Image default
Nasional

Kini Divonis Mati Bunuh Suami Agar Bisa Lunasi Utang Rp 10 M Perjalanan Kasus Aulia Kesuma

Inilah perjalanan kasus Aulia Kesuma, terpidana hukuman mati karena membunuh suami, Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana. Sidang kasus Aulia Kesuma dan anaknya, Geovanni Kelvin telah memasuki babak akhir dengan pembacaan putusan alias vonis, Senin (15/6/2020). Oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ibu dan anak itu divonis hukuman mati.

Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin terbukti telah melakukan pembunuhan rencana terhadap Pupung dan Dana. Bahkan perbuatan yang dilakukan Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin dianggap sebagai perbuatan yang sadis dan tidak beradab. "Menimbang perbuatan terdakwa sangat tercela dan tidak manusiawi."

"Perbuatan terdakwa sangat sadis dan tidak berperi kemanusiaan dan perbuatan terdakwa membuat kesedihan keluarga korban." "Hal meringankan tidak ada," kata hakim saat membacakan amar putusan. Kasus pembunuhan sadis ini bermula dari temuan dua jasad yang terbakar di dalam mobil di kawasan Sukabumi, Minggu (25/8/2019).

Dua jasad itu rupanya ayah dan anak yang diidentifikasi bernama Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili dan M Adi Pradana alias Dana. Ayah dan anak ini rupanya dibakar dalam keadaan sudah meninggal. Polisi segera melakukan penyelidikan dan kurang dari 24 jam, otak pelaku pembunuhan sadis ini terungkap.

Pelaku tak lain istri korban, Aulia Kesuma dibantu dengan anaknya, Geovanni Kelvin serta empat eksekutor. Luka bakar yang diderita Geovanni Kelvin menjadi titik mula kasus ini dapat dipecahkan dalam waktu kurang dari sehari. Motif utama Aulia Kesuma tega membunuh suaminya, karena ingin menguasai harta milik Pupung.

Nah, harta yang dikuasai Aulia Kesuma akan dipakai untuk membayar utang senilai Rp 10 miliar. Diketahui, Aulia Kesuma berutang pada dua bank dengan nominal Rp 2,5 miliar dan Rp 7,5 miliar. Uang pinjaman itu dipakainya untuk membuka usaha restoran.

Setiap bulan, Aulia Kesuma harus membayar cicilan senilai Rp 200 juta. Ia merasa tak sanggup sehingga membujuk Pupung untuk menjual rumahnya yang kemudian ditolak. Selain itu, Aulia Kesuma juga disebut akan menguasai sisa uang hasil rumah milik Pupung.

Bila rumah Pupung dijual Rp 14 miliar, maka Rp 10 miliar untuk membayar utang dan sisanya Rp 4 miliar. Nah, sisa uang Rp 4 miliar inilah yang ingin dikuasai Aulia Kesuma. Rupanya, bukan sekali, Aulia Kesuma melakukan percobaan pembunuhan pada suaminya.

Sebelum membunuh suami dan anak tirinya dengan cara dibekap dan dibakar, Aulia Kesuma pernah berusaha menyantet Pupung. Aulia Kesuma pernah mencari dukun untuk menyantet agar ayah dan anak itu meninggal dengan bayaran Rp 40 juta. Rencana kejinya tak berhasil dan Aulia Kesuma mencari cara kedua untuk melenyapkan nyawa suaminya.

Ia berencana membunuh Pupung dengan cara ditembak memakai senjata api. Rencana ini urung dilakukan karena harga senjata api terlalu mahal. Hingga akhirnya, Aulia Kesuma menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh suaminya.

Pupung dibunuh dengan cara diracun serta dibekap oleh para pelaku, termasuk Aulia Kesuma. Sementara Dana, anak Pupung dibunuh dengan cara diberi minuman keras oleh Geovanni Kelvin. Saat mabuk dan tidak sadarkan diri, Dana dibekap oleh pelaku hingga meninggal.

Untuk menghilangkan jejak, Aulia Kesuma membuat skenario, korban tewas terbakar di rumah akibat obat nyamuk. Ia meletakkan obat nyamuk di tiga tempat berbeda dengan harapan, dapat membakar rumah selang 12 jam setelah dinyalakan pada Sabtu (24/8/2019) pukul 07.00 WIB. Saat itu, kedua korban sudah meninggal dan diikat memakai sumbu kompor di garasi.

Namun, tanpa sepengetahuan Aulia, obat nyamuk di kamar Pupung dan garasi dipadamkan salah satu eksekutor dengan cara diludahi. Sehingga ruangan yang terbakar adalah kamar Dana dan kebakaran ini diketahui warga serta sempat dipadamkan oleh pemadam kebakaran. Aulia Kesuma sempat kecewa karena skenarionya gagal sehingga harus mencari cara untuk menghilangkan jejak.

Kemudian, ia bersama sang anak Geovanni Kelvin, membawa dua jasad korban memakai mobil, Mereka berencana membakar jasad di dalam mobil. Dalam perjalanan menuju Sukabumi, Aulia dan Geovanni Kelvin membeli 8 botol pertalite di sebuah SPBU.

Mobil yang berisi jenazah tersebut nantinya akan diparkirkan di pinggir jurang di kawasan Sukabumi, Jawa Barat. Aulia lantas membuat skenario seolah olah korban terbakar karena mobil terjun ke jurang. Aulia Kesuma sempat blak blakan soal aksi pembunuhan yang dilakukan dalam wawancara di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019).

Ia bilang, rencana pembunuhan yang dilakukannya terinspirasi dari sinetron yang kerap ditonton. "Kita tuh mungkin karena terlalu banyak nonton film sinetron kali ya," kata Aulia Kesuma. Namun Aulia Kesuma mengaku tak ada niat sama sekali ia membawa jenazah suami dan anak tirinya ke Cidahu, Sukabumi.

"Karena kepanikan kepanikahn yang terjadi sama saya. Itu pun dalam perjalanan yang sesungguhnya kita nggak tahu arah. Bukan kita menuju oh arahnya ke Cidahu, enggak," ucapnya. Aulia Kesuma mengungkapkan tak berencana membakar mobil hingga meledak. Aulia Kesuma dan anaknya berencana mendorong mobil tersebut ke jurang.

"Jadi memang awalnya saya pengen apinya kecil, nyala, setelah itu, mobilnya didorong ke jurang," beber Aulia Kesuma. Ternyata api tersebut sangat besar sehingga membuat mobil yang berisi jenazah Edi dan Dana meledak. Hal ini juga membuat Kelvin mengalami luka bakar karena ia membakar jenazah ayah dan saudara tirinya itu di dalam mobil.

"Saya tadinya tidak menduga kalau mobil itu akan meledak seperti itu. Sampai Kelvin itu luka bakar," ujar Aulia Kesuma. Pernyataan mengejutkan lain yang dilontarkan Aulia Kesuma adalah ia merasa lega setelah membunuh Edi dan Dana. Aulia merasa lega karena rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, justru disita oleh bank untuk melunasi utangnya senilai Rp 10 miliar.

Sebelum disita, Aulia diketahui harus membayar cicilan sebesar Rp 200 juta setiap bulannya. "Jujur maksudnya lega itu, iya saya sempat mengucapkan Alhamdulillah dalam hati." "Akhirnya, saya lepas dari utang yang begitu menghimpit saya, Rp 200 juta per bulan itu dari mana?" kata Aulia disambut gelengan kepala penyidik yang mendengar pengakuannya.

Saat merencanakan pembunuhan itu, Aulia Kesuma memang berharap, rumahnya dapat disita oleh bank. "Saya pikirannya waktu itu simpel (sederhana) saja. Dengan Pak Edi enggak ada (meninggal), Dana enggak ada, rumah itu bisa disita bank dan sisanya (uang) juga enggak banyak," ucapnya. "Setelah itu, saya bisa hidup damai dengan Rena (anak Edi dan Aulia)," imbuh Aulia.

Rencananya, sisa uang dari sitaan bank akan digunakan untuk membeli rumah kecil yang akan ditinggalinya bersama Rena. Meski demikian, Aulia Kesuma mengaku menyesal dan meminta maaf pada keluarga sang suami. Ia meminta agar buah hatinya bersama Edi tidak dicoret dari daftar keluarga Edi.

Berita Terkait

Tiga Korban Banjir Bandang Lahat Selamat Akibat Nyangkut di Pohon Sawit Sempat Hanyut

Maya Rosfi'ah

Aspataki Dorong Pemda Laksanakan Permenaker untuk Pekerja Migran Indonesia

Maya Rosfi'ah

Buka Kesempatan Orang Saling Kontak Transportasi Umum Beroperasi Ahli Epidemologi Sebut Berisiko

Maya Rosfi'ah

Gibran Blusukan Bobby Temui Prabowo Kegiatan Anak-Mantu Jokowi Jelang Pilkada 2020

Maya Rosfi'ah

Jokowi Disarankan Beri Porsi Kewenangan Lebih Besar menuju Ma’ruf Amin Tangani Covid-19

Maya Rosfi'ah

Bupati Bengkalis Diperiksa Penyidik KPK Soal Korupsi Jalan

Maya Rosfi'ah

Gempa Hari Ini BMKG Catat 5 Kali Gempa Bumi Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia

Maya Rosfi'ah

5 Hal Penting Menurut Tim Pakar yang wajib Dilakukan buat Social Distancing

Maya Rosfi'ah

Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia di RS Mulia Bogor BREAKING NEWS

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment