Image default
Kesehatan

Menkes Terawan Janjikan Kenaikan Kualitas Layanan Iuran BPJS Naik

Pemerintah resmi menaikkan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan pada tahun depan. Langkah ini diambil untuk mengatasi defisit BPJS Kesehatan yang nilainya kini mencapai puluhan triliun. Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, menjamin kenaikan iuran BPJS kesehatan dibarengi pembenahan dengan kualitas layanan.

Sejumlah langkah konkret untuk menuntaskan masalah defisit anggaran BPJS kesehatan disiapkan. Seperti pembentukan tim khusus, membantu kinerja BPJS Kesehatan dalam mengatasi masalah defisit anggaran. Menkes memastikan, kenaikan iuran BPJS kesehatan akan berbanding lurus dengan pembenahan pelayanan kesehatan.

"Harapan saya itu mampu menutup defisit BPJS, sehingga kita tinggal memperbaiki tata kelolanya," ujar Terawan dalam tayangan yang diunggah YouTube KompasTV, Rabu (30/10/2019). "Sehingga tidak terjadi defisit lagi dikemudian hari yang akan merugikan masyarakat sendiri," kata Terawan. "Selama keuangan rumah sakit baik otomatis rumah sakit akan melakukan perbaikan."

"Disesuaikan dengan kemampuan di setiap rumah sakit," tambah Terawan. Sementara itu, kementerian kesehatan menyatakan kenaikan iuran BPJS kesehatan sudah diperhitungkan secara mantap oleh pemerintah. Wakil Menteri Keuangan (wamenkeu) Suahasil Nazara menyebut, perhitungan kenaikan iuran BPJS kesehatan telah dilakukan oleh Dewan Jamina Sosial Nasional (DJSN).

Berdasarkan perhitungan tersebut, iuran peserta BPJS untuk semua kelas harus naik. Kenaikan iuran BPJS Kesehatan menurut wamenkeu juga akan menaikkan besaran anggaran pemerintah untuk membayari peserta yang tidak mampu. "Masalah memberatkan dikembalikan lagi kepada bayar berapa mendapatkan benefit apa?" tutur Suahasil.

"Nah sekarang yang kita dapatkan darimengikuti BPJS kesehatan adalah perlindungan kesehatan secara full. sakit, full ditanggung, ini sangat jelas masyarakat telah mendapatkan manfaat," tambah Suahasil. Besaran iuran yang harus dibayarkan untuk kelas tiga naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per bulan Kelas dua mengalami kenaikan hingga Rp 59.000, yakni dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per bulan.

Sementara kelas satu dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per bulan.

Berita Terkait

Tidak Pernah Sakit Serius, Bocah 15 Tahun Divonis Leukemia

Maya Rosfi'ah

Cara Mudah Atasi Rambut yang Rapuh dan Mudah Rontok

Maya Rosfi'ah

Berikut Penyebab Pengobatan & Cara Pencegahannya Gejala Apa Itu Hepatitis A

Maya Rosfi'ah

Edukasi Gizi yang betul Diperlukan buat Akhiri Polemik Susu Kental Manis

Maya Rosfi'ah

Bukan Hanya Penyakit Fisik, Penyakit Kejiwaan Juga Kerap dialami Jemaah Haji

Maya Rosfi'ah

Bidan Berperan dalam Pelayanan Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Seksual Perempuan

Maya Rosfi'ah

Istrinya Dalam Perawatan Intensif Dr Boedhi Harsono Meninggal karena Covid-19

Maya Rosfi'ah

Cedera Pergelangan Kaki Picu Robeknya Pengikat Tulang Sehingga Memicu Nyeri Berkepanjangan

Maya Rosfi'ah

Dua Pasien Sudah Diberitahu Mereka Positif Terkena Virus Corona Kemenkes

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment