Image default
Internasional

Meningkat Hampir 1.500 Kasus hanya Dalam Sehari Jumlah Pasien Terkena Virus Corona Jadi 6.062 Orang

Jumlah korban meninggal dan terinfeksi virus Corona terus bertambah. Hingga saat berita ini ditulis, Rabu (29/1/2020) pukul 14.41 WIB, terdapat 132 orang meninggal akibat virus Corona. Sementara jumlah penderita yang terinfeksi juga meningkat tajam menjadi 6.062 orang.

Data itu merupakan data terbaru yang dirilis oleh media China, South China Morning Post (SCMP). Angka itu meningkat tajam dengan kenaikan hampir 1.500 kasus dan kematian meningkat 26 orang hanya dalam sehari. Berdasarkan data pada Selasa kemarin, jumlah orang meninggal sebanyak 106 orang dan 4.635 orang terinfeksi.

Berdasarkan data SCMP, 132 orang yang meninggal karena virus Corona berada di China. Sementara 6.062 kasus virus Corona tersebar di berbagai negara, terbanyak di China yakni 5.974 kasus. Meningkatnya jumlah kasus Virus Corona membuat mahasiswa Indonesia yang berada di Wuhan khawatir.

Mereka berharap Pemerintah Indonesia segara melakukan evakuasi. Hal itu disampaikan oleh seorang mahasiswa di Wuhan, Yuliannova Chaniago melalui akun twitternya @ylchaniago. Melihat penyebaran virus yang setiap hari bertambah, kami semakin khawatir dan berharap untuk bisa dievakuasi.

Memang saat ini kami msh bisa bertahan (dalam keadaan aman), tapi bukan berarti seterusnya akan demikian, kemampuan kami terbatas. @jokowi @Menlu_RI @KBRI_Beijing," tulisnya. Lebih lanjut, Chaniago mendesak pemerintah melakukan evakuasi karena bantuan yang saat ini diterima bakal segera habis dalam beberapa waktu ke depan. "Bantuan yang kami terima juga akan habis dlm beberapa hari ke depan.

Oleh karena itu kami berharap dievakuasi. Proses evakuasi diharapkan dapat berjalan dengan segera, lancar dan baik. @jokowi @Menlu_RI @KBRI_Beijing Wuhan, 29 Januari 2020, " tulisnya. Sementara, dalam rilisnya pada Senin, 27 Januari 2020, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPi) Tiongkok Cabang Wuhan menyampaikan jumlah WNI yang berada di Provinsi Hubei sebanyak 244 WNI (per senin, 17 Januari pukul 14.00 waktu Wuhan). Mereka tersebar di Wuhan, Xianning, Huangshi, Jingzhou, Xianyang dan Enshi.

Pada Senin (27/1/2020), Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah mengatakan pemerintah sedang berkomunikasi dengan Pemerintah China mengenai kemungkinan evakuasi WNI yang tinggal di Hubei. "Semuan tergantung pada konfirmasi dari Pemerintah China apakah evakuasi bisa dilakukan," kata Faizasyah. Kemenlu saat ini menyiapkan kemungkina evakuasi sambil memastikan WNI yang ada di China dalam kondisi baik dan mendapat perhatian.

Berita Terkait

Hanko Omong Kosong di Era Digital Ketua Keidanren Jepang

Maya Rosfi'ah

Ada Peningkatan 50 Persen Jumlah Korban Meninggal China Revisi Data Wabah Covid-19

Maya Rosfi'ah

Anggota Pertama Grup Band Arashi Jepang Yang Menikah Senin Lalu Kazunari Ninomiya

Maya Rosfi'ah

Dikasih Obat Dosis Tinggi Sempat Ditolak Masuk Masjid kisah Jemaah WNI yang Dikarantina di India

Maya Rosfi'ah

Kronologis Juara Tinju Amina Bulakh Tewas Diseruduk Kereta

Maya Rosfi'ah

Rudal Iran Bikin 50 Tentara AS Cedera Otak

Maya Rosfi'ah

Mulai Hari Ini 70 Masjid di Singapura Ditutup Selama 5 Hari

Maya Rosfi'ah

Wanita Ini Dijadikan Taruhan Judi Suaminya, Babak Belur Dianiaya Setelah Menolak Digilir 3 Pria

Maya Rosfi'ah

Kim Jong Un Dikabarkan Sengaja Palsukan Kematiannya buat Mengetahui Siapa Pengkhianat di Dekatnya

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment