Image default
Metropolitan

Mahasiswa yang Rampas Mobil Sopir Taksi Online Terjun menuju Sawah Dikepung Massa

Seorang mahasiswa nekat melakukan terhadap seorang ojek online di Jalan Raya Kronjo, Kampung Kronjo Pamong, Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang. Perbuatannya yang terjadi pada 1 Januari 2020 kemarin berhasil diungkap oleh . SBH dibekuk di Kampung Bom, Desa Jenggot, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang.

"Tersangka berhasil diringkus tanpa perlawanan," ujar Ade di Mapolsek Kronjo, Rabu (15/1/2020). Ade menerangkan, peristiwa itu bermula saat korban Asep Saeful Anwar (32) menerima pesanan dari tersangka. Berdasarkan pesanan di aplikasi, tersangka minta diantar dari wilayah Kota Cilegon ke daerah Kronjo.

Rute yang dilalui dari Tol Cilegin dan keluar di Pintu Tol Balaraja Barat. "Saat tiba di tempat kejadian perkara, tersangka menodongkan pisau cutter di leher korban," sambung Ade. Akibat todongan itu, leher korban mengalami luka.

Oleh karenanya, lanjut Ade, mobil yang dikemudikan korban oleng dan menabrak sebuah warung. "Korban langsung keluar mobil dan teriak meminta pertolongan warga" ucap Ade. Warga yang mendengar teriakan minta tolong korban langsung berkerumun.

Sementara tersangka langsung mengambil alih kemudi mobil Brio milik korban. Karena dikepung massa, kata Ade, tersangka menjadi tidak bisa mengendalikan mobil dan mobil yang ia kendarai terperosok ke sawah. "Tersangka langsung kabur melarikan diri meninggalkan mobil sambil membawa telepon genggam milik korban," jelas Ade.

Warga langsung memberi pertolongan pada korban dengan membawanya ke rumah sakit. Sementara polisi yang mendapat laporan langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil meringkus tersangka. Ade mengatakan, tersangka dijerat Pasal 365 ayat (1) KUHP juncto Pasal 365 ayat (2) dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.

Sedangkan barang bukti yang diamamkan adalah satu unit mobil korban, dua unit telepon genggam, dan satu pisau cutter. "Kami mengimbau agar pengemudi senantiasa waspada dan sangat dianjurkan melengkapi diri dengan perangkat keselamatan seperti tombol panic button," tandasnya

Berita Terkait

Guru Honorer di Tangsel Diintimidasi dan Dipecat Karena Coba Membongkar Praktik Pungli di Sekolahnya

Maya Rosfi'ah

Ini Penjelasan Polisi Mayat Pria Ditemukan di Kamar Mandi Toko Kaca di Depok

Maya Rosfi'ah

Transjakarta Ajak Lima Komunitas Bersih Bersih Halte Transjakarta Dari Jejak Vandalisme

Maya Rosfi'ah

Jadi Buronan, Pelaku Begal Payudara di Bintaro Diduga Kabur ke Luar Kota

Maya Rosfi'ah

Anies Usul Stasiun Kota Tua Masuk Rencana Penataan Berikutnya Setelah Resmikan 4 Stasiun Terpadu

Maya Rosfi'ah

Pelaku Penyiraman Air Keras di Kawasan Jakbar Ternyata Sudah Lakukan Aksinya 4 Kali

Maya Rosfi'ah

Begini Nasibnya Nyaris Tabrak Pengendara Polisi Ngamuk & Kabur Gegara Ditegur Tak Pakai Masker

Maya Rosfi'ah

Kalimat Pamitan Driver Ojol pada Calon Istri Sebelum Hilang & Membusuk di Jalan Tol ‘Sudah ya Ma!’

Maya Rosfi'ah

Polisi Periksa Kasudin Tata Ruang & Perpajakan Jakarta Barat Ruko Ambruk di Slipi

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment