Image default
Superskor

Panggung si Bocah Hibrida Ballack-Ozil Lanjutkan Tren Positif Leverkusen vs Monchengladbach

Akhir pekan ini Bundesliga menyajikan duel seru dalam pekan 27, di antaranya Wolfsburg vs Dortmund, Bayern Munchen vs Frankfurt, dan Monchengladbach vs Bayern Leverkusen. Di balik kegemilangan performa Erling Haalang dan Sancho bersama Dortmund, Lewandowski dengan Bayern Munchen, Leverkusen juga tak kalah dengan memiliki striker muda calon bintang masa depan, ialah Kai Havertz. Performa dan reputasinya di lapangan menjadikan pemain Timnas Jerman berusia 20 tahun ini paling dikagumi di tanah kelahirannya.

Seperti halnya striker RB Leipzig, Timo Werner, Kai Havertz juga menjadi salah satu pemain yang paing panas dalam perbincangan bursa transfer Eropa jelang musim panas mendatang. Akhir pekan ini, Bayer Leverkusen akan menghadapi Borussia Monchengladbach. Tiga poin sangat penting bagi kedua klub untuk menjaga asa di zona Liga Champions. Pada pekan perdana Bundesliga pasca ditangguhkan karena corona, kedua kesebelasan berhasil meraih hasil sempurna, Leverkusen mengalahkan Werder Bremen (1 4) sementara Monchengladbach mengandaskan tuan rumah Frankfurt (1 3).

Calon bintang masa depan Jerman, Kai Havertz mencetak dua gol untuk kemenangan Leverkusen. Dua gol tambahan tersebut menggenapkan torehan gol dan assistnya menjadi 20 dalam 35 pertandingan bersama Leverkusen. Berkat penampilannya yang memukau, Kai Havertz mendapat apresiasi dari sang manajer, Peter Bosz.

"Kai (Havertz) adalah pemain istimewa," kata Peter Bosz, dikutip dari . Jebolan akademi Leverkusen tersebut bahkan dianggap sebagai hasil persilangan Michael Ballack dan Mesut Ozil. "Semua mata tertuju pada (Erling Braut) Haaland dan (Jadon) Sancho tetapi ada Kai Havertz yang jadi perspektif bagi orang Jerman," kata Owen Hargreaves,

"Dia spesial dan sia seperti hibrida Michae Ballack dan Mesut Ozil," tambah mantan rekan satu tim Michael Ballack di Bayern Munchen ini. Pelatih Bayer Leverkusen, Peter Bosz kerap menggunakan formasi 4 3 3 dengan menggunakan tiga penyerang, satu diantaranya adalah Kai Havertz. Bosz memanfaatkan kecepatan pemain yang berdiri di belakang striker, sementara pemain lainnya berupaya mengganggu, dan mengacaukan focus lawan.

Berkat kecepatan dan pergerakannya, Havertz sangat dibutuhkan rekannya yang berupaya menciptakan peluang. Peran Havertz di lapangan sama halnya seperti ujung tombak Liverpool, Roberto Firminho, dia memperioritaskan menarik diri ke arah penguaaan bola, atau menciptakan pemain tambahan selama fase build up, sedangkan rekannya berusaha maju untuk melewati bek lawan. Jika dia mendapat tekanan pada saat berhadapa satu lawan satu dibarisan pertahanan lawan, Havertz lebih suka berlari, mengubah arah bola sebelum melakukan sentuhan akhir.

Terkadang, pergerakannya juga berkontribusi menciptakan peuang untuk rekannya mencetak gol saat melaju ke kotak penalti tanpa hadangan tim lawan. Kai Havertz seperti Mesut Ozil, yang berperan lebih menciptakan peluang dan ruang gerak untuk rekannya. Jika Havertz di ini depan, Ozil lebih berperan di lini tengah seperti Ballack, mengorganisir bola, berlari, menekan, dan menciptakan peluang.

Menarik dinantikan, lawan yang bakal mereka hadapi dalam pekan 27 nanti tak mudah. Borussia Monchengladbach salah satu tim dengan rasio kebobolan paling sedikit di Bundesliga, berada di bawah RB Leipzig. Hertha Berlin vs Union Berlin Borussia Monchegladbach vs Bayer Leverkusen

Wolfsburg vs Borussia Dortmund Freiburg vs Werder Bremen Paderborn 07 vs Hoffenheim

Bayern Munchen vs Eintracht Frankurt Schalke 04 vs Augsburg Mainz 05 vs RB Lepizig

Cologne vs Fortuna Dusseldorf Bormussia Dortmund vs Bayern Munchen

Berita Terkait

Ole Gunnar Solskjaer Langsung Jadikan Aaron Wan Bissaka Pemain penting di Manchester United

Maya Rosfi'ah

Berakhir Imbang Leipzig Gagal Geser Dortmund Hasil Bundesliga Tadi Malam

Maya Rosfi'ah

Persib Bandung Tak Pernah Kalah di Liga 1 2019 Saat Mainkan Pemain Ini

Maya Rosfi'ah

PSMS Medan Terapkan Protokol Kesehatan di Kamp Pelatihan Kembali Gelar Latihan

Maya Rosfi'ah

Gol Pemain Berusia 41 Tahun Bantu Jeonbuk Tumbangkan Suwon Bluewings K-League Telah Bergulir

Maya Rosfi'ah

Ikuti Instruksi Persija Jakarta hingga Jalankan Hobi Kegiatan Simic Saat Liga 1 Terhenti

Maya Rosfi'ah

Begini Pembelaan Sergio Aguero buat Lionel Messi Nihil Prestasi Bersama Timnas Argentina

Maya Rosfi'ah

Bhayangkara FC Setuju Aturan Setiap Klub Liga 1 Wajib Turunkan Pemain Muda

Maya Rosfi'ah

Live SCTV Pukul 02.00 WIB Prediksi Skor Manchester City vs Lyon di Liga Champions

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment