Image default
Bisnis

Menteri Erick Thohir Sudah Ingatkan Perihal Kursi Panas Bos BUMN Kasus Proyek Fiktif

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja menetapkan tiga tersangka baru kasus dugaan korupsi proyek fiktif di BUMN PT Waskita Karya (Persero) Tbk tahun 2009 2015. Ketiga tersangka tersebut di antaranya mantan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arryani (DS), Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana (JS), serta Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman (FU). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sudah pernah mengingatkan perihal kursi panas di pucuk pimpinan perusahaan negara.

Hal itu dia sampaikan saat peluncuran logo baru Kementerian BUMN yang dihelat di halaman kantor, hampir seluruh direksi BUMN dari berbagai klaster dijemur di tengah matahari sore. Erick mengatakan peluncuran logo ini sengaja dilakukan di tempat itu demi menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid 19. "Bagusnya protokol covid 19 ya jemuran seperti ini supaya sehat," ucap Erick saat peluncuran secara virtual pada 1 Juli 2020.

Mantan Ketua INASGOC tersebut itu mengingatkan bahwa panas sinar matahari ibarat ujian bagi para bos BUMN yang menempati kursi panas. "Ini bagian dari tes karena para pemimpin di BUMN itu kursinya panas. Kalau panas panas begini bagian juga pembangunan kultur supaya kuat, jadi biasa. Yang penting lurus saja kerja," katanya. Pernyataan kursi panas Erick diperkuat dengan bukti sudah ada 53 kasus korupsi yang melibatkan perusahaan BUMN di tahun ini.

Erick mengungkapkan penyebab persoalan korupsi di BUMN ini kian marak akibat campur aduk antara penugasan pemerintah dan bisnis. "Jadi ada peran ganda, BUMN perusahaan yang seharusnya mengelola bisnis tapi di sisi lain harus menjadi pelaksana penugasan pemerintah," katanya. Untuk memecahkan persoalan ini, Erick menyebut akan akan membagi peran BUMN dalam tiga jenis di antaranya BUMN yang murni berfungsi ekonomi, BUMN yang fokus pelayanan publik, serta ada yang menjalankan keduanya.

“Telkomsel itu pure nilai ekonomi, bersaing tanpa suntikan dari pemerintah. Kemudian ada yang padamu negeri seperti Pupuk Indonesia, dia full disubsidi, sama seperti PLN subsidi besar. Dan yang mix itu seperti BRI,” ujarnya. "Kami harapkan semua pihak bersiap siap bertransformasi supaya BUMN akan semakin baik, karena transformasi ini yang dituntut oleh masyarakat," kata Arya.

Berita Terkait

PLN Minta Pembebasan Lahan Transmisi Jawa Bagian Barat Rampung Demi Listrik di DKI Aman

Maya Rosfi'ah

Hyundai Iconic Jadi Armada Taksi Listrik Grab di Terminal 3 Bandara Soetta

Maya Rosfi'ah

Ini Sejumlah Alasan Perusahaan Asing Lebih Memilih ke Vietnam atau Thailand Ketimbang Indonesia

Maya Rosfi'ah

Kronologi Nasabah Bank Mandiri Mengaku Kehilangan Dana Rp 800 Triliun, Ternyata Nasabah Kredit Macet

Maya Rosfi'ah

Ekosistem Logistik Nasional Belum Efisien Presiden

Maya Rosfi'ah

Pemerintah Tambah Utang Baru Rp 28 Triliun di Bulan Juli 2019 Tambal Defisit

Maya Rosfi'ah

Cara Top Up BRIzzi di BRImo

Maya Rosfi'ah

Ini Kata Sri Mulyani Pejabat Eselon I & II Tak Ikut Terima Gaji ke-13 Cair Agustus 2020

Maya Rosfi'ah

OJK Masih Dalami Laporan Keuangan Garuda Indonesia

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment