Image default
Bisnis

Memulai Investasi dan Mengenal Investasi P2P

Memulai Investasi dan Mengenal Investasi P2P – Di masa pandemi, banyak generasi milenial dan masyarakat yang mulai mencari tahu tentang investasi.  Saat ini, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memulai investasi. 

Apa itu Investasi?

Investasi adalah salah satu cara kita memenuhi tujuan keuangan. Ada banyak cara untuk berinvestasi yang dapat ditemukan untuk menginvestasikan uang yang Anda miliki. Namun perlu diketahui bahwa berinvestasi tidak hanya untuk mencari keuntungan, tetapi Anda juga mempertaruhkan uang untuk berkembang yang tentunya memiliki risiko.

Namun, jangan khawatir. Ada banyak produk atau instrumen investasi dengan tingkat risiko yang rendah untuk tipe investor yang cenderung berhati-hati. Berikut ini adalah pembahasan mengenai cara Memulai Investasi yang aman. 

Bagaimana Memulai Investasi yang Aman?

Bangun Fondasi 

Sebelum mulai berinvestasi, pastikan Anda telah menyediakan setidaknya dana yang Anda butuhkan untuk minimal 6 bulan ke depan, agar Anda tetap yakin bahwa dalam rentang waktu tersebut hidup Anda tidak akan berantakan apapun yang terjadi. Anda bisa mulai dengan memisahkan rekening tabungan dari rekening investasi Anda.

Tetapkan Target Keuangan

Jika Anda mulai berinvestasi, Anda akan penasaran berapa banyak uang yang harus Anda keluarkan untuk berinvestasi. Jawaban Anda tergantung seberapa besar keuntungan investasi yang ingin Anda capai, semakin besar target Anda, semakin besar pula dana yang Anda investasikan.

Setidaknya sejak usia 20-an Anda diharuskan untuk menyisihkan 10% dari pendapatan Anda untuk dana investasi, dan jika Anda telah mencapai usia 40-an Anda idealnya menyisihkan setidaknya 20% – 25% dari pendapatan Anda untuk investasi.

Hindari Biaya Mahal

Berinvestasi bukan tanpa risiko, Anda bisa menghindarinya dengan hati-hati, misalnya ada beberapa investasi dalam bentuk amal, hal ini hanya akan menguras dana rekening Anda. Untuk itu pilihlah jenis investasi yang paling ideal misalnya biaya administrasi yang rendah tanpa ada biaya lain-lain dan misalnya ada biaya yang harus Anda lakukan kesalahan misalnya 0,5% atau 1% agar tetap ada limitnya. biaya administrasi yang mungkin dibebankan kepada Anda.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berinvestasi

Jika Anda tertarik untuk memulai sebuah investasi, ada beberapa hal penting yang perlu Anda pahami dan perhatikan sebelum memutuskan untuk berinvestasi, yaitu:

Tujuan Investasi

Setiap orang memiliki tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya, begitu juga dengan Anda ketika ingin berinvestasi. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, Anda harus memiliki tujuan investasi.

Dengan tujuan yang jelas dan dijalankan secara sistematis, sangat mungkin investasi yang Anda lakukan dapat berjalan dengan lancar hingga Anda mencapai kesuksesan. Saat ini, banyak investor yang mencoba berinvestasi hanya memikirkan keuntungan tanpa merencanakan tujuan investasi yang jelas dan sistematis. Hal ini tentu saja bisa membuat Anda mengalami kerugian dalam berinvestasi.

Hitung Penghasilan Anda

Sebelum berinvestasi, Anda juga perlu mengelola pendapatan yang Anda miliki dengan mencatat semua jenis pendapatan finansial secara detail. Dengan mengurangi semua pendapatan yang Anda miliki, Anda akan mengetahui kondisi keuangan Anda.

Dengan mengetahui kondisi keuangan Anda dengan baik, Anda dapat menyesuaikan jumlah modal yang akan Anda investasikan. Jadi, keuangan Anda akan tetap stabil dan tanpa mengganggu keuangan Anda untuk kebutuhan lain.

Cek Utang Piutang

Banyak investor gagal menjalankan bisnisnya karena mengabaikan masalah utang. Jika Anda masih memiliki banyak hutang yang belum terbayar, maka sebaiknya Anda melunasinya terlebih dahulu, karena bisa jadi hutang tersebut akan menjadi kendala yang dapat mengganggu investasi yang Anda lakukan nantinya.

Mengenal Peer to Peer Lending

Peer to Peer Lending adalah investasi yang mempertemukan investor dan peminjam secara langsung. Anda tidak akan menemukan fungsi mediasi yang telah dilakukan oleh bank dalam investasi P2P. Investasi ini memberikan keuntungan yang maksimal, baik bagi investor maupun peminjam.

poses pengajuan pinjaman di platform P2P sangat mudah. Persyaratan yang dibutuhkan juga sederhana, seperti laporan keuangan usaha dan tujuan penggunaan dana tersebut. Meski sangat mudah, penolakan masih sering terjadi di platform P2P. Penyebabnya bisa karena banyak faktor, entah itu kesalahan dalam mendeskripsikan bisnis, laporan keuangan bisnis yang tidak wajar, dan lain sebagainya.

Jika aplikasi pinjaman diterima, Anda akan menerima pemberitahuan di akun P2P Anda. Sebagai peminjam, Anda diharuskan membayar cicilan setiap bulannya, termasuk bunga 

pinjaman. Tingkat bunga yang dibayarkan tergantung pada jumlah yang diinvestasikan dalam pinjaman.

Demikian pembahasan mengenai cara Memulai Investasi, semoga artikel ini bermanfaat. .

Berita Terkait

BPJS Ungkap Ada 12 Kasus Fraud Selamatkan Kebocoran Rp1 Triliun

Maya Rosfi'ah

BI Sebut Pertumbuhan Kredit Juni 2020 Mencapai 1 Persen

Maya Rosfi'ah

Kementan Perpanjang Pemberkasan Calon Mahasiswa Baru Politeknik

Maya Rosfi'ah

Kemenkeu Usulkan Cukai Plastik Rp 200 per Kantong, Harga ke Konsumen Jadi Rp 500

Maya Rosfi'ah

Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp13 Ribu Awal April

Maya Rosfi'ah

Begini Penjelasan Bos CPRO Terkait Harga Sahamnya yang Masih Gocap Bertahun Tahun

Maya Rosfi'ah

Sentimen Corona Investor Asing Kini Beralih Beli Emas & Yen Indef

Maya Rosfi'ah

Cara Bank DKI Kembangkan Bisnis Sinergi BUMD DKI

Maya Rosfi'ah

Curang, Sejumlah Pom Bensin di Jalur Pantura Disegel Kemendag

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment