Image default
Bisnis

Komisi VII Kunjungi Pembangunan Kilang Baru di Tuban

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisjam menyatakan, warga penggarap lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Desa Wadung Mentoso, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, yang lahannya dijadikan lokasi Kilang Minyak New Grass Root Refinery (NGRR), akan mendapatkan tali asih dalam waktu dekat. Perusahaan patungan Pertamina dengan Rosneft (Rusia) yang melaksanakan proyek ini, saat ini tengah menyelesaikan proses pembebasan lahan. “Pertamina dan perbankan telah menyiapkan tali asih dan diharapkan masyarakat sudah menyiapkan rekening, sehingga masyarakat bisa menikmati ganti untung ini dalam waktu dekat ini. Nilainya sudah ditetapkan berdasarkan hitungan,” ungkap Ridwan saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di Kantor Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI)Tuban, Jawa Timur, Sabtu (9/3). Ridwan menambahkan, proyek pembangunan kilang baru ini cukup besar, sehingga membutuhkan lahan tanah yang cukup besar juga, berkisar 800 hektar. Namun lahan tanah yang tersedia baru setengahnya di antaranya berasal dari lahan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sehingga ada kemungkinan opsi akan dilakukan reklamasi untuk memenuhi kekurangan lahan tersebut.

“Kami dari Komisi VII DPR RI meminta agar pemerintah, dalam hal ini Pertamina dapat melakukan peletakan batu pertama agar proyek ini segera dimulai, agar masyarakat Indonesia dapat meninkmati kilang kilang baru di Indonesia. Selain di sini, ada satu lagi yaitu kilang di Bontang yang kita harapkan akan menjadi kilang baru di Indonesia,” ungkapnya. Politisi Partai Golkar ini optimis, kilang ini nantinya akan menjadi kebanggan bangsa Indonesia. Ridwan memastikan, pihaknya akan mendukung dalam upaya memenuhi pasokan energi nasional, dan ditargetkan proyek kilang baru ini pada 2025 sudah bisa beroperasi. Sebagaimana diketahui bahwa kilang baru ini diperkirakan mampu memproduksi bensin sebesar 80 ribu barel per hari (bph), solar 99 ribu bph, dan Avtur 26 ribu bph. Sedangkan untuk produk baru petrokimia adalah polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun.

Berita Terkait

Presiden Ajak Pelaku Usaha UMK Tetap Optimis di Tengah Pandemi Covid-19

Maya Rosfi'ah

Awal Bulan, Harga Emas Antam Rp 664 Ribu per Gram

Maya Rosfi'ah

Pemerintah Diminta Segera Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess

Maya Rosfi'ah

Kementan Perpanjang Pemberkasan Calon Mahasiswa Baru Politeknik

Maya Rosfi'ah

IHSG Diperkirakan Berpeluang Menguat Awal Pekan Depan

Maya Rosfi'ah

Contek Cara Banananina Beriklan Hemat di Medsos Kian berhasil di Tahun ke-10

Maya Rosfi'ah

Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp13 Ribu Awal April

Maya Rosfi'ah

LPDB Target Wujudkan 25 Unit Koperasi Modern Berbasis Teknologi

Maya Rosfi'ah

Putuskan Tak Perpanjang Kontrak hingga Bantah Berhenti Beroperasi Lion Air Pangkas 2.600 Karyawan

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment