Image default
Nasional

Kemenaker Berencana Buka Pengiriman PMI menuju Hong Kong & Taiwan

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) siap membuka kembali pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara bertahap ke sejumlah negara tujuan. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, penempatan PMI ini nantinya akan dilakukan dengan menggunakan Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK), dimana penggunanya bukan perseorangan, namun lembaga berbadan hukum. "Jadi karena berbadan hukum maka perlindungan kepada PMI kita bisa lebih maksimal," ujar Ida Fauziyah di sela menyambut kepulangan Ety Binti Toyyib Anwar, PMI asal Majalengka, Jawa Barat yang bebas dari hukuman mati di Arab Saudi, di Bandara Soekarno Hatta, Senin (6/7/2020).

Dalam kasus Ety, dia mengatakan dulu proses pengirimannya masih belum berbadan hukum tapi end user nya itu adalah perseorangan. Saat ini, Kemenaker sedang menyusul protokol untuk penempatan kembali PMI. Pihaknya sedang berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 dan juga perwakilan Indonesia di negara tujuan menyangkut kesiapan negara penempatan.

Dikatakan politikus PKB ini, permintaan PMI di luar negeri masih cukup tinggi. Bahkan, pemerintah telah menunda pengiriman hampir 34.000 calon PMI karena semua negara penempatan mengalami pandemi Covid 19. "Jadi kita tunda sementara dalam rangka memberikan perlindungan. Pasti akan kita cabut. Kita lagi evaluasi, terus koordinasi dengan negara negara penempatan dengan perwakilan kita, dengan Gugus Tugas. Kondisi di dalam negerinya aman, negara penempatan aman," katanya.

Dikatakan Ida Fauziyah, saat ini ada dua negara yang sudah yakni Hong Kong dan Taiwan. "Dua negara ini sudah dalam proses untuk penempatan kembali. Masih dilakukan kajian terius. Prinsipnya kondisi aman di dalam negeri karena di Indonesia sendiri kan ada wilayah yang masih zona merah," tuturnya. Di sisi lain, keamanan di negara penempatan juga harus ada kesiapan.

"Nanti kita akan buka secara bertahap. Jadi tidak semua negara. Kalau negaranya sudah siap, dalam negerinya sudah siap, kita akan buka. Prinsipnya kita tidak akan mempersulit karena prinsipnya adalah justru perlindungan," paparnya. Seperti diketahui,Ety Toyyib Anwar, tenaga kerja Indonesia (TKI) akhirnya tiba di tanah air pada Senin (6/7/2020) petang. Mengenakan hijab berwarna hitam, kedua matanya berkaca kaca saat mendarat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.

Ia dijemput langsung oleh Menteri Tenaga Kerja Indonesia Ida Fauziah dan Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. TKI yang lolos hukuman mati di Arab Saudi ini meluapkan uneg unegnya ketika berada di Indonesia. "Terima kasih, alhamdulilah," ujar Ety tampak haru di Terminal 3 Bandara Soetta, Tangerang, Senin (6/7/2020) seperti dikutip dari Warta Kota .

Suaranya terdengar bergetar. Raut wajahnya haru terlihat mengumbar senyum. "Bahagia banget," ucapnya tampak semringah. Ia bercerita mengenai pengalamannya menjadi TKI di Arab Saudi. Ety dipenjara sekitar 18 tahun.

Kendati demikian dirinya mengaku tak bersalah atas proses hukum tersebut. Ia dituduh telah membunuh majikannya. "Selama di dalam penjara, manghafal Al Quran," kata Ety. Ety pun sempat mengikuti ajang perlombaan dalam membaca Al Quran. "Sempat juara juga," ungkapnya.

Setelah bebas dan berada di Tanah Air, Ety mengungkapkan keinginannya. Dia kepengin bertemu sanak keluarganya di Majalengka. "Kangen banget keluarga," tutur Ety terdengar sendu. Ety juga belum tahu akan melanjutkan karirnya setelah berada di Indonesia. Ia menyatakan bahwa dirinya enggan menjadi TKI lagi.

"Enggak mau, kapok," bebernya. Menteri Tenaga Kerja RI, Ida Fauziah menjelaskan proses pembebasan Ety ini berkat kerja keras sejumlah pihak. Ety lolos hukuman mati berkat tebusan 4 juta riyal atau senilai Rp. 15,5 miliar. "Ini hasil kerja keras bersama. Memang masih banyak lagi yang seperti ini, tapi kita akan kerja keras untuk membantu para TKI lainnya yang mengalami hal serupa," paparnya.

Berita Terkait

1 Juta ASN pada Agustus 2020 Gaji Ke-13 PNS Siap Cair buat 4 Siapa Saja Penerimanya

Maya Rosfi'ah

Begini Penjelasan Kemlu RI Mengenai Keadaan WNI di Seluruh Wilayah AS

Maya Rosfi'ah

PP Pagar Nusa Beri Gelar Pendekar Lensa kepada Junaidi Mahbub

Maya Rosfi'ah

Dari Nama Pak Haji Hingga Panda 6 Terdakwa Kasus Jiwasraya Gunakan Nama Samaran Saat Berkomunikasi

Maya Rosfi'ah

Istri Wali Kota Medan Nonaktif Bungkam Usai Diperiksa KPK Selama 8 Jam

Maya Rosfi'ah

Bagikan Foto Hasil Jepretannya, Ani Yudhoyono: Matahari Terbit Selalu Membawa Suasana Batin Berbeda

Maya Rosfi'ah

Merauke Rabu 10 Juni 2020 Jadwal Belajar dari Rumah TVRI SD Kelas 4-6 Papua Anak Seribu Pulau

Maya Rosfi'ah

Kini Divonis Mati Bunuh Suami Agar Bisa Lunasi Utang Rp 10 M Perjalanan Kasus Aulia Kesuma

Maya Rosfi'ah

Begini Komentar Muhammadiyah Nadiem Makarim Jadi Mendikbud

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment