Image default
Internasional

Mahfud MD Tegaskan Tidak Perlu Kerja Sama dengan Amerika Serikat Soal Konflik Laut Natuna

Konflik di Perairan Laut Natuna kembali diperbincangkan. Diketahui, konflik di Natuna ini terjadi sejak Desember 2019 lalu. Hal itu lantaran kapal laut asing memasuki perairan Laut Natuna dan melakukan penangkapan ikan.

TNI Angkatan Laut pun tidak tinggal diam mengetahui hal ini. Pengusiran kapal laut asing dilakukan terus menerus agar keluar dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Amerika Serikat pun diketahui menawarkan kerja sama dengan Indonesia terkait konflik di Laut Natuna.

Menanggapi konflik di Natuna ini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara. Ia dengan tegas menolak bantuan dari Amerika Serikat. "Saya bilang engga perlu kerja sama dengan Amerika soal urusan itu," kata Mahfud MD yang dikutip dari tayangan YouTube Metro TV, Sabtu (25/1/2020).

Berdasar penuturan Mahfud MD, bila menerima bantuan dari Amerika Serikat, akan ada konflik antara Indonesia dan China. Upaya yang dilakukan Indonesia terkait ketegangan di China ini yakni dengan mengusir keberadaan kapal kapal laut asing itu. "Kalau kita kerja sama dengan Amerika, berarti kita perang dengan China," katanya.

"Padahal kita tidak. Pokoknya kita usir," tegasnya. Ia menerangkan, dengan menolak tawaran kerja sama dan memilih untuk melakukan pengusiran itu, Indonesia tidak akan terjebak pada perang proksi. "Kita engga mau, engga ada perundingan dengan China. Engga perlu bantuan," tegasnya.

Mahfud MD mengatakan, Indonesia berpegang pada Konvensi United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982. Konvensi tersebut menyatakan, kawasan Perairan Natuna merupakan bagian dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Mengutip Mahfud MD dengan tegas menyebut, Indonesia tidak akan melakukan perundingan dengan China terkait polemik Perairan Natuna.

"Saya katakan (kepada) Cina, kami pokoknya tidak akan ada negosiasi," katanya, Sabtu (25/1/2020). "Tidak akan ada tawar menawar mengenai Laut Natuna Utara atau Laut Cina Selatan, tidak ada," jelasnya. "Pokoknya kami tidak mau berunding soal itu," tegas Menko Polhukam.

Ia mengungkapkan, Indonesia akan mempertahankan hak berdaulatnya. Indonesia akan mengusir siapapun yang masuk tanpa ada izin. "Kita pertahankan itu. Mereka masuk kita usir, siapa pun yang masuk tanpa izin sesuai hak berdaulat Indonesia ya kita usir," ungkapnya.

"Tidak ada perundingan, tidak ada nego, tidak ada tawar menawar," tegas Mahfud MD.

Berita Terkait

Dikasih Obat Dosis Tinggi Sempat Ditolak Masuk Masjid kisah Jemaah WNI yang Dikarantina di India

Maya Rosfi'ah

Camila Cabello Dikabarkan Gandeng Shawn Mendes Usai Putus dari Matthew Hussey

Maya Rosfi'ah

Requiem Tayang di Big Movies Global TV Malam Ini Pukul 22.30 WIB Sinopsis Film Aliens vs Predator

Maya Rosfi'ah

Kini Derita Kanker Perut Kisah Wanita Makan Makanan Tak Sehat Demi Beli Produk Make Up

Maya Rosfi'ah

Sudah Hamil, Anak Mantan PM Jepang Koizumi Mengumumkan Akan Menikahi Penyiar Keturunan Perancis

Maya Rosfi'ah

2.008 Meninggal 14.529 Sembuh Update Informasi Terbaru Pasien Wabah Virus Corona atau Covid-19

Maya Rosfi'ah

Istri Bagikan Momen Terakhir Pamit Futsal Ternyata Tak Pernah Kembali Viral Tragedi Pengantin Baru

Maya Rosfi'ah

5 Fakta Kebakaran Gedung Kyoto Animation Jepang, 33 Orang Tewas, Sengaja Dibakar, Pelaku: Mati Kau!

Maya Rosfi'ah

VIRAL! Tanpa Takut Buaya Pria Ini Selamatkan Bayi umur 45 Hari Dengan Baskom Dari Kepungan Banjir

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment