rusdianto ditemukan sudah membusuk.

Kabar duka ini tentu membawa duka mendalam bagi orang terdekat korban. Salah satunya adalah wanita yang akan dinikahinya pada Desember 2019 nanti. Wanita ini bernama Dewi Puspitasari (38) yang menjalin hubungan kasih dengan Rusdianto.

Sayangnya impian mereka menjalani biduk rumah tangga tak bisa diwujudkan. Berdasarkan penuturan Dewi, ia sempat berkomunikasi dengan korban di hari pembunuhan, yakni pada Senin (21/10/2019) siang. Namun saat asyik bersenda gurau lewat Whatsapp, tiba tiba korban pamit kepada Dewi.

“Ngobrolnya tidak bisa lama. Dia bilang sedang ada customer. Ya sudah, saya tidak ganggu lagi,” ucap Dewi, dikutip dari Surya Malang. "Sudah ya ma. Saya sedang bawa customer," ujar Dewi menirukan kata kata terakhir yang disampaikan korban.

Karena tak ingin mengganggu, Dewi lantas mematikan telepon dan menanti panggilan dari kekasihnya itu. Sayang, penantiannya itu tak kunjung terbalas. “Saya hubungi lagi sekitar pukul 19.45 WIB. Tapi, ponselnya sudah off.”

“Padahal biasanya jam segitu kami bisa ngobrol lama di telepon,” t ambahnya. Karena tak bisa menghubungi dua ponsel milik Rusdianto, Dewi beserta keluarga korban langsung melapor ke Polsek Pakal, Surabaya. Dewi tak menyangka, akan menerima panggilan dari kepolisian jika calon suaminya telah ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di Tol Malang Pandaan.

Bangkit Maknutu Dunirat (30) seolah telah memiliki firasat akan segera meninggalkan istri tercintanya yang tengah hamil 7 bulan, Mei Nuriawati (25). Sebelum tewas diculik dan dibunuh oleh mantan pacar dan juga suami mantan pacarnya, Bangkit memberikan pesan terakhir pada istrinya. Bahkan, di dalam pesan terakhirnya tersebut, Bangkit meminta maaf pada istrinya tersebut.

Melalui akun Instagramnya @maynuria, Mei Nuriawati mengungkapkan kesedihannya akan kepergian sang suami, Bangkit. Dalam foto yang diunggahnya pada Kamis (17/9/2019), Mei terlihat sedang bersanding dengan Bangkit. Bangkit dan Mei tampak begitu bahagia seraya memperlihatkan senyum mereka.

Dalam caption foto tersebut, Mei mencoba mengungkapkan kesedihannya akan kepergian suami yang terkesan mendadak. Apalagi saat tahu, suaminya tewas setelah diculik orang tak dikenal. "Sayangku suamiku Allah lebih sayang sm km. km tenang di sana ya.

"Aku n anakmu selalu sayang sm km.. Allah memberi tempat terbaik disana," tulis Mei. Selain itu, Mei turut mengungkap pesan terakhir yang disampaikan korban kepadanaya, sebelum tewas diculik. Aku pasti selalu inget pesen km yang. jaga sholat biar kelahiran lancar.. aku sayang sm km. maafin aku. maafin aku ya sayang.. iloveyou ," lanjut Mei.

Dikabarkan sebelumnya, jasad Bangkit ditemukan diSungaiWatuOndo, Cangar,KotaBatu, Jawa Timur. Simak informasi selengkapnya: Teka teki kasus penculikan berujung pembunuhan pekerja marketing training, Bangkit (30) di Jalan A Yani Surabaya terbongkar.

Bangkit diculik, dianiaya sekaligus dibunuh oleh enam pelaku yang tak lain di antaranya suami dan mantan kekasih korban. Mantan kekasih korban Rulin Rahayu (32) warga Perum Magersari dan suaminya Bambang Irawan (27) mengajak Kresna Bayu (22) warga Nyamplungan Ampel, M Rizal Firmansyah (19) warga Dinoyo, ARP (27) dan MIR (20). Awalnya, Bambang dan rekannya menculik korban di tempat kerja Jalan Ketintang kemudian membawanya ke Cangar BatuMalang.

Sesampainya di Jembatan Cangar, para pelaku menganiaya hingga mendorong korban ke sungai. Korban kemudian ditemukan keesokan harinya dalam keadaan tewas. Di hari yang sama, istri korban diMalangmelaporkan dugaan penculikan suaminya.

"Hari Rabu sore penangkapan suami istri ini, kemudian dihari berikutnya penangkapan dua orang lainnya. Sementara empat orang, dua pelaku lain masih DPO," tutup Leo. Pelaku mantan kekasih korban Rulin Rahayu (32) dan suami Bambang Irawan (27) warga Perum Magersari Sidoarjo, Kresna Bayu (22) warha Nyamplungan Ampel, M Rizal Firmansyah (19) warga Dinoyo. Kepada polisi, pelaku Rulin dan Bambang mengaku sakit hati lantaran istrinya merasa tertipu.

Beberapa kekecewaan tersebut bermula dari hubungan mantan kekasih yang dibumbui penjualan mobil seharga Rp 93 juta. Namun, Rulin mengaku mendapat Rp 5 juta dari penjualan mobil tersebut. Kekecewaan kedua, diakui pelaku, adanya tagihan cicilan kendaraan yang dilakukan korban atas nama pelaku Rulin sejak tahun 2015.

"Mereka sempat berpacaran 2015 2017. Sakit hati karena ada beberapa hal yang dialami sampai memenuhi kewajiban yang harus dipenuhi salah satu pelaku," kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata di Polrestabes Surabaya, Jumat (18/10/2019). Kedua pelaku suami istri itu mengaku sempat mendatangi rumah korban diSumeneplantaran kebingungan terus menerus didatangi debt collector. Namun, pertemuan tidak membuahkan hasil. Rulin dan Bambang mengaku diusir dari rumah korban diSumenep. Hingga kemudian, mereka mengetahui keberadaan korban di tempat kerja Jalan Ketintang Surabaya.

Bambang dan empat pelaku lain membawa paksa korban menggunakan mobil ertiga berplat W 1805 VB hingga ke Cangar Batu. Sesampainya di Jembatan Cangar, korban dianiaya dan didorong ke sungai hingga tewas. "Waktu diperjalanan saya mengemudi, diarahkan teman dibawa ke sana. Gelap mata, khilaf," kata Bambang. Pelaku terancam hukuman pidana mati dengan pidana seumur hidup paling lama 20 tahun penjara atas pasal 340 KUHP, pasal 338 KUHP ancaman 15 tahun penjara, pasal 328 KUHP ancaman pidana 12 tahun penjara dan pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP ancaman 12 tahun penjara.

Pelaku mantan kekasih korban Rulin Rahayu (32) dan suami Bambang Irawan (27) warga Perum Magersari Sidoarjo, Kresna Bayu (22) warha Nyamplungan Ampel, M Rizal Firmansyah (19) warga Dinoyo. Sementara ARP (27) dan MIR (20) masih menjadi buronan polisi. Jenazah dugaan korban pembunuhan, Bangkit Maknutu Dunirat (32), dimakamkan di kediaman asalnya, Madura.

Bangkit ditemukan meninggal dan jasadnya dibuang diSungaiWatuOndo, Cangar,KotaBatu, Jawa Timur. "Dimakamkan di Madura. Mohon doanya ya," ujar istri Bangkit, Mei Nuriawati, Kamis (17/10/2019). Ia mengatakan baru akan pulang keMalangsetelah peringatan kematian tujuh hari suaminya selesai.

Sehari harinya, Mei dan Bangkit mendiami sebuah rumah di Jalan Asrikaton, Kecamatan Pakis, KabupatenMalang. "Saya baru pulang nanti setelah 7 hari," ucapnya. Ketika ditanya perihal suaminya, Mei enggan menjawab. Dia tampak terpukul dan masih tidak ingin diwawancarai.

Berita Terkait

Kronologi Pria Bunuh Diri Loncat dari Lantai 6 yang Hebohkan Pengunjung ITC Cempaka Mas

Maya Rosfi'ah

5 Meter yang Mendadak Muncul di Kamar Mandi Rumah Warga di Jakarta Barat Penampakan Ular Kobra 1

Maya Rosfi'ah

Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan Keluarga Jadi Jaminan Kabar Terbaru John Kei

Maya Rosfi'ah

Bangsa Indonesia Punya Daya Rekat yang Begitu Kuat Sejak Masa Lalu kata Kiai Maman

Maya Rosfi'ah

Jasa Raharja Segera Proses Santunan Korban Kecelakaan Mobil vs Kereta di Cibitung Bekasi

Maya Rosfi'ah

Duta Damai Dunia Maya ini Sesuatu yang Baru dan Bagus kata Iwan Gardono Sujatmiko

Maya Rosfi'ah

Oknum Petugas Dishub yang Ngamuk Pecahkan Kaca Angkot Terancam Dipecat

Maya Rosfi'ah

Berlagak Bak Polisi Tilang Pengendara buat Gagah-gagahan Bocah 13 Tahun Buat Onar di Ciputat

Maya Rosfi'ah

Kali Ini di Depan Indekos Mahasiswi Kasus Pria Pamer Alat Kelamin di Depok Kembali Terjadi

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment