Image default
Bisnis

Militer Iran Tembak Jatuh Drone AS, Harga Minyak Langsung Melompat Tinggi

Harga minyak dunia merangkak naik di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. MengutipBloomberg, Jumat (21/6) pukul 7.43 WIB, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2019 naik ke US$ 57,39 per barel atau 0,56% dari sesi perdagangan sebelumnya. Minyak patokan AS ini naik 5,4% pada hari Kamis (20/6/2019) dan berada di jalur untuk kenaikan hampir 10% pekan ini.

Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Agustus 2019 naik 0,57% ke US$ 64,82 per barel.Minyak patokan global ini naik 4,3% kemarindan menuju kenaikan mingguan lebih dari 4% setelah empat pekanpenurunan. Harga minyak memanas dengan tambahan dorongan dari berita bahwa Iran menembak jatuh drone militer AS. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran konfrontasi militer antara Teheran dan Washington. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Kamis, (20/6/2019) mengatakan, Iran telah membuat kesalahan yang sangat besar dengan menembak jatuh pesawat tanpa awak milik militer AS.

Pasalnya, pesawat itu terbang di ruang udara internasional. Sementara, Iran mengklaim pesawat itu dalam misi mata mata atas wilayahnya. MengutipReuters, AS menyebut serangan Iran terhadap pesawat nirawaknya sebagai serangan yang tak beralasan. Saat ini, AS juga tengah berkampanye untuk mengisolasi Iran karena dituding mengembangkan rudal balistik berkekuatan nuklir. Yudho Winarto/Sumber: Reuters

Berita Terkait

Ada Pengaruh Sentimen Negatif Jumat 3 Juli 2020 Rupiah Tembus Rp 14.468 per Dolar AS Melemah

Maya Rosfi'ah

Sektor Properti & Tambang Diramal Cuan Saat Tahun Tikus Logam

Maya Rosfi'ah

Pengembangan Wisata Pulau Rinca Taman Nasional Komodo Akan Gandeng KLHK

Maya Rosfi'ah

4 Alasan Pentingnya Penggunaan Accounting Software Untuk UMKM

Maya Rosfi'ah

Pagi Ini, Kurs Rupiah Terdepresiasi Enam Poin

Maya Rosfi'ah

Jangan Politisasi Kasus Gagal Bayar Asuransi Jiwasraya Menteri BUMN Erick Thohir

Maya Rosfi'ah

Presiden Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Saat Ini Lebih Berat dari Krisis 1998

Maya Rosfi'ah

Putuskan Tak Perpanjang Kontrak hingga Bantah Berhenti Beroperasi Lion Air Pangkas 2.600 Karyawan

Maya Rosfi'ah

Penanganan Corona yang Cepat Bisa Selamatkan Pelemahan Rupiah Jangan Lelet Komisi XI

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment